
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tingginya risiko banjir di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, mendorong perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kecamatan Juwiring.
Dosen pendamping PPK Ormawa, Siti Azizah Susilawati, menjelaskan audiensi dengan BPBD Kabupaten Klaten berlangsung pada Rabu (8/7/2026), kemudian dilanjutkan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Juwiring sehari setelahnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi program Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana.
“Program ini merupakan kolaborasi antara IMM FKIP UMS, IMM Fakultas Teknik UMS, dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana banjir,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Dalam audiensi di Kantor BPBD Kabupaten Klaten, tim memaparkan sejumlah inovasi yang akan diterapkan di Desa Carikan, meliputi pengembangan Flood Early Warning System (FEWS), pemetaan kawasan rawan banjir, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang inklusif.
Siti Azizah berharap sinergi dengan BPBD mampu memperkuat aspek teknis mitigasi bencana sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. “Kolaborasi ini penting agar simulasi kebencanaan dapat terintegrasi dengan program Kalibuntung Resilien dan mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Desa Carikan,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun desa yang tangguh menghadapi ancaman bencana.

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kecamatan Juwiring. (Humas)
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa, Damar Yekti Calista Farica Mariono, menambahkan program tersebut tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat. “Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memiliki perangkat pendukung mitigasi bencana, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi banjir secara mandiri,” jelasnya.
Rangkaian koordinasi kemudian berlanjut bersama Pemerintah Kecamatan Juwiring dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Ringsatu–Juwiring Bersatu, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan kebencanaan dan pemberdayaan masyarakat.
Audiensi diterima Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Juwiring, Hastuti Murwaningsih. Ia menyampaikan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap pelaksanaan program sekaligus kesiapan memfasilitasi koordinasi dengan Pemerintah Desa Carikan dan pihak terkait.
“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dalam membangun sistem ketangguhan bencana yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Damar mengungkapkan tim telah menyiapkan pelatihan kebencanaan yang akan digelar pada 15–16 Juli 2026, disertai pendampingan kepada masyarakat selama proses implementasi program.
Melalui rangkaian audiensi dan koordinasi tersebut, Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS bersama IMM Fakultas Teknik dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS memantapkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Desa Carikan yang lebih tangguh, adaptif, dan inklusif dalam menghadapi risiko banjir sekaligus menjadi model kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana berbasis teknologi tepat guna.
Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yuliyanti, menyatakan kesiapan BPBD mendukung pelaksanaan program, terutama pada kegiatan simulasi kebencanaan yang direncanakan berlangsung pada akhir program.
“BPBD Kabupaten Klaten siap membantu dan berkolaborasi dengan Tim Pelaksana PPK Ormawa, khususnya dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya penguatan ketangguhan masyarakat di Desa Carikan,” ujarnya.
PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...
HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...
HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...
FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...
UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...
Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...
Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...
Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...
IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...
Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...






