
SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in Society tahun ini melaksanakan kegiatan pemberdayaan berbasis masjid milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di tiga daerah, yakni Banyuanyar, PAKYM Laweyan, dan Kepatihan. Beragam kegiatan yang siswa lakukan untuk membantu pengembangan masjid, menjadi program sekolah sekaligus menjadi media belajar bagi siswa untuk bertumbuh.
Dalam teknis program ini, siswa didorong untuk mencari data tentang kemasjidan yang menjadi objek belajar. Dari data yang diperoleh, siswa memetakan problem dan mengembangkan potensi masjid Muhammadiyah untuk dikembangkan dengan rancangan program yang mereka siapkan. Beberapa kegiatan yang dirancang siswa mengerucut pada program antara lain Dai Muda Siswa, Digitalisasi Masjid, Bakti Sosial, Sarana Prasarana Masjid serta mengadakan Kajian untuk Jemaah.
Kegiatan pelayanan seperti bakti sosial untuk jemaah, disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok. Beragam bidang kegiatan yang sesuai potensi masjid dan lingkungan dilakukan siswa antara lain di bidang pendidikan, bidang pertanian, bidang kesehatan serta pasar murah. Rangkaian program Live in Society, telah dipersiapkan jauh hari sebagai projek siswa berkemajuan untuk mencetak kader dan profil siswa Muhammadiyah yang kreatif dan aktif membangun umat.
Konstruktivisme Sosial
Melihat proses belajar dalam kegiatan Live in Society ini, saya teringat pada teori belajar Vygotsky. Vygotsky menyatakan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk mengubah lingkungan sesuai keperluan mereka. Siswa akan memahami pengetahuan melalui aktivitas mengonstruksi pengetahuan yang berada di lingkungan sosial. Siswa memperoleh pengetahuan setelah berinteraksi secara sosial. Teori Vygotsky ini, membahas tentang pengembangan kognitif melalui interaksi sosial.
Teori Vygotsky ini memiliki tiga ide utama yaitu, intelektualitas akan berkembang ketika siswa menghadapi ide baru yang berkaitan dengan sesuatu yang telah ketahui, interaksi sosial akan memperkuat perkembangan intelektual siswa, dan guru hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran. Sehingga, Vygotsky menekankan bahwa pembelajaran adalah proses sosial.
Dalam program Live in Society, guru mendorong pendekatan pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. Pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan kerja sama antar-siswa yang belajar pada ZPD (Zone Proximal Development) akan meningkatkan kemampuan siswa dan diharapkan menjadi lebih maju dengan bantuan kerja sama dari teman sebaya. Pembelajaran dirancang guru sehingga siswa diarahkan untuk berkolaborasi mewujudkan interaksi timbal-balik sehingga kemampuan siswa meningkat. Dalam kegiatan Live in Society, guru sebagai fasilitator. Guru membimbing siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berjalan sesuai rencana dan berbasis aktivitas. Pembelajaran berbasis aktivitas dilaksanakan melalui aktivitas bersama menjalankan program yang telah disepakati oleh seluruh siswa atas bimbingan guru.
Konstruktivisme dan Pendidikan Islam
Teori belajar konstruktivisme yang menekankan siswa membangun pengetahuan secara aktif, senapas dengan ajaran Islam yang mengedepankan pencarian ilmu dan pembentukan akhlak. Prinsip tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan Islam untuk mengintegrasikan iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan, serta membangun pemahaman dan pengalaman ajaran agama secara lebih mendalam melalui metode aktif seperti diskusi, proyek, dan refleksi. Dalam Live in Society, siswa melakukan metode diskusi, menjalankan projek serta merefleksikan aktivitas mereka.
Konstruktivisme menekankan siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi. Dalam Islam pun, hal ini sejalan dengan perintah untuk mencari ilmu dan bagaimana agar ilmu tersebut dipahami secara mendalam, bukan sekadar hapalan semata. Konstruktivisme menekankan siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi.
Teori konstruktivisme mendorong siswa untuk aktif, ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengharuskan umatnya untuk berpikir kritis dan mencari jawaban dari sumber-sumber Islam (Al-Qur’an dan Hadis). Dalam Live in Society, siswa didorong untuk mencari data baik data primer maupun sekunder dari objek belajar (masjid) serta merancang program untuk kemajuan masjid tersebut. Metode seperti projek dan diskusi kelompok dalam konstruktivisme memungkinkan siswa menginternalisasi ajaran Islam melalui pengalaman nyata dan konteks yang relevan dalam memperdalam pemahaman nilai-nilai agama. Dengan program Live in Society ini, daya dorong internalisasi nilai akan semakin kuat karena pengalaman nyata aktivitas yang dimulai dari perencanaan sampai implementasi program hasil inisiasi kelompok siswa sendiri.
Corak pendidikan Islam adalah mengintegrasikan iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan. Pembelajaran konstruktivisme akan menjadi wadah untuk mengintegrasikan keduanya secara efektif. Pun, dalam program Live in Society, pemberdayaan masjid yang menjadi simbol ketakwaan umat diwarnai dengan program-program kebermanfaatan hasil dari penelitian dan inisiatif siswa, menjadikan program ini memiliki watak pendidikan integratif yang sesuai semangat pendidikan Islam.
Akhirnya, program Live in Society akan mendorong pada pembentukan akhlak dan kontrol diri dalam diri siswa. Pendidikan Islam melalui konstruktivisme dapat membentuk peserta didik yang memiliki kontrol diri, karena siswa tidak hanya belajar secara kognitif tetapi juga memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup yang mendorong kemajuan pada kehidupan
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...
Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…
Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...
Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah
Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...
Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara
Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...
Inovasi atau Mati
Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...
Berharap kepada JIMM…
Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Soloraya, Selasa (28/10/2025), menyelenggarakan diskusi bertema “Rancang Bangun Tafsir At-Tanwir: Pandangan Orang Dalam”. Acara yang berlangsung di ruang Siti Baroroh...





