Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Batas Pendaftaran KKN Mas UMS 2026 Hari Ini! Intip Syaratnya

Adi Humas, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 18 Maret 2026 13:50 WIB
Batas Pendaftaran KKN Mas UMS 2026 Hari Ini! Intip Syaratnya
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah - ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.” (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”

Program ini merupakan kegiatan konsorsium bersama seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia yang diselenggarakan secara bergilir oleh berbagai kampus Muhammadiyah. KKN Mas Berdampak ini akan dilaksanakan mulai 27 Juli-11 September 2026 bertempat di Malang, Jawa Timur, hanya untuk 50 mahasiswa terpilih. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 18 April 2026.

Direktur Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS, Prof. Sarjito, menjelaskan bahwa partisipasi UMS dalam program ini merupakan bagian dari komitmen PTMA untuk memperkuat sinergi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, KKN MAs bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa, melainkan forum kolaboratif antar mahasiswa PTMA dari berbagai daerah. “Program KKN MAs adalah program konsorsium bersama semua Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah/PTMA yang diselenggarakan bergilir, yang sebelumnya di UM Riau, UMS, UM Bangka Belitung, UM Makassar, dan sebelumnya lagi di UM Mataram,” jelasnya, Senin (16/3/2026).

Meskipun penyelenggaraan kegiatan tahun ini berada di kampus lain, UMS tetap memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Sarjito menyampaikan bahwa UMS tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam struktur kepanitiaan pusat yang mengarahkan jalannya program.

“Peran UMS sebagai Panitia pusat KKN MAs, sbg inisiator, steering committee, pengarah sekaligus sbg kontributor,” ungkapnya. Ia menambahkan keterlibatan mahasiswa dalam program KKN lintas PTMA memberikan banyak manfaat, terutama dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan menghadapi kehidupan di masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah - ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.” (Humas)

Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah juga menjadi ruang belajar yang penting bagi pengembangan perspektif kebangsaan dan keumatan. “Manfaat mahasiswa memperoleh soft skill, bermasyarakat, belajar memecahkan masalah yang dibutuhkan masyarakat, memberdayakan masyarakat, bekal mental di dunia nyata setelah lulus,” ujar Sarjito.

Bagi mahasiswa UMS yang ingin mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu kriteria utama adalah capaian akademik yang baik, sebagai indikator kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. “Di leafletnya, kami mencantumkan persyaratan mahasiswa minimal semester 5. IPKnya minimal 3.00, lulus tes baca tulis Al-Qur’an LPPIK UMS, aktif berorganisasi, dan mendapat persetujuan dari prodi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, KKN MAs mengangkat tema ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal. Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengembangkan kemandirian pangan berbasis potensi daerah.

Untuk memastikan mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata, UMS akan memberikan berbagai pembekalan sebelum keberangkatan. “Sebelum terjun mahasiswa akan diberikan pembekalan, melibatkan kepala daerah setempat, lurah, camat, bupati, gubernur, Kementerian Diktisaintek dan panitia, juga rektor setempat,” terangnya.

Melalui program ini, UMS berharap dapat mengirimkan mahasiswa terbaik yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat. Pengalaman KKN lintas daerah diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus. “Terpilih mahasiswa yang mumpuni, pelaksanaannya lancar, berdampak positif pada masyarakat dan mahasiswa mendapatkan pengalaman baik, untuk bekal pada kehidupan nyata,” ujarnya,

Berita Terbaru

Beasiswa Hafidz Al-Qur’an UMS Buka Jalan Mahasiswa Kembangkan Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026 terus menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa. Hingga 14 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai...

Bukan Cuma Kuliah, UMS Buka Jalan Mahasiswa Raih Pengalaman Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global melalui Program Global Exposure. Program ini menjadi bagian dari...

Kembangkan Inovasi Pembelajaran IPA, UMS Kukuhkan Dua Doktor Baru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan dua doktor baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Sidang Ujian Promosi Doktor, Kamis (13/8/2026)....

BiblioBattle 2026 UMS Dorong Budaya Literasi dan Berpikir Kritis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mendorong budaya literasi, pemikiran kritis, dan kolaborasi akademik. Komitmen tersebut...

Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa Fisioterapi UMS Skrining Keseimbangan Lansia

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan skrining keseimbangan kepada anggota Prolanis Anggrek Mojolaban melalui kegiatan bertajuk...

118 Mahasiswa Baru UMS Teken MoU Beasiswa, Siap Kontribusi bagi Kampus dan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 118 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) penerima beasiswa mengikuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa di Ruang Seminar Lantai 7,...

Pengabdian di Malaysia, Mahasiswa UMS Perkuat Pembelajaran dan Wawasan Kebangsaan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi dari Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) atas pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PkM-KI). Apresiasi diberikan...

Bio-Chest UMS Padukan Kemasan Hayati dan IoT untuk Jaga Kualitas Ikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia...

UMS Dampingi FORTASI, Kreativitas Siswa Jadi Daya Tarik Peserta Didik Baru

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta...

Tak Lagi Sekadar Ranking, UMS Dorong SDGs Jadi Napas Caturdarma

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA). Langkah tersebut menjadi...

Lima Tim PPK Ormawa UMS Siap Dorong Inovasi dan Potensi Lokal di Boyolali

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi...

UMS Kembangkan Model Ekonomi Sirkular Desa Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah di Boyolali

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan...