Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Filsafat Pendidikan Humanistik dalam Kurikulum Ismuba SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

Tim Redaksi, Editor: Yusuf R. Yanuri
Senin, 2 Januari 2023 16:51 WIB
Filsafat Pendidikan Humanistik dalam Kurikulum Ismuba SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

ABSTRAK

Filsafat pendidikan Humanisme menilai bahwa perkembangan kognitif atau intelektual sama pentingnya dengan afektif siswa yang harus dikembangkan yang juga merupakan aspek terpenting dalam penddikan. Ini berarti bahwa filsafat pendidikan humanisme berorientasi pada pengembangan manusia, menekankan nilai-nilai manusiawi, dan nilai-nilai kultural dalam pendidikan.

Sasaran pokok dalam filsafat pendidikan humanisme adalah membentuk anggota keluarga, masyarakat, dan warga negara yang baik, yang memiliki jiwa demokratis, bertanggungjawab, memiliki harga diri, kreatif, rasional, objektif, tidak berprasangka, mawas diri terhadap perubahan dan pembaharuan serta mampu memanfaatkan waktu secara efektif.

Dalam proses pembelajaran ISMUBA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, implementasi filsafat pendidikan humanisme dapat dilihat dari desain kurikulum yang disusun sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Dalam metode belajar yang humanis, pelajaran ISMUBA memiliki tujuan mengoptimalkan seluruh potensi siswa agar dapat berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, psikomotor, sosial dan spiritual.

Kata Kunci : Filsafat pendidikan Humanisme, Kurikulum ISMUBA

PENDAHULUAN

Proses dan pengelolaan pendidikan yang bermutu, tidak terlepas dari kurikulum sebagai jantungnya pendidikan. Kurikulum perlu dikelola dan diimplementasikan oleh satuan pendidikan secara kontekstual untuk merespon kebutuhan dan tantangan yang terjadi.

Diskursus terkait kurikulum pendidikan menarik untuk dicermati dan diteliti. Kurikulum merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Nurgiantoro (1988:2) relasi antara pendidikan dan kurikulum adalah relasi tujuan dan isi pendidikan. Karena ada tujuan, maka harus ada alat yang sama untuk mencapainya, dan cara untuk menempuhnya adalah kurikulum.

Sebagai sub sistem dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan merupakan sebuah ikhtiar kreatif dalam membangun suatu sistem pendidikan Islam modern yang integratif-holistik. Pendidikan Islam integratif-holistik yang dimaksud berupa sekolah umum yang mengintegrasikan ilmu-ilmu agama Islam, dan madrasah yang mengintegrasikan ilmu-ilmu umum.

Dengan pendidikan Islam integratif-holistik, sistem pendidikan yang dibangun memiliki ciri utama yaitu diajarkan ilmu agama Islam dan bahasa Arab dan dalam perkembangannya diajarkan pula mata pelajaran kemuhammadiyahan. Ketiga mata pelajaran yakni Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan bahasa Arab d sekolah Muhammadiyah lazim disebut Ismuba.

Ismuba menjadi ciri khusus dan keunggulan yang akan dibangun oleh sekolah/madrasah Muhammadiyah. Rancang bangun sistem pendidikan di sekolah Muhammadiyah tujuannya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan umum sesuai jenjangnya dan agama Islam, Kemuhammadiyahan serta bahasa Arab.

Filsafat ilmu sangat penting untuk dibahas sebab dapat menjadikan seseorang untuk berfikir kreatif dan inovatif. Filsafat ilmu dapat menambah semangat untuk kemajuan, perkembangan dan nilai-nilai yang ada dalam setiap ilmu pengetahuan dalam tataran ontologis, aksiologis maupun epistemologis.

Filsafat ilmu digunakan untuk proses ilmiah yang beraturan dilakukan oleh seorang peneliti atau filusuf untuk memaparkan atau mengklasifikasikan mengenai suatu objek pengetahuan. Filsafat ialah suatu sistem berfikir atau proses berfikir yang sifatnya terbuka dapat dicari tau dan dipermasalahkan kembali (Sumanto, 2017:21).

Aliran humanistik lahir tahun 1930-an aliran ini lahir sebagai bentuk rasa ketidakpuasan pada pendekatan behavioristik dan psikoanalisa. Aliran humanistik termasuk aliran dalam psikologi, aliran humanistik masih sangat muda dimana para ahlinya masih sering menciptakan konsep yang sesuai dengan ilmu psikologi yang berfokus pada kesadaran, hal positif dan aktualisasi diri manusia.

