PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Momen Lebaran masih menjadi daya tarik kuat dalam pola konsumsi masyarakat meskipun kondisi ekonomi Indonesia sedang melemah akibat meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.
Hal ini disampaikan Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Ihwan Susila. Menurut Ihwan, tradisi memberi bingkisan kepada tetangga dan kerabat menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya konsumsi masyarakat jelang Lebaran.
Konsumsi tersebut umumnya mencakup kebutuhan sandang dan pangan yang meningkat tajam, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang tetap berusaha memenuhi kebutuhan lebaran meski memiliki keterbatasan penghasilan.
Jadi Momentum
Selain peningkatan konsumsi, sektor pariwisata diprediksi melonjak selama musim libur Lebaran. Ihwan menjelaskan, libur panjang menjadi momentum masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga sambil bersilaturahmi, yang seringkali disertai dengan kegiatan rekreasi. “Banyak tempat wisata sudah mempersiapkan agenda libur Lebaran, dan masyarakat akan memilih destinasi sesuai kemampuan finansial mereka,” jelasnya, Senin, (7/4/2025).
Kondisi ini akan turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, termasuk okupansi hotel dan jasa transportasi. Tidak hanya itu, kehadiran layanan transportasi daring turut memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Ragam destinasi wisata yang tersedia seperti wisata alam, kuliner, dan pengalaman (experience) menjadi peluang bagi agen wisata untuk menawarkan paket-paket menarik.Lebaran yang juga disebut sebagai festival tahunan umat Islam memiliki kebutuhan khas.

Selain makanan dan bingkisan, permintaan terhadap pakaian baru juga meningkat tajam. Situasi ini turut menciptakan lonjakan belanja masyarakat, meski dalam konteks ekonomi yang cenderung lesu. Di sisi lain, dia mencatat secara makro ekonomi nasional masih berada dalam tekanan.
Ia menyebut saat ini terjadi kecenderungan deflasi, karena masyarakat menunda belanja dengan harapan harga turun. Hal ini menyebabkan stagnasi (kemacetan) transaksi antara produsen dan konsumen yang sama-sama menunggu momentum yang tepat.
Sebagai strategi menghadapi lonjakan permintaan selama lebaran, pelaku industri wisata disarankan untuk terus berinovasi dan mampu mengidentifikasi segmentasi sosial masyarakat. Ihwan menekankan pentingnya pelayanan yang menyeluruh, seperti menambah fasilitas kuliner dan cenderamata di lokasi wisata guna meningkatkan kepuasan pengunjung.
Ihwan yang juga Wakil Rektor III UMS mengimbau pemerintah berperan aktif dalam menjaga ekosistem wisata yang adil dan berkelanjutan. Ia menyarankan agar tarif tiket masuk tidak dinaikkan secara berlebihan selama Lebaran. “Tugas pemerintah adalah memastikan tempat wisata tetap memberikan layanan terbaik tanpa membebani pengunjung dengan kenaikan harga yang tidak wajar.”
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...
Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...
Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...
Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...
UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer
SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...
PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji
GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...
Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul
GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...
Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...
Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...
Peluang El Nino 2026 Capai 70 Persen, Akademisi UMS Ingatkan Potensi Kemarau Panjang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fenomena El Nino “Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan istilah ilmiah resmi. Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas...







