
Feri Mamae Rohati, 39, bingung. Guru TK ‘Aisyiyah Nusukan 3, Solo, ini tak tahu harus berbuat apa. Yayasan yang menaungi tempatnya mengajar (‘Aisyiyah), memintanya melanjutkan studi ke jenjang strata 1 (S1). Feri, begitu dia akrab dipanggil, belum menggenggam ijazah S1 sebagai syarat untuk tetap bisa mengajar. Kondisi ekonomi rumah tangganya dalam ujian berat. Bisnis sang suami di bidang jual beli barang rongsokan, tidak dalam kondisi yang baik. “Apa saya sanggup [melanjutkan kuliah]?” tanya dia penuh keraguan.
Feri terus berusaha dan berdoa untuk bisa keluar dari masalah yang dihadapinya. Dalam situasi ketidakpastian itu, dia kemudian bisa terhubung dengan Lazismu, lembaga zakat milik persyarikatan Muhammadiyah. Lembaga yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infak, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.
Semula, Feri bisa terhubung dengan Lazismu Nusukan. Sang pendidik ini akhirnya bisa mengakses salah satu program di Lazismu Solo: beasiswa. Akhirnya Feri bisa melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia mendapatkan beasiswa dua semester dari tiga semester yang harus ditempuh di prodi tersebut. Pada Desember tahun ini, dia akan menyelesaikan studinya. “Saya senang sekali. Alhamdulillah diberi keringanan. Sungguh tidak menyangka,” ujarnya kepada reporter Majalah Langkah Baru yang mewawancarainya, belum lama ini.
Bukan hanya Feri, I’in Rosdiana Munawaroh, juga begitu bungah sebagai penerima manfaat program Lazismu. Guru TK Aisyiyah 7 Kartopuran, Kota Solo, ini menerima dua program dari Lazismu. Pertama, sama seperti Feri, memperoleh beasiswa melanjutkan studi di Prodi PG PAUD UMS. Ia mengaku mendapatkan beasiswa Rp2 juta tiap semester selama 2 semester. Kedua, mendapatkan bantuan berupa bantuan untuk guru-guru TK Aisyiyah di Kota Solo. Bantuan itu senilai Rp100.000/bulan yang dia terima setiap tiga bulan sekali dalam bentuk tabungan. Bagi I’in, dia telah menerima bantuan itu untuk tahap keempat. “Tentu guru-guru seneng ya [dapat bantuan] hahaha…,” ujarnya sambil tertawa riang.
Pengurus Lazismu Solo, Selasa (26/3/2024), di Balai Muhammadiyah Solo, menyerahkan bantuan kepada 100 guru TK ‘Aisyiyah se-Solo. Para guru, selain menerima bingkisan sembako, para guru yang gajinya masih minim itu juga menerima bantuan dana. Penyerahan santunan menjelang Idul Fitri 1445 H ini hasil kolaborasi antara Lazismu Solo dengan BPRS Hikmah Khazanah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo. Menurut I’in, para guru yang menerima bantuan itu adalah pendidik yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah. Bila para guru TK ‘Aisyiyah ini sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi, Lazismu akan mengalihkan bantuan ke guru yang lain.
Feri dan I’in adalah dua di antara ribuan orang yang merasakan manfaat keberadaan Lazismu Solo. Berdasarkan data dari Profil Lazismu Kota Solo 2023, pada 2023 saja, Lazismu Solo telah menjangkau 9.332 penerima manfaat melalui berbagai program. Sejak berdiri, Lazismu Solo berhasil menghimpun dana baik dari zakat, infak, sedekah dan dana kebajikan lainnya senilai Rp42, 4 miliar. Lazismu menyalurkan dana ke masyarakat sejumlah Rp36, 9 miliar. Ketua Lazismu Solo, Reynal Falah, menjelaskan program Lazismu tak lepas dari program pemberdayaan masyarakat oleh Muhammadiyah yang kini telah berumur 111 tahun. Berbagai program itu, jelas Reynal, diwujudkan ke dalam berbagai bentuk, antara lain di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dakwah, dan kemanusiaan. Yang menggembirakan, Lazismu berhasil mengumpulkan dana dari masyarakat dengan jumlah yang terus meningkat. Ini menjadi hal baik karena berarti makin banyak pula penerima manfaat Lazismu.
