PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fenomena El Nino “Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan istilah ilmiah resmi. Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Kuswaji Dwi Priyono, menjelaskan istilah “Godzilla” hanya menggambarkan kekuatan El Nino yang sangat besar atau super.
“El Nino merupakan fenomena kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini menyebabkan perubahan tekanan udara yang berdampak pada pergerakan angin global. Akibatnya, wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih panjang,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).
Kuswaji menyebut fenomena ini memiliki siklus periodik sekitar 5 hingga 7 tahun dengan intensitas yang bisa berbeda setiap siklusnya, mulai dari lemah hingga sangat kuat. El Nino “Godzilla” merujuk pada fase terkuat dari siklus tersebut.
Pada tahun 2026, terdapat peluang sekitar 70 persen terjadinya El Nino. Fenomena ini diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan tahun dan dampaknya dapat berlangsung hingga akhir tahun dengan intensitas yang belum bisa dipastikan.
“Dampak utama dari El Nino kuat adalah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan. Kondisi ini berpotensi memicu kemarau panjang di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, musim kemarau yang biasanya berakhir pada Oktober bisa bergeser hingga Desember,” papar Kuswaji.

Ilustrasi El Nino menyebabkan sawah kering.
Saat ini Indonesia masih berada dalam masa pancaroba. Peralihan dari angin muson barat ke muson timur menyebabkan cuaca tidak menentu sebagai bagian dari dinamika iklim yang normal terjadi setiap tahun. Wilayah Indonesia Timur memiliki risiko lebih besar terdampak El Nino karena secara geografis lebih dekat dengan Samudera Pasifik, sehingga intensitas panas dan kekeringan bisa lebih ekstrem.
Selain kekeringan, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah penurunan produksi pertanian yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional, serta gelombang panas yang berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi geografis Indonesia yang berada di antara dua samudra dan dua benua. Interaksi antara Samudera Hindia dan Pasifik serta Benua Asia dan Australia menciptakan dinamika iklim yang kompleks. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap anomali cuaca,” tambahnya.
Deforestasi dan alih fungsi hutan juga memperparah dampak yang terjadi karena mengurangi kemampuan tanah menyerap air dan mengganggu keseimbangan siklus air.
Kuswaji mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada, dengan mendorong upaya mitigasi seperti penghijauan, konservasi air, pembuatan biopori, dan penyerapan air hujan ke dalam tanah. Ia juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, termasuk kegiatan penghijauan dan edukasi yang aktif dilakukan UMS bersama mahasiswa.
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...
Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...
Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...
Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...
UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer
SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...
PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji
GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...
Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul
GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...
Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...
Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...







