Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih

Tawaf Bukan Sekadar Ritual, UMS Tegaskan Spiritualitas dalam Ibadah Haji

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 29 April 2025 19:12 WIB
Tawaf Bukan Sekadar Ritual, UMS Tegaskan Spiritualitas dalam Ibadah Haji
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kajian Tarjih yang digelar Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (22/4/2025) tidak hanya memberikan pemahaman fiqih semata, tetapi juga menyentuh sisi spiritualitas dan akhlak dalam melaksanakan ibadah haji. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kajian Tarjih yang digelar Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (22/4/2025) tidak hanya memberikan pemahaman fiqih semata, tetapi juga menyentuh sisi spiritualitas dan akhlak dalam melaksanakan ibadah haji.

Kajian ini menghadirkan Yayuli sebagai narasumber utama yang menjelaskan makna mendalam dari ibadah tawaf. Dalam kajiannya, Yayuli menegaskan tawaf bukan sekadar aktivitas fisik mengelilingi Ka’bah, tetapi juga simbol perjalanan batin dan ketaatan kepada Allah.

Tawaf disebut memiliki kesamaan dengan salat dalam hal kesucian dan kekhusyukan. Namun, berbeda dengan salat, dalam tawaf diperbolehkan berbicara dengan catatan isi percakapannya baik. “Tawaf di Baitullah adalah seperti salat, hanya saja Allah membolehkan berbicara. Maka jangan berbicara kecuali dengan perkataan yang baik,” kutip Yayuli dari hadis riwayat Thabrani.

Dalam bagian lain, Yayuli menyampaikan bahwa syariat Islam sangat mempertimbangkan kondisi individu. Misalnya, bagi perempuan yang sedang haid atau seseorang yang memiliki penyakit yang menyebabkan najis terus-menerus, tetap dibolehkan melakukan tawaf tanpa terkena sanksi syar’i.

Fleksibilitas dalam Tawaf

Tidak hanya itu, kajian juga membahas fleksibilitas dalam menjalankan putaran tawaf. Misalnya, jika seseorang batal wudhu di tengah-tengah putaran, ia dapat mengambil wudhu dan melanjutkan putaran berikutnya tanpa harus mengulang dari awal. Bahkan jika iqamah salat terdengar, maka tawaf dihentikan untuk salat berjamaah terlebih dahulu.

Menariknya, kajian ini juga menyinggung karakteristik haji yang mabrur. Yayuli menyebutkan bahwa salah satu ciri haji yang diterima Allah adalah munculnya semangat akhirat, sifat zuhud terhadap dunia, menjaga lisan, serta memiliki kepedulian sosial sepulang dari ibadah haji.

“Menjadi haji yang mabrur bukan hanya menyelesaikan rangkaian manasik, tapi juga membawa perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Yayuli yang juga sebagai Dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) UMS itu.

Kajian ini menjadi bekal yang bermakna bagi delapan dosen dan tendik UMS yang tahun ini berangkat menunaikan ibadah haji. Dengan pemahaman fikih dan semangat spiritualitas yang seimbang, diharapkan para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kesadaran.

Melalui kegiatan semacam ini, UMS terus berkomitmen menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik dan sosial, serta menanamkan pemahaman agama yang berakar pada nash dan konteks kemanusiaan.

Berita Terbaru

Kajian Tarjih UMS Bahas Hukum Kewajiban Suami Memberi Nafkah pada Istri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan menghadirkan Yayuli,  Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Kajian tarjih kali ini secara spesifik membahas...

Hukum Pemakaian Media Komunikasi dan Aplikasi Digital Menurut Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi menimbulkan perbedaan pandangan dalam memutuskan hukum muamalah era sekarang. Merespons hal itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberi pandangan dengan menghadirkan dosen Fakultas...

Kajian Tarjih UMS Bahas Fikih tentang Batasan Aurat Perempuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Melanjutkan pembahasan mengenai batasan-batasan aurat perempuan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kembali Kajian Tarjih Online dengan mengangkat tema “Aurat & Jilbab Menurut Majelis Tarjih...

Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dari Perspektif Tarjih Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas...

Kajian Tarjih Online UMS Bahas Fikih Makanan Halal

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Kajian Tarjih Online dengan tema “Fikih Makanan Halal Perspektif Tarjih” pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Isman,...

Kajian UMS Bahas Puasa Sunnah Sesuai Tarjih Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Tarjih Online bersama Imron Rosyadi dengan tema “Puasa Sunnah yang Disyariatkan menurut Tarjih Muhammadiyah”. Materi yang disampaikan...

Kajian Tarjih Online UMS Bahas Fatwa Aurat dan Jilbab

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih Online dengan tema “Aurat dan Jilbab Menurut Fatwa Tarjih”, Selasa (28/5/2025). Kajian ini menghadirkan narasumber Mahasri...

Kajian UMS Ulas Fikih Makanan Halal dalam Perspektif Tarjih

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih edisi ke-196 dengan tema “Fikih Makanan Halal (Perspektif Tarjih)” pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang...

Fatwa Muhammadiyah: Percepat Salat Demi Ringankan Jemaah Tidak Dibenarkan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih secara daring dengan menghadirkan Imron Rosyadi sebagai narasumber. Dalam kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada tema...

Kajian Tarjih UMS Bahas Perbedaan Pandangan Bacaan Rakaat Ketiga dan Keempat Salat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perbedaan pandangan terkait bacaan surat pada rakaat ketiga dan keempat salat wajib menjadi pembahasan utama dalam Kajian Tarjih yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

Jarang Diketahui, Ini Hukum Pasang Sutrah Saat Salat Menurut Tarjih Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Memasang sutrah atau pembatas di depan saat salat, baik ketika salat sendiri maupun menjadi imam, merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) menurut pandangan...

Bolehkah Tidak Ikut Sujud Sahwi dalam Salat Jemaah? UMS Bahas di Kajian Tarjih ke-184

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Kajian Tarjih edisi ke-184 pada Selasa (29/7/2025). Dalam kajian daring yang disiarkan...

Leave a comment