Abad Kedua
Berdasarkan “Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua” hasil Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta pada 2010, Muhammadiyah pada abad kedua berkomitmen kuat melakukan gerakan pencerahan (tanwir). Gerakan tanwir merupakan praksis Islam yang berkemajuan untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan. Dalam melakukan gerakannya, Muhammadiyah mengembangkan strategi dari revitalisasi (penguatan kembali) ke transformasi (perubahan dinamis) untuk melahirkan amal usaha dan aksi-aksi sosial kemanusiaan yang memihak kaum duafa dan mustadh’afin serta memperkuat civil society (masyarakat madani) bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Aktivis Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari, melalui artikel “Trisula Baru Gerakan Muhammadiyah”, menyebut gerakan pemberdayaan masyarakat di abad kedua ini sebagai “trisula baru” gerakan Muhammadiyah. Melalui artikel yang dimuat di Suara Muhammadiyah itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode Muktamar ke-47 ini menyebut, persyarikatan memasuki babak baru dalam kiprahnya. Jika di abad pertama (1912-2012), titik berat gerakan Muhammadiyah berpusat pada trisula lama di bidang; (1) pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; (2) kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan umum; dan (3) dialog antaragama dan peradaban untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), trisula adalah tombak bermata tiga. Hajriyanto menggunakan istilah ini untuk menyebut gerakan baru di Muhammadiyah. Di awal abad kedua ini, lanjut Hajriyanto, persyarikatan memulai mencanangkan apa yang disebut dengan Trisula Baru Gerakan Muhammadiyah, yaitu: Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), lembaca kebencanaan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (Lazismu). Ketiganya merupakan pengejawantahan dari jati diri asli gerakan Muhammadiyah yang berdimensi kemanusiaan sejagad yang melintasi golongan, agama, dan sektarianisme yang parokialistik.
Di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, gerakan trisula baru itu mengejawantah melalui Lazismu dan MDMC. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) belum ada di PDM Kota Solo. Kendati demikian, baik Lazismu maupun MDMC telah menorehkan sejarah baru dalam pemberdayaan masyarakat dengan basis ideologi persyarikatan. Kedua “trisula” tersebut telah membantu ribuan orang, kaum duafa, orang-orang fakir-miskin, maupun ribuan orang korban bencana. Dua entitas ini tidak bisa dilihat secara terpisah, melainkan terus berkolaborasi dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan di bawah panji-panji persyarikatan.
Reynal Falah lantas merinci progam Lazismu yang terbagi ke dalam beberapa matra itu. Di bidang pendidikan, Lazismu menyalurkan beasiswa Mentari, dari tingkat taman kanak-anak hingga perguruan tinggi. Selain itu ada program Save of School, yaitu gerakan menyelamatkan sekolah. “Sekolah yang mengalami kemunduran coba kita bantu dari re-branding untuk menarik masyarakat,” jelasnya kepada reporter Langkah Baru, yang menemuinya di Gedung Siti Walidah UMS, beberapa waktu lalu.
Di bidang ekonomi, Lazismu Solo fokus pada pemberdayaan UMKM, bentuknya pemberikan bantuan modal atau pinjaman tanpa bunga. Kebetulan saat ini Lazismu mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan program CSR (corporate social responsibility) sebuah perusahaan di bidang keuangan BPRS Hikmah Khazanah yang sudah masuk tahun ke-3.
Pada program bidang kesehatan, Lazismu Solo menyokong ‘Aisyiyah untuk program pencegahan dan penanggulangan penyakit tuberculosis. Program ini, lanjut Reynal, menjadi masterpiece atau mahakarya Lazismu pusat yang kemudian diturunkan ke Lazismu di daerah. Lazismu Solo akan membangun rumah singgah bagi penderita TB yang lahannya sudah tersedia di dekat Kantor Lazismu Solo di kawasan Komplang, Solo. “Kami sudah mengurus semua persyaratan. Harapannya tahun ini bisa peletakan batu pertama,” ujarnya penuh harap. Lazismu Solo selama ini menyediakan dua kamar di Kantor Lazismu untuk tempat singgah sementara pasien luar kota yang akan berobat ke Solo.
