
Leila S. Chudori (lahir 12 Desember 1962) adalah wartawan dan penulis produktif Indonesia. Sejak masa remaja, karya-karyanya dimuat di majalah anak-anak, dan ia juga bekerja di Tempo. 9 dari Nadira adalah kumpulan cerpen yang membangun karakter Nadira, tokoh populer dari cerpen pertamanya tahun 1989.
Sinopsis Singkat
9 dari Nadira berisi sembilan cerita pendek yang saling berkaitan melalui kehidupan tokoh utama, Nadira Suwandi. Cerita dibuka dengan kematian tragis ibunya, Kemala Yunus, yang meninggal akibat bunuh diri kejadian yang meninggalkan trauma mendalam bagi Nadira .
Nadira memiliki dua orang kakak yaitu Yu Nina dan Kang Arya, namun hubungan dengan kakak pertamanya yaitu Nina tidak berjalan dengan baik, Nadira membenci kakak pertamanya itu karena tukang pengadu. Bermula saat mereka masih kecil Nadira dan Nina tidak saling suka dan saling berebutan.
Sepenggal cerita pada saat Nina mencurigai Nadira mencuri karena memiliki banyak uang, padahal uang itu adalah hasil jerih payahnya menulis buku, dan dengan teganya Nina menceburkan kepala Nadira ke dalam jamban berisi air kencing.
Mungkin Nadira masih bisa bertahan dengan aroma kencing yang mulai masuk kedalam hidung dan mulutnya. Tetapi ia tak bisa tahan dengan rasa sakit dan perih pada kepala karena rambutnya yang ditarik oleh Nina. Puncak ketidak sukaan Nadira pada saat ingin membuka pintu lemari untuk menyimpan barang kesayangannya namun tidak diperbolehkan, karena Nina mengeklaim bahwa lemari itu adalah miliknya dan tidak ada yang boleh merusak atau menyimpang barang orang lain.
Nadira dan Nina saling bertengkar, tidak lama sebuah petasan tidak sengaja masuk dan menghancurkan lemari itu, karena sangat marah Nina mengadukan hal itu kepada orangtuanya. Sehingga berujunglah Arya, kakak keduanya dihukum untuk tidak boleh main petasan seumur hidup dan tidak boleh keluar dari rumah.
Nadira yang melihat semua itu merasa bahwa semua kejadian murni karena ketidaksengajaan Arya dan merasa bahwa hukuman yang diberikan tidak adil. Sejak itulah kebencian Nadira tumbuh dan selalu menghindari Kakaknya. Cerita ini mungkin agak membingungkan bagi pembaca awam karena alurnya kadang maju dan mundur.
Di mana pada bab awal menceritakan Nadira yang masih belum merelakan ibunya yang tewas begitu saja. Di antara kebanyakan orang meninggal pasti menggunakan bunga mawar tetapi karena Ibunya sangat menyukai bunga seruni, dengan keras kepala Nadira ingin mencarikan seikat Seruni untuk terakhir kalinya sebelum ibunya di makamkan.
Kemudian pada bagian bab selanjutnya menceritakan kehidupan Ayah Ibunya yaitu Bramantyo dan Kemala Yunus saat tinggal di Amsterdam kisah awal mereka menikah dan lahirlah Nina, Arya dan Nadira. Nadira digambarkan sebagai wartawan berprestasi yang bekerja tanpa henti, menetap di bawah kolong meja saat insomnia dan depresi melanda. Selain hubungannya yang kompleks dengan saudara dan ayah, akhirmu cerita ini menyingkap kisah cinta, pernikahan yang kandas, dan perjalanan batin menuju identitas yang utuh.
Struktur & Gaya Bahasa
Leila menggunakan alur campuran (non-linear) dengan kilas balik ke masa ibu Nadira, masa kecil di Belanda, hingga kehidupan dewasa Nadira di Jakarta dan Kanada. Format sembilan cerpen terasa seperti novel karena ada “benang merah” yang mengikat semua bagian.
Sudut pandang bergantian kadang orang pertama (Nadira), kadang orang ketiga memberi dimensi psikologis lebih dalam . Gaya bahasa Leila elegan, puitis, dengan banyak metafora dan referensi budaya pop, mencerminkan latar Nadira yang intelektual dan peka .
Tema & Karakter
-Trauma dan psikologi: Nadira bergelut dengan kehilangan, insomnia, dan coping mekanisme seperti bekerja ekstrem.
-Keluarga & identitas: Konflik keluarga antara Nadira, Kak Nina, dan Arya memperlihatkan dinamika hubungan penuh luka .
-Cinta dan hubungan: Kisah pernikahan dengan Niko yang gagal, serta Utara Banyu—sahabat lama yang membawa harapan.
