Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Meneguhkan Jati Diri Pemuda dalam Menjawab Tantangan Zaman

Pujiono, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 2 Mei 2025 19:36 WIB
Meneguhkan Jati Diri Pemuda dalam Menjawab Tantangan Zaman
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pemuda Muhammadiyah.

Tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi Pemuda Muhammadiyah yang telah menginjak usia ke-93 Tahun. Sebuah usia matang yang menandai perjalanan panjang gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar ini dalam mewarnai dinamika bangsa.

Di tengah pusaran zaman yang semakin kompleks, refleksi milad bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momen evaluasi dan peneguhan jati diri sebagai kader umat dan bangsa. Maka terus perkuat dan Pertajam :

Pertama, Spiritualitas: Fondasi Gerakan yang Tak Lekang Zaman

Dalam setiap denyut langkahnya, Pemuda Muhammadiyah senantiasa menjadikan spiritualitas Islam sebagai ruh perjuangan. Di tengah arus materialisme dan hedonisme, ruhani yang kuat menjadi benteng pertahanan diri. Pemuda Muhammadiyah harus terus menanamkan kesadaran transendental—bahwa setiap gerakan adalah bagian dari ibadah, dan setiap perjuangan adalah bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

Kedua, Integritas: Pilar Etika dalam Ruang Publik

Tantangan korupsi moral, manipulasi informasi, hingga krisis kepercayaan publik terhadap pemimpin mendorong kita untuk terus menjunjung tinggi integritas. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi teladan dalam kejujuran, konsistensi sikap, dan tanggung jawab sosial. Dalam setiap posisi, baik di ranah dakwah, pendidikan, politik, maupun ekonomi, integritas adalah modal utama untuk membangun peradaban yang adil dan berkeadaban.

Ketiga, Intelektualitas & Skills: Kombinasi Kritis bagi Era Digital

Kecakapan berpikir kritis, analitis, serta penguasaan teknologi dan informasi menjadi keharusan. Pemuda Muhammadiyah tidak cukup hanya saleh secara individual, tetapi juga harus unggul dalam kapasitas intelektual.

Mampu membaca zaman, menafsirkan realitas, dan memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Di era disrupsi dan AI, pengembangan skills seperti literasi digital, komunikasi strategis, dan kewirausahaan sosial menjadi kunci keberlanjutan gerakan.

Keempat, Leadership: Kepemimpinan yang Visioner dan Transformatif

Zaman memanggil lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya cakap, tetapi juga visioner dan transformatif. Kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah harus mampu menghadirkan perubahan yang berarti, menumbuhkan solidaritas kolektif, serta membangun jejaring yang luas tanpa kehilangan arah ideologis. Leadership bukan soal posisi, tapi pengaruh positif yang menginspirasi dan memobilisasi kebaikan.

Menjawab Tantangan Zaman, Melanjutkan Dakwah Peradaban

93 tahun bukanlah perjalanan singkat. Namun tantangan ke depan tidak semakin ringan. Disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga ancaman krisis identitas generasi muda menjadi medan baru yang harus ditaklukkan. Maka, kader Pemuda Muhammadiyah harus adaptif namun tetap berpegang teguh pada nilai. Modern dalam pendekatan, namun ideologis dalam tujuan.

Refleksi ini adalah ajakan untuk kembali pada akar nilai, sembari melangkah maju dengan semangat tajdid. Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan dakwah yang menjadi motor perubahan. Dengan spiritualitas yang kokoh, integritas yang terjaga, intelektualitas dan skill yang mumpuni, serta leadership yang kuat—kita siap menghadapi tantangan zaman dan menjemput kemenangan peradaban.

*)Penulis Mantan Wakil Ketua PWPM Jawa Tengah & Sekretaris PDPM Boyolali

Berita Terbaru

Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?

Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...

Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna

Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...

Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...

Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...

Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?

Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....

Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?

Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...

Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?

Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...

Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?

Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...

Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?

Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...