Kembali ke Masjid
Di bidang sosial dakwah, Lazismu punya program Bact to Masjid atau kembali ke masjid. Program ini untuk mengembalikan dan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Selama ini ada persepsi yang tidak pas, seolah masjid hanya sebagai tempat ibadah. Padahal fungsinya luas, sebagai pusat peradaban. Pada zaman Nabi Muhammad, masjid sebagai pusat kegiatan, dakwah, gerakan sosial, ekonomi. “Kita berharap Masjid [yang dikelola] Muhammadiyah bisa mengembalikan fungsi masjid seperti itu,” harapnya. Di bidang sosial, Lazismu lebih banyak memberikan santunan ke fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Termasuk santunan ke guru-guru TK ‘Aisyiyah yang gajinya masih minim.
Di bidang kemanusiaan, Lazismu terus berkolaborasi dengan MDMC, khususnya untuk menghimpun dana kemanusiaan untuk korban bencana. Lazismu Solo mengelola dua ambulance jenazah dan satu ambulance medis. Ambulance ini disediakan untuk umat dan kepentingan kemanusiaan secara luas. “Siapa pun, tanpa memandang latar belakang. Begitu mereka membutuhkan bantuan ambulance pasti akan kita layani,” jelasnya. Lazismu juga mengelola foodtruck humanitarian sebagai layanan menyalurkan bantuan makanan sekaligus sebagai dapur mobile untuk diterjunkan ke kawasan bencana.

MDMC dan Lazismu menyalurkan bantuan air bersih kepada daerah yang mengalami kekeringan saat musim kemarau tahun lalu. (Dok. Lazismu).
Sigap Hadapi Bencana
Bulan Maret menjadi bulan yang super sibuk bagi aktivis MDMC Solo. Seperti beruntun, pada bulan itu, bencana banjir melanda berbagai kawasan di Jawa Tengah. Banjir di Grobogan akibat tanggul Sungai Tuntang jebol. Belasan kecamatan terendam banjir. Cuaca ekstrem musim hujan tak hanya berdampak di Grobogan. Bencana banjir juga melanda Kota Semarang, Demak, hingga Kudus dalam waktu hampir bersamaan. Ribuan warga jadi korban. Mereka harus mengungsi ke tempat yang aman.
Sebagai lembaga penanggulangan bencana milik Muhammadiyah, MDCM tak bisa tinggal diam. Ketua MDMC Kota Solo, Teguh Wahyudi, beserta pengurus, dan relawan sigap berkoordisasi dengan stakeholders di Muhammadiyah lainnya untuk mengirimkan bantuan. Meski tengah berpuasa, para relawan tetap berkhidmat membantu sesama. MDMC Solo bergabung dengan tim MDMC Jawa Tengah maupun MDMC Kabupaten/Kota lainnya di menyiapkan langkah strategis penanggulangan bencana. Pada Kamis (14/3/2024), MDMC Solo mengirim tim sebanyak lima orang untuk mengevakuasi dan penjemputan korban banjir di Semarang untuk dipindah ke tempat yang aman. Pihaknya juga mengirimkan logistik berupa pakaian, sembako, kebutuhan anak balita, kebutuhan MCK ke Markas Komando MDMC Jawa Tengah.
Baca juga tajuk: Memperkuat Misi Kemanusiaan tanpa Batas
MDMC juga mengirim tim sebanyak tujuh orang ke Grobogan. Tak ketinggalan, MDMC menerjunkan tim ke Demak karena banjir ternyata meluas ke Demak dan Kudus. “Bantuan-bantuan tersebut untuk meringankan korban banjir,” ujar Teguh Wahyudi kepada reporter muhammadiyahsolo.com, Jumat (22/3/2024). Saat menjalankan misi kemanusiaan itu, MDMC tidak sendirian. MDMC berkolaborasi dengan beberapa pihak di Muhammadiyah, antara lain RS PKU Muhammadiyah dan RS PKU Muhammadiyah Sampangan untuk suplai obat-obatan, Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), maupun Kokam untuk membantu para relawan. Lazismu Solo terus menggalang dana kemanusiaan dari masyarakat untuk menjalankan misi kemanusiaan menolong korban banjir.
