
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an yang membahas Surah Al-Ghasyiyah, Kamis (20/2/2025). Kajian ini menghadirkan Ustaz Ainur Rha’in dan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kajian ini merupakan bagian program pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen serta tenaga kependidikan UMS yang rutin diadakan setiap Kamis pukul 12.30 – 13.30 WIB. Dalam pemaparannya, Ainur Rha’in menjelaskan kata Al-Ghasyiyah memiliki makna sebagai peristiwa dahsyat yang menutupi dan meliputi manusia, merujuk pada hari kiamat.
Ia mengutip pandangan Ibnu Abbas yang menyebutkan pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina karena kedahsyatan peristiwa tersebut. “Dahsyatnya hari kiamat mengakibatkan manusia tertutupi debu, batu, dan duri akibat benturan serta goncangan hebat. Gunung-gunung beterbangan, bumi berguncang, dan manusia tercerai-berai,” jelasnya.
Ia mengungkapkan dalam Surah Al-Ghasyiyah, Allah menggambarkan perbedaan antara penghuni neraka dan surga. Orang-orang kafir yang beribadah bukan kepada Allah akan masuk neraka, di mana mereka akan disuguhi minuman mendidih yang panasnya luar biasa serta makanan dari pohon Zaqqum yang berduri dan menyakitkan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an yang membahas Surah Al-Ghasyiyah, Kamis (20/2/2025). Kajian ini menghadirkan Ustaz Ainur Rha’in. (Humas)
Sebaliknya, orang-orang beriman yang masuk surga akan mendapatkan kenikmatan yang tak terbayangkan. “Wajah mereka penuh kebahagiaan, tinggal di istana-istana mewah yang tinggi, dengan permadani indah, bantal-bantal tersusun rapi, serta suasana yang menenangkan,” ujarnya.
Dalam kajian ini, Ainur Rha’in juga menyoroti keajaiban penciptaan unta sebagaimana disebutkan dalam surah tersebut. Allah ingin manusia merenungkan ciptaan-Nya, termasuk unta yang memiliki punuk sebagai cadangan makanan, kaki yang mampu berjalan di padang pasir, serta mata yang terlindungi dari badai pasir. “Surah ini mengajarkan bahwa tugas seorang Muslim adalah mengingatkan dan menyampaikan kebenaran, namun hidayah tetap berada di tangan Allah,” pungkasnya.
Hikmah yang dapat diambil dari surah ini yaitu : (1) Surat ini diawali dengan al-hasyiyah yang artinya adalah hari kiamat dimana semua benda dihancurkan sehingga menutupi manusia; (2) Penghuni surga akan tinggal di istana yang mewah, tidak ada perkataan kotor. Tidak ada penyakit atau hal negatif lainnya, semua serba indah nan megah.
Selanjutnya, (3) Penghuni neraka akan minum dengan minuman yang sangat panas mendidih, hingga perutnya meledak karena kepanasan dan makanannya adalah dari duri yang menyakitkan; (4) Lihatlah kuasa Allah, bagaimana Dia menciptakan unta begitu ajaib, gunung yang menjulang tinggi dan langit megah yang tidak berulang; (5) Allah akan mengazab orang-orang kafir.
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...
Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer
Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...
Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...
Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender
Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...
Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...
Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...





