Panen Raya Lazismu Bangkitkan Pemberdayaan Petani di Kabupaten Wajo

 

KABUPATEN WAJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Melalui program Tani Bangkit yang ada di Pilar Ekonomi, acara bertajuk “Panen Raya Lazismu Wajo” digelar di Tomodi, Kelurahan Pattirosompe, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo pada Rabu (05/10). Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 yang akan diselenggarakan pada bulan November di Kota Solo, Jawa Tengah. Program Tani Bangkit di Kabupaten Wajo merupakan jalinan sinergi antara Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud; Ketua DPRD Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna; jajaran Forkopimda; Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago; Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, Alimuddin; dan Ketua Lazismu Wajo, Sulaeman Nyampa. Selain itu juga turut berhadir Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi RI, Supomo bersama jajaran; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo, Syekh Haedar Kadir; Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Wajo, Ambo Mai; Camat Tempe, Supardi bersama para lurah; para kader Muhammadiyah serta undangan lainnya.

Bupati Wajo, Amran Mahmud dalam sambutannya menegaskan, dengan luas lahan persawahan yang dimiliki, Kabupaten Wajo jadi salah satu penyangga utama produksi padi terbesar di Sulawesi Selatan. Sektor terkait diharapkan terus berinovasi untuk pengembangan ke depan. Meski luas lahan persawahan di Kabupaten Wajo bukanlah yang terbesar di Sulawesi Selatan, dari segi produksi kabupaten yang memiliki julukan Bumi Lamaddukelleng ini dapat bersaing. “Hal ini disebabkan karena Wajo memiliki lahan persawahan yang beragam. Ada yang tadah hujan, ada semi teknis, dan ada lahan persawahan teknis,” tegasnya.