
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ki Agung Sudarwanto, memperagakan teknik membedah geguritan (puisi Jawa) secara mendalam sebagai bagian dari Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa Jawa Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya membumikan Bahasa Jawa sekaligus mendorong para guru menguasai teknik analisis sastra agar mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan apresiasi budaya pada peserta didik.
Dalam peragaan tersebut, Ki Agung mengupas struktur dan estetika sebuah geguritan. Menurutnya, membedah karya sastra tidak cukup hanya membaca isi teks, tetapi juga menganalisis unsur intrinsik maupun ekstrinsik yang membangun karya secara utuh.
“Pendekatan ini membantu pembaca memahami cara penyair menghadirkan makna, pesan, gaya bahasa, hingga konteks sosial budayanya,” ujarnya. Ia menjelaskan sedikitnya terdapat tujuh unsur intrinsik yang perlu dipahami dalam mengkaji geguritan.
Hal itu yakni tema sebagai gagasan pokok atau pandangan hidup penyair, alur sebagai rangkaian gagasan antarbait, karakter atau sudut pandang penutur (pamawas), latar yang meliputi tempat, waktu, dan suasana, gaya bahasa melalui pilihan diksi, purwakanthi, dan majas, pesan moral (pitutur), serta struktur karya yang menyatukan seluruh unsur menjadi satu kesatuan.

Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ki Agung Sudarwanto, memperagakan teknik membedah geguritan (puisi Jawa) secara mendalam sebagai bagian dari Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa Jawa Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut Ki Agung, beberapa geguritan, terutama yang berbentuk balada, juga memiliki alur dan penokohan yang kuat layaknya sebuah cerita. “Oleh karena itu, analisis geguritan yang presisi sangat penting diterapkan di kelas,” katanya.
Ia berharap metode pembelajaran sastra yang kontekstual dapat menjadi bekal bagi para guru sehingga siswa tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga memahami makna, mengapresiasi nilai budaya, dan mengekspresikan gagasannya.
Ki Agung merupakan alumnus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta. Ia juga kerap dipercaya menyusun naskah dan mengarahkan pementasan wayang, termasuk melibatkan dalang asal Tiongkok di berbagai daerah seperti Nganjuk, Surabaya, Semarang, dan Madura.
“Sewaktu kecil, saya pernah diundang pentas di rumah Ki Manteb Soedharsono di Karangpandan dan Ki Anom Suroto. Pada 1991, saya ditunjuk TVRI Surabaya untuk siaran dengan lakon Babad Alas Mrentani. Setelah itu saya juga tampil di RRI Semarang dan Sragen di bawah arahan almarhum Ki Prenggo Darsono dan almarhum Ki Gondo Darman,” ujarnya.
Tim Futsal SD Mapan Juara I dan Best Player Turnamen LSBO PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim futsal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Solo atau SD Mapan meraih dua penghargaan dalam Turnamen Futsal yang diselenggarakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga...
SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Sulap Galon Bekas Jadi Minipond
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas”...
International Native Speaker Latih Kepercayaan Diri Siswa SD Muhammadiyah 14 Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Solo menggelar kegiatan International Native Speaker bertema “Speak Globally, Shine Brightly!” pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula...
Sempat Sakit, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Raih Gelar di Ajang Badminton
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Muhammad Fakhri Pratama, siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu, meraih juara II cabang bulu tangkis tunggal putra dalam Lomba Sayap...
Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...
SMP Muhammadiyah 1 Simpon Raih 375 Prestasi dalam 93 Hari
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo mencatatkan 375 prestasi dalam kurun waktu 93 hari. Capaian tersebut berasal dari berbagai bidang akademik dan nonakademik, mulai...
Sekolah Muhammadiyah di Solo Perkuat Tata Kelola Arsip
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Solo mengikuti Workshop Kearsipan Sekolah Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola administrasi dan pengelolaan dokumen kelembagaan. Kegiatan yang menghadirkan Rudi...
Kemah Bakti Hizbul Wathan MTs Muhammadiyah Solo Tanamkan Peduli Alam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- MTs Muhammadiyah Solo menggelar Kemah Bakti Hizbul Wathan (HW) selama tiga hari di Bumi Perkemahan Al Amin, Ngargoyoso, Kamis–Sabtu (22–24/10/2026). Kegiatan ini diikuti...
Parents’ Day, SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Jadi Donutpreneur
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success” di Ruang...
Milad Keenam, SMP Mutu Colomadu Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu (SMP Mutu) memperingati milad ke-6 dengan melibatkan sekitar 250 peserta, terdiri atas siswa kelas VII, VIII, dan...
SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parenting Harmoni
BOYOlALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Paguyuban Wali Murid Kelas VI A SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting Harmoni di kediaman Ketua Paguyuban, Dyah Retnaningsih, Sabtu...
Rayakan Milad ke-29, Guru IGABA Karanggede Hadir di GOR Jatidiri Semarang
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Guru TK/BA ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) se-Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, resmi menghadiri puncak peringatan Milad ke-29 IGABA di...






