
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menilai kebijakan tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan investasi sumber daya manusia di masa depan.
Hardika menjelaskan berbagai indikator internasional masih menunjukkan tingkat literasi Indonesia relatif rendah. Pada 2015, Indonesia tercatat berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam indeks minat baca dunia. Sementara hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menempatkan kemampuan literasi membaca Indonesia di posisi 62 dari 70 negara.
Meski demikian, ia menyebut kondisi tersebut mulai membaik dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Perpusnas, tingkat kegemaran membaca meningkat dari 55,74 pada 2020 menjadi 72,44 pada 2024. Salah satu faktor pendorongnya ialah program distribusi buku yang pada 2024 telah menyalurkan lebih dari 10 juta eksemplar ke berbagai daerah.
“Namun, saat minat baca dan literasi mulai meningkat, justru program distribusi buku yang menjadi motor penggeraknya dipangkas pada tahun 2026. Ini bukan sekadar soal anggaran yang ketat, tetapi memotong program yang sedang berhasil,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Hardika, penguatan literasi seharusnya menjadi prioritas pembangunan nasional karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia. Ia mengusulkan agar anggaran literasi diproteksi sebagai belanja wajib sehingga tidak menjadi pos pertama yang dikurangi saat terjadi efisiensi anggaran.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah memperkuat distribusi buku melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar akses bacaan semakin merata, terutama di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia juga mengusulkan gerakan membaca dijadikan kebijakan berkelanjutan, memperbanyak pojok baca di ruang publik, serta meningkatkan transparansi dalam penentuan prioritas anggaran.
Di lingkungan perguruan tinggi, Hardika mengatakan UMS terus membangun budaya literasi melalui berbagai program meski memiliki keterbatasan anggaran. Salah satunya melalui UMS Library Corner yang bekerja sama dengan sejumlah sekolah, seperti SMP Muhammadiyah Program Khusus dan SMA Batik Surakarta, sehingga layanan literasi dapat menjangkau masyarakat di luar kampus.
Perpustakaan UMS juga rutin menggelar Library Literacy Festival yang menghadirkan berbagai kegiatan, seperti lomba menulis, gerakan membaca bersama selama 10 menit setiap hari Senin, hingga Biblio Battle yang mempertemukan dosen, mahasiswa, dan pustakawan untuk menumbuhkan budaya membaca secara lebih menarik.
Hardika turut menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang mendukung peningkatan literasi, termasuk penghapusan pajak buku. “Jika negara serius mengenai literasi, buku seharusnya dibebaskan dari pajak. Itu menjadi langkah strategis agar harga buku lebih terjangkau, meningkatkan minat masyarakat membeli buku, sekaligus mendorong budaya menulis,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), perpustakaan justru memiliki peran yang semakin penting. Menurutnya, meskipun AI mampu menyajikan informasi dengan cepat, perpustakaan tetap menjadi ruang untuk membangun kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta membedakan fakta, opini, dan disinformasi.
“Bukan hanya soal buku yang hilang ketika anggaran dipangkas, tetapi juga kesempatan generasi muda untuk memperoleh pengetahuan. Perpustakaan merupakan infrastruktur pengetahuan yang membangun manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Senam Hamil Bersama Fisioterapi UMS, Ibu Hamil Baki Belajar Jaga Kebugaran
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan pendampingan senam hamil kepada 30 ibu hamil di sejumlah posyandu Kecamatan Baki, Sukoharjo....
FEB UMS dan MSU Malaysia Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Riset
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat jejaring internasional melalui kunjungan perwakilan Management & Science University (MSU) Malaysia, Kamis (13/8/2026)....
Oven Pengering UMS Pangkas Waktu Produksi Jamur Kuping di Polokarto
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberdayakan kelompok pembudidaya jamur kuping Lembah Spora di Desa Polokarto, Sukoharjo, melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemasaran...
Kuliah PTI di UMS Makin Relevan, Kurikulum Disiapkan Hadapi Era AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Program Studi...
Beasiswa Hafidz Al-Qur’an UMS Buka Jalan Mahasiswa Kembangkan Prestasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026 terus menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa. Hingga 14 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai...
Bukan Cuma Kuliah, UMS Buka Jalan Mahasiswa Raih Pengalaman Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global melalui Program Global Exposure. Program ini menjadi bagian dari...
Kembangkan Inovasi Pembelajaran IPA, UMS Kukuhkan Dua Doktor Baru
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan dua doktor baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Sidang Ujian Promosi Doktor, Kamis (13/8/2026)....
BiblioBattle 2026 UMS Dorong Budaya Literasi dan Berpikir Kritis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mendorong budaya literasi, pemikiran kritis, dan kolaborasi akademik. Komitmen tersebut...
Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa Fisioterapi UMS Skrining Keseimbangan Lansia
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan skrining keseimbangan kepada anggota Prolanis Anggrek Mojolaban melalui kegiatan bertajuk...
118 Mahasiswa Baru UMS Teken MoU Beasiswa, Siap Kontribusi bagi Kampus dan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 118 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) penerima beasiswa mengikuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa di Ruang Seminar Lantai 7,...
Pengabdian di Malaysia, Mahasiswa UMS Perkuat Pembelajaran dan Wawasan Kebangsaan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi dari Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) atas pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PkM-KI). Apresiasi diberikan...
Bio-Chest UMS Padukan Kemasan Hayati dan IoT untuk Jaga Kualitas Ikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia...






