Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan gerakan mahasiswa Islam dan organisasi otonom di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. IMM bertujuan mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. IMM sebagai organisasi perkaderan dan pergerakan menjadikan IMM memiliki tugas ganda, yaitu mempersiapkan kader-kader untuk keberlangsungan ikatan ke depan sekaligus menjadi dinamisator kebijakan-kebijakan eksternal yang mempengaruhi berjalannya gerakan ikatan. Kebijakan yang sesuai dengan kultur budaya dan moral yang ada di masyarakat akan menjadikan kebijakan tersebut objektif sesuai kebutuhan.
Di post-pandemic era ini minat kader IMM terhadap kebermanfaatan organisasi mulai berkurang. Perspektif timbal balik selalu diperdebatkan. Pergerakan yang berasaskan pada kepentingan tertentu semakin merajalela sehingga terjadi kemunduran nalar kritis yang cenderung stagnan, pragmatis, dan mudah terbawa situasi. Kader-kader IMM cenderung terjebak pada gerakan sosial lama yang sifatnya konservatif. Perlu kemasifan misi enlightenment movement sebagai basis gerakan IMM yang sifatnya akselerasi dan inklusif terutama di ranah grassroot (akar rumput). Jika tidak, maka IMM akan mengalami ketertinggalan dan cenderung kurang adaptif dengan zaman.
Sebagai agent of change, IMM merupakan salah satu pelangsung misi enlightenment movement yang digagas oleh Muhammadiyah sebagai usaha untuk memberantas kebodohan dan membangun nalar kritis mahasiswa. Untuk merealisasikan hal tersebut, tentu dibutuhkan ilmu untuk kemudian diamalkan sehingga aksi yang digelorakan tidak hanya omong kosong. Seorang akademisi harus membangun intelektual yang dalam sehingga mampu memberikan dampak bagi sekitar, tidak hanya ilmu yang ditelannya sendiri. Dengan tujuan IMM yang mengusahakan terbentuknya akademisi Islam, tentunya menjadi seorang intelektual adalah tanggung jawab utama yang diembannya.
Tugas Mengubah Dunia
Tugas utama yang diemban oleh seorang intelektual adalah mengubah dunia, bukan hanya menginterpretasikan dunia. Sifat intelektual tersebut yang menjadikan ia bersikap aktif dalam sejarah dan melakukan pembenahan terhadap realitas sosial. Setiap apa yang dilakukan oleh intelektual profetik adalah sesuai dengan maqasid asy-syari’ah yang terdiri dari agama, jiwa, keturunan, harta, akal, dan ekologi.
Sifat yang dibawa oleh intelektual profetik adalah agama untuk kemanusiaan dan menjadikan agama sebagai pemecah persoalan-persoalan sosial empiris, ekonomi, pengembangan masyarakat, penyadaran hak-hak politik rakyat, dan mengeluarkan belenggu manusia dari ketidakadilan. Proses transformasi sosial yang dilakukan sesuai dengan tiga pilar dalam etika profetik, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hal ini sesuai dengan Tri Kompetensi Dasar milik IMM. Humanisasi wujud implementasi dari humanitas, liberasi wujud dari intelektualitas, dan transendensi wujud dari religiositas.
Tri Kompetensi Dasar (TKD) menjadi landasan utama dalam menyistemkan perkaderan dan pergerakan di dalam IMM. Religiositas yang berbasis pada nilai moral agama Islam yang hakikatnya menjadi akar terbentuknya intelektualitas dan humanitas. Intelektualitas sebagai identitas seorang akademisi yang mempunyai keahlian tertentu sehingga mampu menjadi landasan yang berbasis data dan realita. Dengan religiositas dan intelektualitas, menjadikan rasa humanitas tumbuh secara fitrah manusia yang merupakan makhluk sosial, dimana manusia selalu membutuhkan makhluk hidup lainnya.
Implementasi salah satu dari enam penegasan IMM yakni, “Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah” adalah adanya keterkaitan ilmu dari ketiga TKD tersebut, sehingga IMM harus mampu menghasilkan dampak religiositas, intelektualitas, dan humanitas untuk kehidupan berdasarkan ilmu pengetahuan dan analisis sosial. IMM harus mampu menjadi manifestasi gerakan yang mampu membawa dampak jangka panjang yang mampu dirasakan generasi berikutnya. Hal ini sesuai dengan corak dari kepemimpinan berdampak yang tidak hanya berfokus pada pencapaian organisasi, tetapi juga pada menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi individu, komunitas, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, sebagai aktivis mahasiswa, IMM harus mampu menciptakan perubahan sosial.
Aktivis adalah orang yang rela berkorban, rela berjuang dengan ikhlas dan tanpa mengharap imbalan karena peduli dengan lingkungannya. Aktivis IMM sesungguhnya lahir dari jenjang perkaderan dasar yaitu Darul Arqam Dasar (DAD) yang merupakan perkaderan wajib yang harus ditempuh oleh kader IMM. Di perkaderan ini mulai diberikan orientasi dasar tentang Muhammadiyah dan IMM itu sendiri.
Di sinilah awal para kader IMM berdiaspora. Diaspora-diaspora yang akan melahirkan aktivis-aktivis baru yang akan membawa perubahan. Sesungguhnya buah yang matang bukan buah yang ditanam kemarin hari. Namun, buah yang pohonnya telah menempa banyak situasi. Ia akan tetap berdiri dan terus melahirkan buah-buah yang matang sehingga mampu dinikmati oleh manusia.
Para aktivis IMM diharapkan mampu terus belajar, berproses, dan berjuang bersama-sama untuk mencapai sebuah perubahan. Perubahan yang akan mewujudkan tujuan IMM dan tujuan Muhammadiyah itu sendiri. Perubahan yang juga akan menyejahterakan umat, bangsa dan negara. Serta perubahan yang akan membawa peradaban zaman lebih maju dan lebih baik lagi.
Aktivis yang berdampak adalah mereka yang tidak hanya rela berkorban namun mampu menginspirasi, memotivasi, dan memandu orang lain untuk mencapai potensi terbaik mereka, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan etika sehingga mampu menghasilkan gerakan proaktif berbasis kolaborasi. Gerakan proaktif yang menghasilkan perubahan dan keterdampakan yang akan menjadi sebuah kultur baru, sehingga memunculkan karya yang konkret bagi IMM. Dengan demikian, aktivis IMM akan terus adaptif dengan zaman dan dengan segala karakteristik ideologi gerakannya.
Penulis adalah Ketua Umum PK IMM Siti Munjiyah FKIP UMS
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






