Pada tahun 2025 dunia Pendidikan dihebohkan dengan program metode pembelajaran terbaru yang diluncurkan oleh Kemendikdasmen dengan metode pembelajaran Deep learning. Sebelumnya di bawah asuhan menteri terdahulu, Nadiem Makarim, dengan Kurikulum Merdeka Belajar, kini Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Prof. Abdul Mu’ti menggencarkan pendekatan pembelajaran Deep learning.
Metode pembelajaran ini digadang-gadang banyak pihak bakal menggantikan cikal bakal Kurikulum Merdeka Belajar. Selama ini Kurikulum Merdeka Belajar dipakai untuk seluruh Kurikulum Sekolah di Indonesia. Meskipun Kurikulum Merdeka Belajar sudah dilaksanakan Nadim Makarim sejak 2019-2024 tetapi bukan berarti Kurikulum ini tanpa celah serta kesalahan. Ada beberapa kelemahan dari Kurikulum Merdeka Belajar, antara lain: dalam tingkat perguruan tinggi, ketika mengikuti program di lapangan misalnya program MBKM, program magang mahasiswa selama satu semester itu, banyak mahasiswa yang mendapatkan tempat magang yang tidak sesuai bidang jurusannya. Misalnya jurusan PGSD mendapatkan kesempatan magang di instansi Dinas Kebudayaan. Akibatnya beberapa mata kuliah yang terkonversi tidak sesuai esensi dari kebutuhan program studi yang ditempuh, dll. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa harus menempuh ulang mata kuliah yang wajib ditempuh pada saat ia melaksanakan magang selama satu semester. Kurang matangnya pemahaman dan sosialisasi dalam implementasi di lapangan menyebabkan berbagai permasalahan di program studi.
Kemudian kelemahan dalam bidang yang lain berdasarkan hasil penelitian ditemukan data bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka saat ini masih mengalami beberapa hambatan seperti; guru masih memiliki pengalaman dengan kemerdekaan belajar yang rendah, keterbatasan referensi, akses yang dimiliki dalam pembelajaran belum merata, manajemen waktu dan lain lain.
Untuk menambal beberapa kekurangan yang terdahulu, Kemendikdasmen melakukan gebrakan dengan metode pembelajaran dengan pendekatan Deep learning yang dimulai pada tahun 2024 oleh Abdul Mu’ti. Dalam pendidikan, pembelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan keterampilan secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih terbatas. Istilah ini berbeda dengan istilah yang biasa digunakan dalam bidang kecerdasan buatan (AI).
Siswa didorong berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran dan menyelami topik yang sedang dipelajari melalui pendekatan Deep learning yang memungkinkan mereka untuk menjelajah lebih dalam dan menikmati keseluruhan lingkup topik tersebut. Pendekatan pembelajaran mendalam (belajar secara mendalam) berbeda dari pendekatan pembelajaran permukaan (belajar di permukaan). Pendekatan permukaan berusaha membahas banyak topik secara menyeluruh dengan mengorbankan proses pemahaman dan peningkatan kemampuan siswa. Pada akhirnya, siswa hanya dipaksa menghapal banyak hal tanpa memahami, memiliki, atau menikmati proses pembelajaran.
Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, ada tiga komponen utama yang diperlukan untuk mencapai pendekatan pembelajaran mendalam: Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning. Proses pemahaman belajar memberi siswa pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka pelajari, dan proses pemahaman belajar membuat siswa termotivasi untuk terus belajar.
Bukan Pengganti
Pendekatan pembelajaran mendalam yang diusulkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti bukanlah pengganti Kurikulum Merdeka. Sebaliknya, itu adalah pendekatan pembelajaran baru yang dapat dimasukkan serta melengkapi ke dalam kurikulum saat ini.
Sebenarnya, Deep learning bukanlah hal baru; itu adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman siswa tentang konsep dan eksplorasi yang mendalam. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa metode ini akan memengaruhi penyusunan kurikulum di Indonesia di masa depan, tergantung pada bagaimana metode ini diterapkan dan seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kualitas belajar siswa.
Saat ini, Deep learning masih dianggap sebagai pendekatan pembelajaran yang diutamakan, dan Kurikulum Merdeka masih dipertimbangkan untuk digantikan. Selain itu, perlu diingat bahwa Kurikulum Merdeka sendiri telah mengurangi cakupan topik dan mengutamakan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar.
Meskipun merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang sangat efektif dan bagus, bukan berarti pendekatan ini tidak ada kelemahan. Ada beberapa kelemahan dari metode ini yang ke depan Mendikdasmen bisa memperbaiki beberapa elemennya. Perlu adanya pemahaman mendalam terlebih dahulu untuk para guru dalam menerapkan pendekatan ini, sehingga dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Di sini garda terdepan pada pendekatan pembelajaran deep learning adalah guru. Guru harus bisa memahami, menguasai serta mengimplementasikan dengan benar serta tepat pada pendekatan pembelajaran deep learning kepada peserta didik. Selain itu peran garda terdepan yang lain adalah dosen. Peran dosen khususnya dosen prodi PGSD. Dosen akan mengajarkan kepada mahasiswa PGSD yang akan menjadi calon guru masa depan supaya dapat optimal dalam menerapkan pendekatan pembelajaran deep learning.
Berikut beberapa saran untuk guru dalam menghadapi deep learning antara lain: Pahami konsep deep learning seperti sebelum mengimplementasikan deep learning, guru harus memahami konsep dan prinsip-prinsip dasar deep learning. Hal ini tentunya akan sangat membantu guru dalam memahami bagaimana deep learning dapat diintegrasikan dengan kurikulum dan pembelajaran. Kemudian tak lupa peran dari pemerintah dengan terus mendorong untuk mengadakan sosialisasi dan pendampingan khusus tentang pendekatan pembelajaran deep learning secara komprehensif dari Sabang sampai Merauke, dari perkotaan hingga wilayah pelosok. Karena satu hal ini merupakan syarat kunci bisa terlaksananya deep learning berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimal.
Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd., dosen prodi PGSD Unisri Surakarta
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar Isi Behavioral Addiction dalam Psikologi Modern Otak yang Terlatih pada Stimulus Instan Kesehatan Mental dan Relasi yang Terganggu Al-Qur’an dan Penjagaan Kesadaran Kecanduan sebagai...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






