TANTANGAN MUHAMMADIYAH DALAM PERAN KESEMESTAAN

 

Oleh  : Muhammad Izzul Muslimin

Hari ini (8 Dzulhijjah 1440 H) Persyarikatan Muhammadiyah genap berusia 110 tahun berdasarkan hitungan hijriyah. Insya Allah satu tahun lagi Muhammadiyah akan menggelar perhelatan Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan mengangkat tema “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta”. Tema ini diambil tentu bukan tanpa maksud. Muhammadiyah ingin menunjukkan dua peran yang selama ini sudah dijalankan; 1). Menjadi bagian penting dari proses merawat, mengembangkan, dan memajukan bangsa Indonesia. 2). Ikut berperan dalam menciptakan kesejahteraan dan perdamaian dunia. Keduanya sudah layak menjadi visi Muhammadiyah yang telah memasuki usia lebih dari satu abad. Tetapi visi itu sekaligus merupakan perwujudan dari tugas dan fungsi kekhalifahan sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 30:

وَاِذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