-Sosial-politik & budaya: Latar tahun 1990-an, situasi politik Orde Baru seperti Petisi 50, menyediakan konteks historis kehidupan wartawan.
Kelebihan
-Integrasi cerpen menjadi narasi utuh, memberi kesan novel bersambung.
-Tokoh kompleks dan berkembang, terutama Nadira yang terasa otentik dan hidup .
-Gaya bahasa kaya dengan metafora, referensi budaya, dan nuansa jurnalis, menambah kedalaman.
Kekurangan
-Alur non-linear kadang sulit diikuti bagi pembaca awam.
-Cerpen akhir terasa melemah dibanding bagian awal yang lebih emosional.
-Referensi budaya dan historis mungkin tidak sepenuhnya dipahami pembaca tanpa basis pengetahuan kontekstual .
Kesimpulan & Rekomendasi
9 dari Nadira menampilkan kedewasaan dan keberanian Leila S. Chudori menyuguhkan fiksi psikologi yang peka terhadap trauma, identitas, dan kekinian sosial-politik. Meskipun gaya alur dan referensi membutuhkan konsentrasi, karya ini sangat sesuai untuk mahasiswa sastra, psikologi, komunikologi, dan pembaca dewasa yang menyukai cerita berlapis dan reflektif.
Resensi Buku
Judul: 9 dari Nadira
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Jakarta, 2009
Cetakan: Pertama, Oktober 2009
Tebal: ±270–302 halaman
Genre: Kumpulan Cerpen / Fiksi Psikologi
Resensi Cerpen Pangeran yang Selalu Bahagia Karya Orcar Wilde
“Tuhan tidak melihat rupa dan harta melainkan hati; hati yang luas tak bertepi, cinta yang dalam tak terajuk” Buku Pangeran yag Selalu Bahagia dan cerita-cerita...
Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai
Ada rindu yang tak pernah menemukan alamatnya sendiri Ia kemudian tumbuh, menua, dan tetap tertahan oleh sejarah Apalah kemudian arti dari kata pulang, jika sebuah...
Resensi Buku Negara Paripurna, Membedah Lunturnya Nilai Pancasila
Daftar IsiIsi dan Pokok Pemikiran BukuHistorisitas PancasilaRasionalitas PancasilaAktualitas PancasilaKeunggulan BukuKelemahan BukuPenilaian dan RelevansiBuku ini merupakan karya monumental Yudi Latif yang membedah Pancasila secara komprehensif, baik...
Resensi Buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup tanpa punggung keluarga sejak Tania (sekitaran 8 tahun) dan Dede (umur 3 tahun) masih kecil, mereka hidup dalam...
Resensi Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Setiap orang pasti pernah merasa lelah dengan kehidupan: soal mimpi yang tak sampai, cinta yang kandas, atau hidup yang terasa biasa-biasa saja. Namun, pernahkah kita...
Resensi Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut
Daftar IsiSinopsis SingkatEkofeminisme dalam Konteks NusantaraKelebihan NovelKekurangan NovelPesan MoralRekomendasi & PenutupResensi BukuSOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Penulisan novel ini terinspirasi langsung dari realitas pahit di Pulau Sangihe, sebuah wilayah...
Makna Cinta: Menjadi Autentik dengan Mencintai Tanpa Syarat Ala Søren Kierkegaard
Apa yang sebenarnya kita maksud ketika berkata, “Aku mencintaimu”? Apakah cinta hanyalah perasaan manis yang membuat jantung berdebar? Atau sekadar ketertarikan yang menyala dan padam...
Muhammadiyah, Best Practise Kewirausahaan Sosial di Indonesia
Judul Buku : Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah Penulis : M. Arsjad Rasjid P.M. Penerbit : Pustaka KSP Kreatif dan Kadin Indonesia Edisi :...
Merekam Jejak Pemikiran Pakar Pendidikan Muslim Modernis
Judul : Diskursus Pedagogi Kritis Kaum Muslim Modernis Penulis : Dr. Mohamad Ali Halaman: 152 halaman ISBN: 978-602-361-638-1 Cetakan: 1, Mei 2024 Penerbit: Muhammadiyah University...
Kemiskinan Tak Menghalangi Gapai Masa Depan
Judul buku : Dompet Ayah Sepatu Ibu Penulis : J.S. Khairen Penerbit : Grasindo Genre : Fiksi Tahun : Cetakan keenam, Januari 2024 Baca Juga...
Seruan Sang Muazin Bangsa
Judul : Islam Berkemajuan untuk Generasi Milenial Penulis : Hasnan Bachtiar Tahun terbit : 2023 Ketebalan : xlvi + 386 Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Xpresi Books,...





