Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

MDMC JATENG TERJUNKAN TIM ALFA RESPON BENCANA GEMPABUMI KE MAMUJU SULAWESI BARAT

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Selasa, 19 Januari 2021 08:54 WIB
MDMC JATENG TERJUNKAN TIM ALFA RESPON BENCANA GEMPABUMI KE MAMUJU SULAWESI BARAT
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim MDMC Jawa Tengah siap berangkat ke Sulawesi Barat

 

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Indonesia kembali diguncang gempabumi. Kali ini gempabumi melanda Provinsi Sulaweai Barat. Gempa pertama terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB dengan kekuatan M.5,9 pada kedalaman 10 km. Pusat gempa dilaporkan berada di darat 4 km Barat Laut Majene. Gempa yang kedua terjadi pada tanggal 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB dengan kekuatan yang lebih besar terekam M.6,2 pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa 6 km Timur Laut Majene. Menurut BMKG guncangan gempa cukup kuat di daerah sekitar lokasi pusat gempa dan diperkirakan pada skala intensitaa V-VI MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa berada di darat.

Gempabumi telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana. Menurut laporan BNPB per tanggal 15 Januari 2021 pukul 20.00 WIB gempa Sulbar ini mengakibatkan 42 orang meninggal dunia, 189 orang mengalami luka berat dan 637 orang luka ringan. Di Kabupaten Majene dan Mamuju lebih dari 15.000 orang telah mengungsi. Gempa merusak bangunan penting seperti Kantor Gubernur, rumah sakit dan rumah warga. Fasilitas pasokan energi (listrik, telekomunikasi, SPBU, LPG dan SPBE) terdampak dan belum bisa beroperasi.

Mensikapi kejadian tersebut MDMC Jawa Tengah memutuskan memberangkatkan tim penanganan darurat bencana setelah mendapatkan instruksi dari MDMC PP Muhammadiyah. Selanjutnya 10 relawan Muhammadiyah denga n berbagai kualifikasi dipersiapkan sejak kedatangan mereka di Markas SAR Muhammadiyah di Wonodri Semarang. Selanjutnya selama satu hari pada 16 Januari 2021 seluruh anggota tim mendapatkan breifing pengarahan dari Naibul Umam selaku Ketua dan Chairil Anam selaku koordinator bidang tanggap darurat MDMC Jateng.

Komandan MDMC Jawa Tengah saat membriefing tim yang akan berangkat ke Sulawesi barat

“Kami berikan arahan sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya agar tim Alfa ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. Sebelum mereka kami terjunkan ke lokasi bencana harus bisa memetakan situasi dan kondisi di lokasi bencana sedetail mungkin. Mereka juga harus bisa mempersiapkan rencana operasi bahkan dalam situasi terburuk sekalipun”, demikian ujar Umam.

Tim Alfa MDMC Jateng ini mendapatkan tugas utama melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi warga terdampak. Menurut keterangan Chairil Anam mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi covid-19. “Tim kami minta membawa perlengkapan tambahan seperti hazmat, faceshield, google, sarung tangan dan handsanitizer. Ini sangat penting karena kami juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan tim dalam menjalankan tugas”, ujar Anam yang juga ikut berangkat bersama tim MDMC PP Muhammadiyah dari Yogyakarta.

Umam juga menambahkan bahwa sebelum mereka berangkat telah menjalani pemeriksaan rapid antigen dan hasilnya semua negatif. “Selain rapid antigen mereka juga telah mendapatkan vaksin tetanus karena jenis tugas mereka yang akan bergelut dengan bangunan roboh dan puing puing akibat gempa. Semua harus kita persiapkan semaksimal mungkin agar tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan di kemudian hari”, demikian penuturan Umam.

Di akhir sambutan laporannya, Umam mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan kepada Lazismu yang telah memberikan dukungan sepenuhnya sejak mulai persiapan keberangkatan tim ini.

Ketua PWM Jateng saat melepas Tim MDMC

Keberangkatan tim MDMC Jateng ini secara khusus dilepas oleh Drs. H. Tafsir selaku Ketua PWM Jateng di Gedung PWM pada hari Ahad 17 Januari 2021 pukul 11.00 WIB. Dalam tausiyahnya Ketua PWM mengingatkan sebuah hadist Nabi tentang kesempurnaan iman. “Ada tiga tanda-tanda kesempurnaan iman yang pertama kesadaran iman sehingga kita harus sadar diri. Sadar diri karena kita kuat maka menolong yang lemah. Sadar diri karena kita mampu maka membantu yang kekurangan. Yang kedua membangun rasa aman untuk seluruh umat manusia juga untuk seluruh alam. Kehadiran kita di semua tempat di muka bumi harus bisa membuat yang lain merasa aman dan bukan sebaliknya. Yang ketiga tanda-tanda dari kesempurnaan iman adalah menginfaqkan sebagian yang kita miliki untuk membangun kebaikan. Yang kita miliki bisa harta, waktu, tenaga dan pikiran”, demikian amanah yang disampaikan.

Selain itu Ketua PWM juga berpesan kepada relawan Muhammadiyah yang akan berangkat ke Mamuju untuk selalu jaga kesehatan, jaga ucapan dan jaga tindakan mengingat tugas-tugas kemanusiaan yang cukup berat di lokasi bencana yang jauh dari rumah masing-masing.

Setelah upacara selesai, selanjutnya tim Alfa ini berangkat melalui bandara Ahmad Yani Semarang pukul 15.00 WIB menuju Jakarta (transit pertama). Selanjutnya terbang menuju Makassar (transit kedua) dan dijadwalkan tiba di bandara Mamuju 1 hari berikutnya tanggal 18 Januari 2021 pukul. 12.00 WIB. Setibanya di Mamuju tim ini akan menuju Pos Koordinasi Muhammadiyah yang berada di Pusat Dakwah Muhammadiyah Mamuju Sulawesi Barat Jl. Soekarno Hatta.  (11.02)

Berita Terbaru

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Cetak Dai Muda, PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Luncurkan Modul Khitobah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMu) Manafi’ul ‘Ulum menggelar Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan wisuda santri SMP dan SMA serta peluncuran...

Belajar Bernapas di Tengah Sesak

Indonesia tidak sedang perang. Mal-mal masih ramai. Konser musik tetap dipenuhi lautan manusia. Kafe-kafe baru terus bermunculan. Linimasa media sosial dipenuhi video liburan, diskon besar-besaran,...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Dari Kampung Sewu ke Dunia Pergerakan: Parikrangkoengan, SATV, dan Gerakan Sosial Islam di Surakarta (Bagian I)

Pendahuluan Surakarta pada medio 1910-an hingga 1930-an adalah penggalan epos sejarah yang selalu menarik untuk dikaji ulang. Periode itu oleh para sejarawan lazim disebut sebagai...

Nilai TKA SD Muhammadiyah PK Kottabarat Melampaui Rata-Rata Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, mengikuti kegiatan akhirusanah di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026). Dari...

TKA dan Ancaman Marjinalisasi Ismuba

Kebijakan asesmen pendidikan Indonesia kembali memantik kegelisahan pada relung pembelajaran di Muhammadiyah, khususnya bagi pendidikan Ismuba (Al Islam, Ke-Muhammadiyahan dan Bahasa Arab). Tes Kemampuan Akademik...