
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas.
Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang menilai sebagian besar UMKM di Indonesia cenderung bertahan di level mikro tanpa mengalami peningkatan skala usaha.
“Kalau dianalogikan seperti pendidikan, ini seperti terus berada di jenjang SD tanpa pernah naik ke tingkat berikutnya. Akibatnya, produktivitas rendah dan kontribusi ekonomi juga terbatas,” ungkapnya, Senin (27/4/2026), saat jumpa pers pengukuhan guru besar di Dapur Solo.
Minimnya pencatatan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) turut memperparah kondisi. Mengacu pada data Kementerian UMKM tahun 2025, hanya 1,22 persen UMKM yang telah memiliki NIB, sementara 98,78 persen sisanya belum terdata. Dari sisi kepemilikan laporan keuangan, 96,49 persen UMKM belum memilikinya, dan hanya 3,51 persen yang sudah memiliki.

Prof. Kussudyarsana, guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Kussudyarsana juga menyoroti lemahnya partisipasi UMKM Indonesia dalam kancah internasional. Selama 20 tahun, kontribusi UMKM Indonesia pada Global Value Chain hanya naik 4 persen, jauh tertinggal dibanding Vietnam yang mencatatkan peningkatan 15–20 persen dalam periode yang sama.
Akar persoalan UMKM, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari karakteristik perusahaan keluarga yang mendominasi struktur bisnis di Indonesia. “Perusahaan keluarga memiliki dimensi khusus seperti social emotional wealth, adanya tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan keluarga, hingga asymmetric altruism. Ini membuat pendekatannya tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa,” jelasnya.
Kussudyarsana menjelaskan, penelitian terkait UMKM telah dimulai lebih dari 15 tahun lalu, berangkat dari disertasi saat studi di Australia, kemudian difokuskan pada UMKM berbasis keluarga. Dari hasil kajian tersebut, ia menemukan sebagian besar UMKM masih berada pada tahap awal tata kelola, yakni relational governance, yang mengandalkan hubungan keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengelolaan usaha.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya UMKM berkembang ke tahap yang lebih formal dan profesional. Diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek ekosistem dan pembinaan berkelanjutan. “Selama ini kita cenderung membiarkan bisnis berjalan seperti seleksi alam. Padahal, perlu ada pemetaan, rekam jejak usaha, dan treatment yang tepat agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.
Kussudyarsana mendorong pendekatan sistematis dari pemerintah, seperti pembangunan ekosistem pendampingan yang terstruktur, layaknya intervensi kesehatan masyarakat pada masa lalu, agar UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...
Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...
Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...
Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...
Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...
Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...
Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...
Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional
MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...
FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...
Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...
FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....
Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...






