
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Penulisan novel ini terinspirasi langsung dari realitas pahit di Pulau Sangihe, sebuah wilayah kecil di Sulawesi Utara yang terancam oleh aktivitas industri pertambangan emas, baik yang ilegal maupun legal (dengan izin usaha pertambangan yang kontroversial).
Dian Purnomo terjun langsung ke lapangan dan menyaksikan bagaimana para perempuan menjadi pihak paling terdampak. Dalam masyarakat yang patriarkal, mereka bukan hanya menjaga rumah tangga, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan hidup, mengelola air bersih yang tercemar, dan mempertaruhkan nyawa demi ruang hidup yang layak.
“Sebelum saya sampai di Sangihe, saya berpikir negeri ini telah merdeka. Tapi ternyata penjajahan itu masih terjadi—berubah bentuk, berwajah korporasi, dan disambut oleh negara.” – Dian Purnomo.
Sinopsis Singkat
Shalom Mawira kehilangan ayahnya yang tak pernah kembali dari laut. Dalam penantiannya, ia merawat lorong-lorong menuju laut dengan harapan sang ayah suatu hari akan kembali. Namun, kedamaian Sangihe hancur oleh hadirnya perusahaan tambang asing yang hendak menggali isi bumi Sangihe.
Shalom tak tinggal diam. Ia memimpin warga melawan. Ia berbaring di aspal, dijebloskan ke penjara, mengikuti ritual adat menambah nyawa, dan mempertaruhkan segalanya demi satu hal: tanah kelahirannya. Shalom bukan hanya tokoh fiksi; dia adalah gambaran dari perempuan-perempuan di Indonesia Timur yang melawan bukan dengan senjata, tapi dengan keteguhan.
Ekofeminisme dalam Konteks Nusantara
Dian Purnomo membingkai cerita ini dalam perspektif ekofeminisme, aliran pemikiran yang melihat keterkaitan erat antara penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam. Dalam novel ini, perempuan tidak lagi hanya menjadi korban; mereka menjadi aktor utama perjuangan melawan ketidakadilan ekologis.
Kajian Lutfiyah dan Tim Peneliti Unesa (2025) mencatat bahwa karakter Shalom melampaui tipikal tokoh perempuan dalam sastra Indonesia. Ia tidak menunggu diselamatkan, tetapi menyelamatkan dirinya dan tanahnya.
Kelebihan Novel
1.Relevansi Isu: Novel ini membicarakan tambang emas di Sangihe yang benar-benar terjadi. Kasus PT. TMS (Tambang Mas Sangihe) menjadi sorotan nasional sejak 2021. Melalui fiksi, novel ini menjadi alat pendidikan publik.
2.Gaya Naratif Puitis & Emosional: Disusun dengan gaya seperti buku harian, narasi Dian menyentuh emosi pembaca tanpa harus menjadi melodramatis.
3.Riset Mendalam: Dian tinggal selama hampir dua bulan di Sangihe untuk menulis novel ini. Ia menggabungkan fiksi dengan fakta lapangan—membuat novel ini nyaris seperti dokumen hidup.
4.Representasi Perempuan Timur: Representasi tokoh perempuan Indonesia Timur masih minim dalam sastra arus utama. Novel ini memperbaiki itu.
Kekurangan Novel
Beberapa pembaca menyayangkan:
1.Ending menggantung, meninggalkan ruang interpretasi luas, tetapi juga kebingungan bagi pembaca yang menginginkan resolusi jelas.
2.Pacing lambat, terutama bagi pembaca yang terbiasa dengan alur cepat dan dramatis.
Pesan Moral
Salah satu semboyan lokal dari Sangihe adalah “Somahe kai kehage”, yang berarti: semakin keras badai, semakin gigih kita menghadapinya. Pesan ini melekat kuat dalam keseluruhan narasi. Novel ini mengajarkan tentang:
1.Harga diri yang tak bisa dibeli
2.Keberanian perempuan sebagai pilar perlawanan
3.Pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian dari tubuh dan identitas kolektif
Rekomendasi & Penutup
Jika Anda ingin membaca kisah nyata yang dikisahkan dengan bahasa sastra, jika Anda ingin menyaksikan keberanian perempuan Nusantara melawan tambang yang merusak, dan jika Anda percaya bahwa fiksi bisa menjadi alat perjuangan, maka Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut adalah buku yang harus Anda baca.
