Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Mentransformasi Pemuda yang Berintegritas dan Berdaya Saing di Era Digital

Anwar, Editor: Sholahuddin
Jumat, 28 Maret 2025 09:26 WIB
Mentransformasi Pemuda yang Berintegritas dan Berdaya Saing di Era Digital
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Anwar (Dok.pribadi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lahir sebagai wadah intelektual muda yang berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam dan kemajuan bangsa. Kelahirannya bukan hanya sebuah peristiwa historis, tetapi juga titik awal perjalanan panjang untuk membentuk pemuda yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata. Saat ini, di tengah berbagai tantangan zaman, IMM dihadapkan pada pertanyaan besar: bagaimana peranannya di masa depan dalam memenuhi harapan umat dan bangsa?

Dalam era digitalisasi dan globalisasi yang semakin pesat, pemuda dituntut untuk lebih dari sekadar cakap secara akademis; mereka juga harus memiliki daya saing tinggi dan kepekaan sosial yang tajam. Krisis moral, ketimpangan sosial, dan dampak dari perkembangan teknologi menjadi tantangan utama yang perlu dihadapi. IMM tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi harus tampil sebagai agen perubahan yang aktif dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan umat dan bangsa.

Sejauh ini, sekurang-kurangnya ada beberapa peran pokok yang perlu diperhatikan untuk menunjang integritas pergerakan IMM di masa depan: 

  1. Membangun Kader yang Berintegritas dan Berilmu

IMM harus menjadi ruang yang mengembangkan intelektualitas dan integritas kader-kader mudanya. Melalui semangat literasi, riset, dan pemikiran kritis, IMM dapat menghasilkan generasi pemimpin yang berdaya saing tinggi, sekaligus tetap teguh pada nilai-nilai keislaman.

Dr. H. M. Anwar, salah satu tokoh IMM yang dikenal aktif dalam dunia akademik, menyatakan bahwa, “IMM ke depan harus lebih intensif dalam mengembangkan riset berbasis solusi terhadap masalah sosial. Riset ini harus menjadi salah satu pilar utama dalam pembentukan kader-kader IMM yang cerdas dan mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa riset dan pengembangan ilmu pengetahuan merupakan bagian integral dari masa depan IMM, yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapannya dalam kehidupan masyarakat.

  • Menjadi Garda Terdepan dalam Gerakan Sosial 

IMM harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas permasalahan sosial. Kegiatan pemberdayaan masyarakat, advokasi hak-hak rakyat, dan gerakan filantropi Islam perlu diperkuat agar IMM menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

  • Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi 

Era digital adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari. IMM perlu mengembangkan platform digital untuk menyebarkan dakwah dan pendidikan Islam secara lebih luas. Dengan memanfaatkan teknologi, IMM bisa menjangkau lebih banyak kalangan, memperkuat perannya dalam membangun generasi cerdas dan berakhlak.

  • Menjadi Jembatan antara Mahasiswa dan Kebijakan Publik

IMM harus berperan sebagai mediator antara mahasiswa dan kebijakan publik. Melalui diskusi kebijakan, seminar, dan kajian strategis, IMM dapat memberikan perspektif akademis serta solusi nyata untuk pembangunan nasional yang lebih baik.

Antara kelahiran dan harapan, IMM memikul tanggung jawab besar untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang progresif, inklusif, dan solutif. IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga merupakan harapan bagi umat dan bangsa. Dengan kader-kader yang berilmu, berakhlak, dan responsif terhadap tantangan zaman, IMM dapat memastikan peran strategisnya dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Kini saatnya IMM untuk mengambil peran lebih besar dan membuktikan bahwa ia adalah lokomotif perubahan sejati.

Penulis adalah Peserta Lomba Menulis Opini Milad ke-61 IMM yang diselenggarakan oleh IMM Sukoharjo

Berita Terbaru

Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?

Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...

Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna

Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...

Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...

Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...

Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?

Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....

Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?

Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...

Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?

Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...

Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?

Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...

Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?

Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...