Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Memastikan Muhammadiyah Tetap Relevan Hadapi Ragam Tantangan

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Jumat, 26 Juli 2024 00:01 WIB
Memastikan Muhammadiyah Tetap Relevan Hadapi Ragam Tantangan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Muhammadiyah.

“Dalam dunia yang terus berkembang dan berubah dengan cepat, keberadaan kader dalam sebuah organisasi modern menjadi semakin krusial. Kader sebagai elemen penting dalam struktur organisasi, memainkan peran strategis dalam menjaga keberlanjutan, efektivitas, dan adaptabilitas organisasi di tengah dinamika zaman. ”

Cuplikan kalimat diatas saya ambil dari majalah Suara Muhammadiyah edisi 14/109. 16-31 Juli 2024. Kader Muhammadiyah di masa depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kader dihadapkan pada dinamika perubahan zaman yang cepat dan dinamis. Kompleksitas akan mereka hadapi. Satu sisi mereka harus beradaptasi dan “menunggangi” perubahan, sementara di sisi lain mereka harus sangat waspada pada dampak negatif perkembangan teknologi yang berpotensi menurunkan moral spiritual.

Tantangan era artificial intellegence (AI) yang memiliki potensi mengaburkan sebuah kebenaran sudah nyata di depan mata kita. Muhammadiyah sebagai gerakan yang memiliki visi misi serta aset yang harus dikembangkan memerlukan kader mumpuni yang memahami cita-cita persyarikatan. Kader-kader yang disiapkan diharapkan memiliki keterampilan kepemimpinan yang tidak hanya paham operasional organisasi, tetapi juga memiliki visi strategis untuk membawa organisasi menuju kemajuan besar.

Kualitas dan komitmen kader pada tujuan bersama menjadi aspek vital dalam keberlanjutan persyarikatan. Pembinaan kepada kader yang berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan, proses mentoring sangat diperlukan oleh kader muda, mengapa?  Untuk melanjutkan dan mempertahankan apa yang telah dirintis (dimulai) dan dimiliki oleh Muhammadiyah ternyata lebih kompleks dan membutuhkan ketekunan yang luar biasa dalam pengelolaannya.

Berdasarkan hal tersebut, upaya memastikan Muhammadiyah tetap relevan dan berdaya guna dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks sangat diperlukan. Upaya mendidik para kader muda perlu dengan pendekatan yang sesuai perubahan zaman. Ini dimaksudkan agar mereka memiliki kapasitas dan terus berinovasi agar kehadiran Muhammadiyah dapat menjadi problem solver bagi masyarakat.

Baca juga: Banyak Bekerja, Banyak Bicara

Menjadi motor penggerak yang memastikan persyarikatan dapat beradaptasi dengan perubahan sangat penting dimiliki oleh kader Muhammadiyah. Kader harus mengenal tantangan dan peluang di lingkungan agar bisa tampil sebagai agen perubahan di masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan persyarikatan, diperlukan pemahaman prinsip-prinsip yang menjadi ruh gerakan persyarikatan dan mampu menerapkan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang berkemajuan agar tetap bisa relevan dan menyesuaikan perkembangan zaman.

Berpikir Tajdid

Salah satu prinsip yang telah dicontohkan oleh K.H. Ahmad Dahlan adalah bagaimana menumbuhkan cara berpikir tajdid atau pembaharuan yang bersifat inovatif-futuristik berlandaskan pada normativitas Al-Qur’an dan as-Sunnah yang dipadukan dengan semangat ijtihad dan tajdid dalam menyikapi perubahan. Prinsip ini penting dipegang dan ditanamkan kepada para kader muda agar mereka kelak semakin memahami ruh gerakan Muhammadiyah dan mampu memberikan terobosan inovasi manakala Muhammadiyah menghadapi ragam tantangan yang cepat berubah dan kompleks.

Betapa strategisnya kaderisasi. Ini harus menjadi kesadaran bersama. Kita bersama sama menyiapkan kader generasi mendatang yang siap berkiprah dan menjadi tulang punggung persyarikatan. Ingat, tantangan ke depan semakin kompleks dan upaya menjaga serta melanjutkan kemajuan sebuah amal usaha tidak lebih mudah dibandingkan dengan memulainya. Memastikan persyarikatan agar tetap memiliki daya guna kedepan dalam rimba problematika yang semakin kompleks menjadi agenda strategis kita.

Berita Terbaru

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...