
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”
Program ini merupakan kegiatan konsorsium bersama seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia yang diselenggarakan secara bergilir oleh berbagai kampus Muhammadiyah. KKN Mas Berdampak ini akan dilaksanakan mulai 27 Juli-11 September 2026 bertempat di Malang, Jawa Timur, hanya untuk 50 mahasiswa terpilih. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 18 April 2026.
Direktur Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS, Prof. Sarjito, menjelaskan bahwa partisipasi UMS dalam program ini merupakan bagian dari komitmen PTMA untuk memperkuat sinergi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, KKN MAs bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa, melainkan forum kolaboratif antar mahasiswa PTMA dari berbagai daerah. “Program KKN MAs adalah program konsorsium bersama semua Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah/PTMA yang diselenggarakan bergilir, yang sebelumnya di UM Riau, UMS, UM Bangka Belitung, UM Makassar, dan sebelumnya lagi di UM Mataram,” jelasnya, Senin (16/3/2026).
Meskipun penyelenggaraan kegiatan tahun ini berada di kampus lain, UMS tetap memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Sarjito menyampaikan bahwa UMS tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam struktur kepanitiaan pusat yang mengarahkan jalannya program.
“Peran UMS sebagai Panitia pusat KKN MAs, sbg inisiator, steering committee, pengarah sekaligus sbg kontributor,” ungkapnya. Ia menambahkan keterlibatan mahasiswa dalam program KKN lintas PTMA memberikan banyak manfaat, terutama dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan menghadapi kehidupan di masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.” (Humas)
Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah juga menjadi ruang belajar yang penting bagi pengembangan perspektif kebangsaan dan keumatan. “Manfaat mahasiswa memperoleh soft skill, bermasyarakat, belajar memecahkan masalah yang dibutuhkan masyarakat, memberdayakan masyarakat, bekal mental di dunia nyata setelah lulus,” ujar Sarjito.
Bagi mahasiswa UMS yang ingin mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu kriteria utama adalah capaian akademik yang baik, sebagai indikator kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. “Di leafletnya, kami mencantumkan persyaratan mahasiswa minimal semester 5. IPKnya minimal 3.00, lulus tes baca tulis Al-Qur’an LPPIK UMS, aktif berorganisasi, dan mendapat persetujuan dari prodi,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, KKN MAs mengangkat tema ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal. Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengembangkan kemandirian pangan berbasis potensi daerah.
Untuk memastikan mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata, UMS akan memberikan berbagai pembekalan sebelum keberangkatan. “Sebelum terjun mahasiswa akan diberikan pembekalan, melibatkan kepala daerah setempat, lurah, camat, bupati, gubernur, Kementerian Diktisaintek dan panitia, juga rektor setempat,” terangnya.
Melalui program ini, UMS berharap dapat mengirimkan mahasiswa terbaik yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat. Pengalaman KKN lintas daerah diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus. “Terpilih mahasiswa yang mumpuni, pelaksanaannya lancar, berdampak positif pada masyarakat dan mahasiswa mendapatkan pengalaman baik, untuk bekal pada kehidupan nyata,” ujarnya,
IYSA Sambut Tawaran UMS, Siap Jadi Jembatan Mahasiswa ke Ajang Ilmiah Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) sebagai langkah memperkuat rekognisi institusi di tingkat global dan...
Dukung Kampus Hijau, FT UMS Resmikan Water Station di Tiga Titik Strategis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan fasilitas Water Station, Senin (27/4/2026), di Hall Gedung H. Inisiatif ini menjadi langkah konkret...
Inovasi Green Cosmetic UMS, Sampo Antiketombe Jeruk Nipis Raih Titel di JISF 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Medal dalam Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 yang digelar pada 24–27 April 2026...
Hardiknas 2026, Rektor UMS Dorong Budaya Belajar Sepanjang Hayat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Induk Siti Walidah, Sabtu (2/5/2026). Upacara berlangsung khidmat...
Bahan Ajar IPAS Pesona Jepara, Inovasi Disertasi Doktor UMS Padukan Budaya Lokal dan STEAM
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Erna Zumrotun, mahasiswa program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang terintegrasi dengan...
Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...
Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...
Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...
Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...
Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...
OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...
Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...





