
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Seiring waktu media sosial semakin membentuk standar kecantikan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang kerap tak realistis. Fenomena ini menjadi sorotan dalam Kajian Nisa’ bertajuk “Muslimah Kaffah: Jangan Mau Disetir Sosmed”.
Kajian ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sukoharjo Ustazah Ninin Karlina, S.Ud., yang membahas bagaimana media sosial memengaruhi persepsi diri seorang muslimah, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai Islam dalam menentukan standar hidup.
Dalam materi yang disampaikan, Ninin menguraikan bagaimana media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi perempuan terhadap dirinya sendiri. Standardisasi kecantikan, tren gaya hidup, hingga pencapaian yang kerap dipamerkan di dunia maya acap kali menciptakan tekanan sosial bagi muslimah.
”Media sosial juga memengaruhi cara berpakaian, pola pikir, hingga cara muslimah menempatkan diri dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, eksistensi di dunia maya dapat menggeser nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi pedoman utama,” ungkapnya Rabu, (19/3/2025).

Seiring waktu media sosial semakin membentuk standar kecantikan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang kerap tak realistis. Fenomena ini menjadi sorotan dalam Kajian Nisa’ bertajuk “Muslimah Kaffah: Jangan Mau Disetir Sosmed”. (Humas)
Dalam kajian yang berlangsung di Masjid Fadhlurrahman Kampus 1 UMS itu, Ninin menekankan pentingnya memiliki kesadaran digital dan tidak serta-merta menjadikan media sosial sebagai satu-satunya tolok ukur kebahagiaan dan kesuksesan.
Sebagai upaya untuk tetap teguh dalam prinsip Islam di tengah arus digital, ia membahas beberapa langkah strategis, di antaranya:
* Membangun kesadaran digital, dengan memahami bahwa tidak semua yang populer di media sosial mencerminkan kebenaran atau harus diikuti
* Menggunakan media sosial secara bijak, menjadikannya sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan bukan sekadar ajang pamer
* Memperkuat pemahaman agama, agar standar hidup tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam, bukan pada tren yang cepat berubah
* Menjaga privasi dan kehormatan diri, dengan tidak mudah mengumbar kehidupan pribadi demi mendapatkan validasi sosial
Kajian Nisa’ yang digelar pada hari Jumat (14/3/2025) ini dapat menjadi awal dari diskusi yang lebih luas mengenai peran muslimah dalam menghadapi tantangan zaman. Ninin berharap, materinya dapat memberikan manfaat bagi muslimah dalam membangun kehidupan yang selaras dengan ajaran Islam, tanpa terpengaruh standar dunia maya yang semu.
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...
Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer
Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...
Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...
Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender
Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...
Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...
Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...





