
Puji syukur perlu kita panjatkan kepada Allah SWT, Institut Teknologi Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta akhirnya bisa bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta pada 2025 ini. Peluncuran UMPKU Surakarta ini melalui acara bertajuk “ITS Vaganza, Berani Bertransformasi”, di Pamedan Mangkunegaran, Kota Solo, Rabu (26/2/2025).
Acara yang berlangsung meriah ini mengundang penyanyi Tantri Syalindri Ichlasari, vokalis grup band Kotak, sehingga memperoleh atensi luas dari pengunjung. Warga Persyarikatan pantas bersyukur karena UMPKU ini telah melalui proses panjang hingga perguruan tinggi ini bisa bertransformasi menjadi universitas.
Kalau kita tengok sejarah, UMPKU diawali pada tahun 1993 saat Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) melalui Majelis Pembina Kesehatan mengajukan izin pendirian Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Kota Solo. Pengajuan izin Akper Muhammadiyah ini akhirnya keluar melalui izin operasional nomor HK.00.06.1.1.3180. Pada 5 September 2008, Akper Muhammadiyah Surakarta memperoleh izin melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 177/D/0/2008 untuk mengelola Akademi Kebidanan (Akbid) PKU Muhammadiyah Surakarta. Pada 14 September 2012 Akper Muhammadiyah dan Akbid PKU Muhammadiyah melebur menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) PKU Muhammadiyah melalui SK Menteri Pendidikan Nasional No. 319/E/2012.
Tahun 2019, STIKes PKU Muhammadiyah kemudian bertransformasi menjadi Institut Teknologi Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah. Akhirnya, setelah merger dengan Akademi Kebidanan (Akbid) Persada Palembang, ITS PKU Muhammadiyah resmi menjadi Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta melalui SK Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi No. 55/B/0/2025.
Rektor UMPKU Surakarta, Weni Hastuti, mengatakan transformasi ini menjadi keniscayaan sekaligus keharusan karena menjadi prioritas programnya. Dengan berubah menjadi UMPKU, kampus ini bisa membuka program studi secara luas dan beragam, serta memberi kesempatan untuk memperbanyak riset dan inovasi.
Sebagai keluarga besar Persyarikatan, kita percaya, dengan berbekal pengalaman panjang mengelola pendidikan tinggi sejak 1993, para pimpinan dan pengelola UMPKU mampu membawa UMPKU Surakarta menjadi kampus yang maju, termasuk mengatasi berbagai tantangan dan kendala yang pasti akan dihadapi. Namun, pengembangan UMPKU tidak bisa hanya kita serahkan kepada para pimpinan dan pengelolanya. Sebagai kampus Muhammadiyah, kehadiran UMPKU membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan stakeholder lainnya di Persyarikatan, khususnya Persyarikatan Kota Solo. Prinsip kerja berjemaah ini yang menjadi roh pergerakan Persyarikatan sejak 1912 hingga kini. Tanpa dukungan dan kerja berjemaah, sebuah amal usaha tidak akan bisa melesat dengan cepat menjadi amal usaha yang berkemajuan.
Berjemaah
Hadirnya UMPKU akan menambah amal usaha universitas yang masuk jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) di Surakarta. Sebelumnya sudah kokoh berdiri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kemudian Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA). Dengan tiga universitas Muhammadiyah-Aisyiyah di Kota Surakarta, maka hal ini diharapkan bisa meningkatkan peran Muhammadiyah dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Tiga kampus ini juga bisa terus saling berjemaah sehingga bisa maju bersama sesuai misi Persyarikatan.
Kehadiran UMPKU kita harapkan bukan hanya hadir sebagai entitas pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana tema Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah pada 18 November 2024 lalu, “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”, UMPKU juga bisa memainkan peran di penguatan di bidang ekonomi guna memakmurkan semua pihak yang terkait dengan amal usaha ini. Memakmurkan karyawan dan keluarganya, memakmurkan masyarakat sekitarnya, dan memakmurkan stakeholder yang terkait. Peran ini menjadi strategis di tengah kelesuan ekonomi bangsa Indonesia.
Sebagai kampus Muhammadiyah, UMPKU Surakarta harus menjadi bagian menjalankan misi Persyarikatan baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, bahkan secara lebih luas, berperan dalam pembangunan peradaban! Semoga….
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...





