Di era digital ini, status di media sosial bukan sekadar curahan hati, melainkan juga cermin dari siapa kita dan di mana hati kita tertambat. Bagi seorang guru, dunia maya seharusnya menjadi perpanjangan dari ruang kelas — tempat menebar inspirasi, nilai, dan semangat pendidikan.
Namun, betapa sering kita melihat guru-guru lebih sering menulis tentang pekerjaan sampingan, jualan online, promosi usaha, hobi bola hingga mancing mania, atau hal-hal pribadi — sementara hampir tak pernah ada status tentang muridnya, proses mengajar, kegiatan sekolah, atau lembaga tempat ia bernaung.
Padahal, status adalah tanda cinta. Ketika seorang guru jarang sekali menunjukkan kebanggaannya menjadi pendidik di ruang digital, mungkin di situlah mulai terkikis makna pengabdian. Menjadi guru bukan sekadar bekerja, tapi mengabdi dan menginspirasi.
Cobalah renungkan…
Kalau setiap hari engkau bisa menulis status tentang dagangan, hobi, bola, mengapa tidak menulis satu kalimat sederhana tentang keindahan mengajar hari ini? Kalau bisa mengunggah foto produk, mengapa tidak sekali-sekali mengunggah foto anak didik yang berprestasi, atau kegiatan sekolah yang menumbuhkan semangat belajar?
Karena sejatinya, statusmu adalah passionmu.
Apa yang sering kau tulis, di situlah hatimu berada. Status itu cerminan hati, di mana engkau berada. Kalau emgkau benar-benar mencintai profesi guru, tentunya ada jejak maya satu kalimat sederhana, keindahan mengajar, satu foto kegiatan sekolah, atau satu kisah semangat murid. Itu sudah cukup bahwa hati kita bangga menjadi pendidik.
Saudaraku!!!!!
Bukan berarti dilarang punya pekerjaan sampingan, hobi atau aktivitas lainya — tentu tidak. Tapi jika yang tampak di dunia maya hanyalah bisnis dan usaha pribadi, hobi sementara profesi guru seakan tak pernah disinggung, maka bisa jadi kamu sedang berkamuflase dalam profesi. Kita bekerja sebagai guru, tapi hati kita tidak lagi di dunia pendidikan.
Mari sadari kembali:
Setiap status tentang pendidikan, sekecil apa pun, bisa menjadi dakwah keilmuan. Setiap foto kegiatan belajar, bisa jadi inspirasi bagi guru lain. Setiap kata tentang semangat murid, bisa menyalakan harapan bagi banyak hati. Statusmu itu menjadi etalase cinta dan komitmen terhadap profesimu. Menulislah sebagai guru. Berstatuslah sebagai pendidik.
Karena dari statusmu, orang tahu di mana cintamu. Karena Jika engkau sibuk dan bangga Memposting bisnis, hobi, atau lainya pertanda hatimu sudah tidak sepenuhnya di dunia pendidikan. Galau tingkat tinggi.
Saudaraku….
Boleh punya usaha lain, tapi ingat pangkalan utama. Jangan sampai usaha sampinganmu menutupi profesi utamamu. Sekali lagi….Statusmu adalah passionMu , di mana hatimu berada, guru sejati atau kamuflase profesi. Mari kita jalani amanah ini dengan penuh dedikasi dan pengabdian tingkat tinggi untuk menggapai ridha Ilahi, Semoga kita termasuk guru guru yang berdedikasi dan dapat rahmat ilahi.
Ditulis Untuk Memyambut Hari Guru Nasional 2025
Banyudono, 3 November 2025
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