Sangat direkomendasikan untuk:
-Aktivis lingkungan dan perempuan
-Mahasiswa kajian budaya/gender
-Komunitas literasi yang fokus pada perlawanan dan keadilan sosial
“Saya menceritakan kisah ini untuk mereka yang terus berjuang dan percaya bahwa bumi masih memiliki harapan.”
— Dian Purnomo
Resensi Buku
“Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut – Dian Purnomo”
Penulis: Dian Purnomo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2023
Jumlah Halaman: 288 hlm
ISBN: 9786020673004
Genre: Ekofeminisme
Tempat: Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Resensi Cerpen Pangeran yang Selalu Bahagia Karya Orcar Wilde
“Tuhan tidak melihat rupa dan harta melainkan hati; hati yang luas tak bertepi, cinta yang dalam tak terajuk” Buku Pangeran yag Selalu Bahagia dan cerita-cerita...
Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai
Ada rindu yang tak pernah menemukan alamatnya sendiri Ia kemudian tumbuh, menua, dan tetap tertahan oleh sejarah Apalah kemudian arti dari kata pulang, jika sebuah...
Resensi Buku Negara Paripurna, Membedah Lunturnya Nilai Pancasila
Daftar IsiIsi dan Pokok Pemikiran BukuHistorisitas PancasilaRasionalitas PancasilaAktualitas PancasilaKeunggulan BukuKelemahan BukuPenilaian dan RelevansiBuku ini merupakan karya monumental Yudi Latif yang membedah Pancasila secara komprehensif, baik...
Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup tanpa punggung keluarga sejak Tania (sekitaran 8 tahun) dan Dede (umur 3 tahun) masih kecil, mereka hidup dalam...
Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Setiap orang pasti pernah merasa lelah dengan kehidupan: soal mimpi yang tak sampai, cinta yang kandas, atau hidup yang terasa biasa-biasa saja. Namun, pernahkah kita...
Rsesensi Buku 9 dari Nadira: Cermin Keberanian Leila S. Chudori
Leila S. Chudori (lahir 12 Desember 1962) adalah wartawan dan penulis produktif Indonesia. Sejak masa remaja, karya-karyanya dimuat di majalah anak-anak, dan ia juga bekerja...
Makna Cinta: Menjadi Autentik dengan Mencintai Tanpa Syarat Ala Søren Kierkegaard
Apa yang sebenarnya kita maksud ketika berkata, “Aku mencintaimu”? Apakah cinta hanyalah perasaan manis yang membuat jantung berdebar? Atau sekadar ketertarikan yang menyala dan padam...
Muhammadiyah, Best Practise Kewirausahaan Sosial di Indonesia
Judul Buku : Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah Penulis : M. Arsjad Rasjid P.M. Penerbit : Pustaka KSP Kreatif dan Kadin Indonesia Edisi :...
Merekam Jejak Pemikiran Pakar Pendidikan Muslim Modernis
Judul : Diskursus Pedagogi Kritis Kaum Muslim Modernis Penulis : Dr. Mohamad Ali Halaman: 152 halaman ISBN: 978-602-361-638-1 Cetakan: 1, Mei 2024 Penerbit: Muhammadiyah University...
Kemiskinan Tak Menghalangi Gapai Masa Depan
Judul buku : Dompet Ayah Sepatu Ibu Penulis : J.S. Khairen Penerbit : Grasindo Genre : Fiksi Tahun : Cetakan keenam, Januari 2024 Baca Juga...
Seruan Sang Muazin Bangsa
Judul : Islam Berkemajuan untuk Generasi Milenial Penulis : Hasnan Bachtiar Tahun terbit : 2023 Ketebalan : xlvi + 386 Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Xpresi Books,...





