
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah sistem yang diharapkan mampu menyatukan penentuan awal bulan Hijriah di seluruh dunia.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang juga narasumber dalam kajian Pengajian Ramadan PWM Jateng se-Solo Raya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Agus Purwanto, menjelaskan secara sederhana KHGT dapat dipahami sebagai penyamaan tanggal Hijriah secara global.
“Maksudnya, satu Ramadan itu satu tanggal (bersama-sama) di kalender Masehi. Jadi misal satu Ramadan itu 19 Februari, maka di seluruh muka bumi pun akan sama,” jelasnya, Minggu (8/3/2026). Selama ini, menurutnya, perbedaan penentuan awal bulan Hijriah masih sering terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan pergantian bulan qamariyah yang kemudian dikaitkan dengan kalender syamsiyah (Masehi).
Ia menuturkan, gagasan kalender Hijriah global bukanlah konsep baru. Ide tersebut telah melalui perjalanan panjang sejak hampir satu abad lalu. Pada 1939, seorang ahli hadis asal Mesir, Syekh Ahmad Muhammad Syakir, pertama kali mengusulkan penggunaan kalender Islam global.
Perkembangan gagasan ini kemudian berlanjut pada berbagai forum internasional. Pada 1978, pembahasan mengenai kalender global kembali dilakukan di Turki, kemudian diperkenalkan konsep kalender Islam global oleh Muhammad Ilyas.
Selanjutnya, pada 2008 lahir Deklarasi Dakar dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyerukan pentingnya penyatuan kalender Hijriah bagi umat Islam di dunia. Di Indonesia, Muhammadiyah juga aktif mendorong gagasan tersebut.

Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah sistem yang diharapkan mampu menyatukan penentuan awal bulan Hijriah di seluruh dunia. (Humas)
Pada 2015, Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar memberikan amanat untuk mengembangkan kalender Hijriah global. Setahun kemudian, dalam konferensi internasional kalender Islam di Istanbul pada 2016, para ahli menghasilkan konsensus mengenai konsep Kalender Hijriah Global Tunggal.
Muhammadiyah kemudian melanjutkan pengembangan konsep ini melalui Majelis Tarjih dan Tajdid. Pada 2021, Muhammadiyah mulai mengembangkan prototipe KHGT yang kemudian dibahas lebih lanjut dalam berbagai forum ilmiah.
Hingga akhirnya pada 2024, Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih di Pekalongan menetapkan keputusan penggunaan KHGT sebagai arah pengembangan kalender Islam yang akan digunakan Muhammadiyah di masa mendatang. “Jadi KHGT bukan ide kemarin sore, melainkan sudah merupakan ide dari 1938,” ujar Agus.
Menurutnya, konsep KHGT juga tidak bertentangan dengan dalil-dalil keislaman. Ia menjelaskan baik Al-Qur’an maupun hadis memberikan dasar penggunaan metode hisab dan rukyat dalam penentuan waktu ibadah. Selain itu, konsep ini juga dilandasi oleh semangat universalisme Islam dan persatuan umat. “Dasar lainnya adalah universalisme Islam, kesatuan umat, haji dan Arafah,” tambahnya.
Dalam keputusan Muhammadiyah, KHGT dibangun di atas beberapa prinsip utama, yakni penerimaan metode hisab sebagai dasar penentuan kalender, konsep transfer imkanur rukyat, kesatuan kalender secara mutlak, keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, serta penerimaan garis tanggal internasional.
Dengan prinsip tersebut, KHGT diharapkan mampu menghadirkan keseragaman tanggal Hijriah sekaligus kesesuaian dengan kalender Masehi secara global. Artinya, apabila suatu wilayah di dunia telah memenuhi kriteria awal bulan berdasarkan perhitungan hisab, maka wilayah lain di dunia akan mengikuti penetapan tersebut dengan prinsip matla’ global.
PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...
Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...
Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...
Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...
Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...
Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...
Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...
Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...
FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...
Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...
Muhammadiyah Perlu Lebih Jeli Menangkap Momen dan Media untuk Dakwah
BANDUNGAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Muhammadiyah dinilai masih kurang maksimal dalam memanfaatkan momentum dan media sebagai sarana dakwah. Hal tersebut disampaikan Ustaz Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah...





