Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Memperkuat Daya Nalar, Mengubah Metode Pembelajaran

Hendro Susilo (Pengajar di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta/LPMP Kottabarat), Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 21 Oktober 2022 18:48 WIB
Memperkuat Daya Nalar, Mengubah Metode Pembelajaran

Kondisi pendidikan saat ini masih begitu buruk. Proses pembelajaran dilakukan dengan dangkal. Lembaga pendidikan tidak lagi mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya sebagaimana tujuan pendidikan nasional. Untuk itu, perlu transformasi secara serius yang dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan. Pembelajaran yang mendalam dan berorientasi pada kompetensi dan karakter menjadi kebutuhan penguasaan keterampilan abad 21 ini.

Upaya mewujudkan keterampilan abad 21 ini masih terkendala akibat rendahnya nalar berpikir siswa. Suasana kelas yang “irit bicara” bisa menjadi sinyalemen awal rendahnya daya nalar siswa. Jika nalar masih rendah, jangan harap kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), kolaboratif (collaboration), dan komunikatif (communication) sebagai kemampuan penting abad 21 ini bisa dimiliki oleh anak didik.

Makna cerdas saat ini sudah berbeda dengan zaman dulu. Dulu, cerdas dilihat berdasarkan perolehan nilai. Sementara itu, saat ini cerdas adalah memiliki nalar yang tinggi, bukan semata-mata dilihat pada nilai.

Naskah akademik terkait kebijakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri telah beredar. Kini, seleksi masuk perguruan tinggi negeri menggunakan tes skolastik. Tes tersebut menekankan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Kebijakan baru tes skolastik akan mulai diterapkan sejak tahun 2023.

Pengukuran kemampuan potensi kognitif (logika), penalaran matematika, literasi bahasa Indonesia dan literasi bahasa Inggris menjadi tolok ukur seleksi. Kita tentu berharap, seleksi berbasis tes skolastik ini dapat mendorong pembelajaran yang mendalam untuk mengasah daya nalar melalui semua mata pelajaran. Lantas, bagaimana strategi sekolah menghadapi situasi seperti ini?

Cerdas identik dengan daya nalar yang baik. Mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dapat membantu menumbuhkan daya nalar, membangun pemikiran kritis, memecahkan masalah, sekaligus memastikan mereka memahami pelajaran. Metode-metode pembelajaran yang mengaktifkan kognitif, sensorik dan fisik menjadi pilihan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi dan aktivitas belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Metode pembelajaran dengan cerita juga ikut memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Bukan hanya menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, tetapi juga mengembangkan bahasa dan pikiran siswa. Menceritakan kembali isi bacaan akan mendorong ingatan siswa. Selain itu, siswa juga akan belajar mencari intisari ataupun menarik kesimpulan. Tentu, ini menjadi ajang bagi siswa untuk memperkuat literasi.

Meningkatkan daya ingat siswa juga bisa dilakukan melalui musik dan bernyanyi. Permainan musik dapat meningkatkan kecerdasan siswa dan menumbuhkan nalar kritis. Selain itu, musik juga dapat menumbuhkan apresiasi, proses kreatif, dan proses memahami orang. Menurut Najeela Shihab, siswa memiliki hingga 22 kali lipat kesempatan lebih baik dalam belajar sains jika mereka belajar musik. Para peneliti sains pemenang nobel adalah orang-orang yang sempat mendapatkan pendidikan musik yang baik. Selain mendidik berpikir kritis dan analitis, musik juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti harmoni atau keseimbangan, berproses bersama, dan kolektivisme.

Terus berlatih kemampuan bernalar bisa dilakukan dengan berbagai hal di kelas. Misalnya menonton video pembelajaran, membaca, mengerjakan soal-soal, serta menciptakan karya dan kreasi untuk memahami suatu topik. Selain melatih nalar, hal lain yang penting adalah  menumbuhkan mental siswa yang kuat untuk berproses dan terus bersemangat dalam berproses dan belajar. Jalan pintas dalam belajar seperti mencontek atau curang adalah pilihan yang keliru. Kesabaran siswa dalam proses memahami dan mendalami suatu topik menjadi karakter yang perlu diperhatikan selain ikhtiar membangun daya nalar siswa yang kuat. Selamat berproses!

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment