Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Bencana Terus Muncul, Guru Besar UMS Ajak Masyarakat Adaptif dan Tangguh

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 20 Januari 2026 13:27 WIB
Bencana Terus Muncul, Guru Besar UMS Ajak Masyarakat Adaptif dan Tangguh
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Guru Besar Optimasi dan Logistik Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Eko Setiawan, menegaskan hidup berdampingan dengan risiko bencana merupakan pilihan rasional sekaligus ikhtiar strategis dalam membangun masyarakat tangguh bencana. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Guru Besar Optimasi dan Logistik Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Eko Setiawan, menegaskan hidup berdampingan dengan risiko bencana merupakan pilihan rasional sekaligus ikhtiar strategis dalam membangun masyarakat tangguh bencana.

Hal tersebut disampaikan Eko dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar bertajuk “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar menuju Masyarakat Tangguh-Bencana”. Ia mengawali paparannya dengan mengutip pernyataan George Santayana, “Those who do not remember the past are condemned to repeat it”, sebagai refleksi atas rentetan bencana alam yang terus terjadi di Indonesia.

“Kita menyaksikan banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatra, erupsi Gunung Semeru, Marapi, dan sejumlah gunung api lainnya. Ini menunjukkan bahwa bencana terjadi semakin sering dan menimbulkan kerugian besar,” ujarnya, Senin, (19/1/2026).

Berdasarkan data Emergency Events Database (EM-DAT), sepanjang tahun 2024 tercatat 393 bencana alam di dunia yang menyebabkan 16.753 kematian, berdampak pada 167,2 juta orang, serta menimbulkan kerugian ekonomi mencapai US$ 241,95 miliar.

Eko menjelaskan posisi geografis Indonesia yang berada di atas Ring of Fire menjadikan negeri ini sangat rentan terhadap bencana. Sekitar 80 persen gempa bumi terbesar dunia terjadi di wilayah tersebut, yang memiliki sekitar 452 gunung berapi aktif. “Sejarah mencatat letusan Krakatau 1883, Tambora 1815, tsunami Aceh, hingga banjir bandang dan longsor yang terjadi belakangan ini. Semua ini menunjukkan bahwa bencana adalah keniscayaan,” jelasnya.

Ia memaparkan, risiko dapat dipahami sebagai kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan dengan konsekuensi negatif. Menurutnya, BNPB merumuskan risiko sebagai hasil perkalian antara bahaya dan kerentanan, serta berbanding terbalik dengan kapasitas. “Artinya, semakin tinggi bahaya dan kerentanan suatu kelompok, serta semakin rendah kapasitasnya, maka semakin besar risiko yang ditanggung,” terangnya.

Menghadapi realitas tersebut, Eko menilai alih-alih menghindari bencana, sesuatu yang hampir mustahil, masyarakat perlu mengembangkan sikap hidup berdampingan dengan risiko bencana. Sikap tersebut memiliki sejumlah dimensi penting.

Pertama, peningkatan kesadaran risiko (risk awareness). Menurutnya, kesadaran yang baik terbukti meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Kesadaran ini dapat ditumbuhkan melalui pendidikan kebencanaan. “Kedua, adaptasi berkelanjutan, termasuk integrasi adaptasi perubahan iklim dengan mitigasi bencana,” lanjutnya.

Perlunya Big Data

Ketiga, pentingnya pengambilan keputusan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Eko menekankan perlunya pemanfaatan big data, machine learning, kecerdasan buatan (AI), serta pengambilan keputusan kebencanaan berbasis bukti (evidence-based disaster decision making). “Di sini pendidikan kembali memegang peran kunci agar manusia well-equipped dalam hidup berdampingan dengan risiko bencana,” tegasnya.

Keempat, integrasi kajian risiko bencana dalam perencanaan pembangunan dan perumusan kebijakan. Menurutnya, pembangunan tanpa mempertimbangkan risiko bencana justru berpotensi memperbesar kerugian di masa depan. Kelima, pelibatan komunitas dan organisasi keagamaan.

Eko menilai, karakter masyarakat Indonesia yang guyub dan religius menjadi modal sosial penting dalam pengurangan risiko bencana. “Pelibatan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah terbukti dapat mengamplifikasi upaya hidup berdampingan dengan risiko bencana. Banyak riset yang mendokumentasikan peran ini,” katanya.

Eko menegaskan risiko bencana akibat potensi bahaya alam merupakan keniscayaan. Oleh karena itu, ketangguhan masyarakat (disaster-resilient society) menjadi krusial. “Masyarakat yang tangguh adalah mereka yang mampu pulih dan bangkit kembali setelah bencana,” ungkap Eko.

Ia menambahkan, berbagai indikator dan indeks ketangguhan telah dikembangkan, di antaranya Disaster Resilience Scorecard for Cities dari UNDRR serta kajian Cutter (2016) tentang indikator ketangguhan masyarakat.

Dalam konteks ini, manajemen bencana menjadi sangat relevan. Ia menjelaskan bahwa manajemen bencana mencakup empat siklus, yaitu mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan dan rekonstruksi. “Mitigasi dan kesiapsiagaan dilakukan sebelum bencana, sedangkan tanggap darurat dan pemulihan dilakukan setelah bencana terjadi,” jelasnya.

Ia menegaskan, berbagai karya UMS di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat dibaca dalam kerangka pikir tersebut, yakni ikhtiar menuju masyarakat tangguh-bencana.

Menutup paparannya, Eko mengajak masyarakat untuk memaknai tanda-tanda kebesaran Allah sebagaimana tertuang dalam QS. Ali Imran ayat 190-191. “Mari kita gunakan berbagai ‘api’ yang telah disediakan Sang Khaliq, yakni akal dan ilmu pengetahuan, untuk membaca tanda-tanda kebesaran-Nya dan membangun ketangguhan menghadapi bencana,” ujarnya.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...