Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Gelar Kajian Tafsir Al-Qur’an, UMS Bahas Makna Surah Al-Lail

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 17 Januari 2025 13:24 WIB
Gelar Kajian Tafsir Al-Qur’an, UMS Bahas Makna Surah Al-Lail
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (16/1/2025). Kajian yang telah memasuki edisi ke-30 ini diselenggarakan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (16/1/2025). Kajian yang telah memasuki edisi ke-30 ini diselenggarakan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS.

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik).Hadir sebagai narasumber, Ustaz Ainur Rha’in, yang menyampaikan pembahasan mendalam tentang Surah Al-Lail. Kajian dimulai dengan pembacaan bersama ayat-ayat surah tersebut, dilanjutkan dengan penafsiran mendalam tentang maknanya.

Dalam penjelasannya, Ainur memaparkan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) Surah Al-Lail. Ia mengutip riwayat dari Abdullah bin Mas’ud yang menyebutkan bahwa ayat tersebut diturunkan terkait tindakan mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Abu Bakar membeli dan memerdekakan Bilal dari perbudakan Umayyah bin Khalaf dengan harga yang cukup besar. Peristiwa ini diabadikan dalam ayat-ayat awal Surah Al-Lail. Penafsiran dimulai dari ayat pertama yang berbunyi “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).”

Beri Perlindungan

Menurut pandangan ulama Ar-Razi yang dikutip oleh Ainur, Allah bersumpah demi malam sebagai waktu perlindungan dan istirahat bagi makhluk hidup. “Gelapnya malam menjadi selimut yang memberikan kenyamanan fisik dan ketenangan jiwa,” tutur Ainur.

Ayat kedua yang berbunyi “Demi siang apabila terang benderang,” menggambarkan siang sebagai waktu untuk bergerak dan beraktivitas. Ainur menjelaskan bahwa dengan hilangnya gelap malam, manusia memanfaatkan waktu siang untuk bekerja dan mencari rezeki.

Berlanjut pada ayat ketiga, “Demi penciptaan laki-laki dan perempuan.” Ainur menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan, sebagaimana dijelaskan pula dalam Surah Az-Zariyat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (16/1/2025). Kajian yang telah memasuki edisi ke-30 ini diselenggarakan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (16/1/2025). Kajian yang telah memasuki edisi ke-30 ini diselenggarakan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS. (Humas)

Ayat keempat yang berbunyi “Sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam,” menjadi fokus utama pembahasan. Ainur menguraikan bahwa amalan manusia sangat beragam, baik dalam kebaikan maupun keburukan.

“Ada yang mencari ridha Allah, ada pula yang tidak mempedulikan aturan-Nya. Ar-Razi menjelaskan ayat ini berkaitan dengan perbedaan amal antara Abu Bakar yang senantiasa memberi dan Abu Sufyan yang bersikap sebaliknya,” papar Narasumber.

Ainur juga menyoroti tiga ciri orang yang diberikan kemudahan oleh Allah. Pertama, mereka yang suka memberi seperti infaq, sedekah, dan zakat, baik wajib maupun sunnah. Ke dua, orang yang bertakwa, yaitu mereka yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ke tiga, mereka yang mempercayai adanya balasan kebaikan, baik di dunia maupun akhirat.

Sebaliknya, ia menjelaskan tiga ciri orang yang cenderung hidup dalam kesusahan, yakni orang yang bakhil atau enggan bersedekah, orang yang merasa tidak membutuhkan Allah dan hanya mengandalkan usaha sendiri, serta orang yang mendustakan balasan kebaikan sehingga cenderung mudah melakukan keburukan. “Orang yang memiliki sifat-sifat tersebut akan sulit melakukan kebaikan dan hidupnya jauh dari ketenangan,” ujar Ainur di akhir kajian.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...