Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Anak Asuh Tak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Sabtu, 23 Agustus 2025 01:10 WIB
Anak Asuh Tak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram.

Hal ini ditegaskan pakar tafsir UMS, Imron Rosyadi, yang menyebut pentingnya memahami batasan syariat agar tidak keliru memperlakukan anak asuh. Menurut Imron, Al-Qur’an telah memberikan ketegasan bahwa nasab tidak bisa dipindahkan hanya dengan adopsi.

Ia merujuk firman Allah dalam QS. Al-Ahzab \[33]: 5, “Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah…”. “Ayat ini menegaskan bahwa anak angkat tetap harus dinisbatkan pada orang tua kandungnya,” terang Imron, Jumat (21/8/2025).

Jaga Adab Interaksi 

Ia menambahkan, dalam Islam, keharaman menikah atau status mahram hanya ditetapkan melalui tiga jalur: nasab, persusuan, dan pernikahan (mushaharah). Dasar ini juga tercantum dalam QS. An-Nisa \[4]: 23 yang menjelaskan secara rinci siapa saja yang masuk kategori mahram. “Dengan dalil tersebut, jelas bahwa anak angkat tidak serta merta menjadi mahram. Orang tua asuh wajib menjaga adab interaksi sebagaimana dengan orang lain yang bukan mahram,” tambahnya.

Meski demikian, Islam membuka kemungkinan adanya hubungan mahram bila terjadi penyusuan saat bayi. Artinya, ibu asuh yang menyusui anak angkatnya sejak bayi akan otomatis berstatus mahram bagi anak tersebut. Sebaliknya, jika tidak ada hubungan nasab maupun persusuan, maka anak angkat diposisikan sebagai orang luar dalam hukum mahram.

Imron menekankan, pengasuhan anak tetap menjadi amal mulia yang sangat dianjurkan Islam, terutama terhadap anak yatim dan terlantar. Namun, orang tua asuh wajib memahami batasan syariat, termasuk soal aurat dan pergaulan di dalam rumah tangga. “Mengasuh anak adalah ibadah besar, tetapi jangan sampai menyalahi hukum Islam,” ujarnya.

Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram.

Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram.

Ia juga mengingatkan agar orang tua asuh memberikan pendidikan agama yang memadai. Hal ini penting agar anak memahami status dirinya di tengah keluarga asuh dan tidak keliru dalam menyikapi hubungan sosial maupun hukum syariat.

Fenomena adopsi atau pengasuhan anak yang kian marak di masyarakat modern menurutnya harus diimbangi dengan pemahaman fikih yang tepat.  Tanpa kesadaran hukum syariat, orang tua asuh bisa saja terjebak dalam kesalahan yang berdampak pada aurat maupun hubungan keluarga. “Kesucian hubungan laki-laki dan perempuan adalah prinsip utama dalam Islam. Orang tua asuh harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi pelanggaran syar’i dalam membina keluarga,” pungkasnya.

Kajian ini disampaikan dalam forum Kajian Tarjih Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar secara daring oleh Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) UMS. Kegiatan tersebut rutin diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, karyawan, dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan keislaman terkait isu-isu kontemporer.

Berita Terbaru

Bukan Hanya Berdoa, Kekeringan Perlu Dijawab dengan Ikhtiar

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga penopang kehidupan petani. Ketika hujan tak kunjung turun, sawah mengering, tanaman merana, dan penghasilan warga terancam....

Pengajian RRI Surakarta Ajak Pegawai Tingkatkan Etos Kerja

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Masjid As-Syiar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta menggelar pengajian untuk mensyukuri selesainya renovasi masjid pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan bertema “Memakmurkan Masjid, Meningkatkan Kinerja,...

9 Kebiasaan Emas Muslim agar Rutinitas Bernilai Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kebiasaan baik perlu dilatih secara konsisten agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejumlah rutinitas, mulai dari menjaga salat hingga membangun sikap positif dan...

Imron Rosyadi: Pentingnya Ilmu Faraidh untuk Pembagian Harta Waris

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pembagian harta peninggalan orang meninggal atau yang disebut dengan harta waris seringkali menimbulkan konflik horizontal dalam keluarga. Pertikaian, tidak tegur sapa, bahkan hingga saling...

Kajian Maulid Nabi, Pesan Cinta Rasulullah untuk Generasi Z

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar kajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa...

Pengajian Ahad Pagi Masjid An Nuur Tekankan Keteladanan Rasulullah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Masjid An Nuur di Jalan Biak Gang II Nomor 15, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, menggelar pengajian Ahad pagi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad...

Mensyukuri Kemerdekaan dengan Amal Saleh, Ini Pesan Dai MUI di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan melalui penguatan iman, ketakwaan, dan amal...

Pengajian Kauman Bahas Makna Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Doa bukan sekadar bacaan yang dilafalkan setelah Salat, tetapi menjadi wujud penghambaan sekaligus pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan Allah Swt....

Kajian Ahad Subuh Barokah Masjid Sidodadi Perkuat Iman dan Ukhuwah Jemaah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pajang bersama Pengurus Takmir Masjid Sidodadi Pajang, Laweyan, kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Subuh Barokah, Ahad (26/7/2026). Kegiatan...

Kupas Tafsir Al-Baqarah 155-157, Dosen UMS Jelaskan Makna Ujian Hidup

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Ujian hidup kerap dipahami sebagai tanda ketidaksukaan Tuhan kepada manusia. Padahal, dalam perspektif Islam, ujian justru dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah...

Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...

Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...