Fikih Kebencanaan
Bantuan MDMC ke korban banjir di atas, sesungguhnya hanya “fragmen” atau penggalan aksi kemanusiaan yang telah dilakukan MDMC Kota Solo. Aksi-aksi serupa sering dilakukan tim MDMC Solo begitu ada bencana baik di Kota Solo maupun kawasan lainnya. Dalam perbincangan dengan reporter Majalah Langkah Baru, Hendro Susilo, belum lama ini, Ketua MDMC Kota Solo, Teguh Wahyudi, mengatakan kerja-kerja kemanusiaan MDMC sebenarnya merupakan implementasi dari Fikih Kebencanaan yang telah disusun Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2015. Dalam buku tersebut, sebagai pedoman sehari-hari, Fikih Kebencanaan dapat dijadikan tuntunan untuk menghindari perilaku yang dapat merusak lingkungan dan mendatangkan bencana. Selain itu, Fikih Kebencanaan menyuarakan keberpihakan pada kaum duafa dan kelompok-kelompok yang potensial tereksploitasi dan terpinggirkan. Perlindungan terhadap kelompok rentan ini juga berarti penyelamatan kemanusiaan.
Baca juga artikel ini: Memahami Gerakan Sosial Muhammadiyah
“Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dakwah amar makruf nahi munkar yang dikelola dengan manajemen modern harus selalu berupaya untuk menjadi yang pertama datang ke lokasi bencana dan selalu berkomitmen untuk menjadi yang terakhir meninggalkannya,” begitu salah satu kutipan dari buku Fikih Kebencanaan. Teguh Wahyudi melanjutkan, dalam menghadapi risiko bencana, tim MDMC selalu melakukan langkah sesuai prosedur. Dimulai dari kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat hingga tahap rekonstruksi. Dalam menjalankan misi kemanusiaan, tim MDCM selalu mengirim tim relawan untuk melakukan asesmen. Dari data hasil asesmen itu akan terpetakan kebutuhan untuk korban bencana, termasuk memetakan parah tidaknya bencana. “Dari data itu baru ambil keputusan mana yang akan kita bantu lebih dulu dan kita kasih bantuan apa,” jelas Teguh. Langkah asesmen ini penting agar bantuan tidak menumpuk di tempat tertentu dan korban bencana bisa merasakan manfaatnya.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan, tim MDMC akan memprioritaskan kawasan yang belum tersentuh bantuan organisasi lainnya. Hal ini penting agar bantuan bisa merata ke semua korban bencana. Meski tim kebencanaan banyak yang terjun ke lokasi bencana, tim MDCM mencoba memberi nilai lebih dalam setiap aksi kemanusiaan.
Tim MDMC tidak hanya hadir pada saat terjadi bencana saja, melainkan akan terus hadir hingga pascabencana. Tahap rekonstruksi menjadi tahap penting dalam setiap penanggulangan bencana agar para korban bencana bisa hidup normal. Seperti yang dilakukan MDMC dan Lazismu Solo terhadap korban kebakaran di Pasar Kliwon, Kota Solo. Dua organisasi di bawah persyarikatan ini berkolaborasi membangun kembali empat rumah warga dan satu fasilitas umum berupa gedung pertemuan warga. Ini sebagai wujud pemberdayaan Muhammadiyah kepada yang membutuhkan. Untuk apa? agar mereka bisa kembali tersenyum. Seperti senyuman para korban kebakaran. Senyuman para pendidik TK ‘Aisyiyah. (Hendro Susilo, Setyo N.)
Sumber: Laporan Utama Majalah Langkah Baru, edisi Maret-Juni 2024
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....
Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...
Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...
Andy Ratmanto Sampaikan Kultum Salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah Danukusuman
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banjarsari, Kota Solo, Andy Ratmanto, belum lama ini menyampaikan kultum salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah yang dikelola...
FGM Boyolali Siapkan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah Se-Kabupaten
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi persiapan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali baik guru SD/MIM, SLTP/MTSM/ SLTA Muhammadiyah pada Selasa...
Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah...