Aliran humanistik menekankan pada kapasitas harga dan nilai kemanusiaan secara keseluruhan untuk menunjukkan diri atau self realization. Aliran humanistik berkeyakinan manusia mempunyai kemampuan dalam dirinya untuk dikembangkan secara sehat, kreatif dan inovatif, jika seseorang tersebut mampu bertanggung jawab pada hidupnya, manusia akan mengetahui potensi, dan mengatasi tekanan sosial maupun lainnya (Yunailis, 2019:87).

Yunailis tahun 2019 melakukan penelitian berjudul “Kajian Teori Humanistik Maslow Dalam Kurikulum 2013” memaparkan bahwa inti dari K13 berdasar pada perkembangan manusia. Dipandang dari teori dan dasar K13 dapat membentuk manusia yang ungul dan berkualitas yang akan tercapai jika semua syarat kebutuhan siswa terpenuhi baik kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan kasih sayang.

Dalam penelitian Sumantri dan Ahmad(2010) berjudul “Teori Belajar Humanistik Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” Menyebutkan bahwa inti dari teori humanistik bermaksud memanusiakan manusia secara manusiawi. Proses belajar mengajar dinilai baik dan benar jika siswa dapat mengerti dirinya serta lingkungannya. Siswa dalam lingkup belajar mengajar diharapkan dapat mengatualisasikan dirinya dengan baik secara cepat maupun lambat.

Pendidikan Muhammadiyah memiliki visi, misi dan tujuan. Visi pendidikan Muhammadiyah adalah berkembangnya fungsi pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah mencakup sekolah, madrasah dan pondok pesantren yang berbasis Al-Islam Kemuhammadiyahan, holistik-integratif, bertata kelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.

Misi pendidikan Muhammadiyah adalah (a) menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang unggul dan berkemajuan; (b) menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang holistik dan integratif,yakni mengembangkan potensi akal, hati, dan keterampilan yang seimbang; (c) menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang akuntabel dan inklusif; (d) menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang didukung iptek dan imtak.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Filsafat Pendidikan Humanistik dan Implikasinya Dalam Kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta)”

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran praktek pendidikan humanis dalam pendidikan Ismuba (Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab)  di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat sebagai perwujudan dari program kurikulum yang telah direncanakan tahun pelajaran 2020/2021. Dengan gambaran tersebut, dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam mengevaluasi program-program kerja yang telah dilaksanakan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Merupakan penelitian deskriptif karena penelitian ini bermaksud untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, yaitu implementasi pendidikan humanistik dalam kurikulum yang di praktekkan dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menjaring data dan informasi yang berkaitan dengan praktek pendidikan humanistik yang dlakukan sekolah. Observasi digunakan untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan dan metode yang digunakan dalam implementasi pendidikan humanistik. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai gambaran keberadaan objek yang diteliti.

Untuk melengkapi data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, data yang diperoleh dikumpulkan untuk di teliti keabsahannya. Dalam penelitian ini teknik triangulasi data dilakukan untuk mengecek kebenaran data yang digunakan. Triangulasi metode dan sumber menjadi teknik yang dilakukan dengan cara mengkonfirmasi ulang informasi hasil wawancara dengan dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis induktif, yaitu analisis yang bertolak dari data dan bermuara pada simpulan-simpulan umum.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

1. Prinsip Penyusunan Kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Kurikulum Ismuba yang disusun Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: pertama, peningkatan Iman, Takwa dan Akhlak Mulia. Prinsip ini menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh agar dapat menunjang peningkatan iman,takwa dan akhlak mulia.

Kedua, prinsip kebutuhan kompetensi masa depan. Dalam prinsip ini, kurikulum harus mampu menjawab tantangan masa depan sehingga perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran.

Prinsip ketiga adalah peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Prinsip ini memandang bahwa pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri berkembang secara optimal.

Prinsip keempat adalah keragaman potensi dan karakteristik wilayah. Maksud dari prinsip ini adalah daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan dan karakteristik lingkungan. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

Prinsip kelima adalah tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Prinsip ini menghendaki kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional. Prinsip keenam adalah tuntutan dunia kerja. Prinsip ini menghendaki kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja.

Prinsip ketujuh adalah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Prinsip ini   menghendaki kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Prinsip kedelapan adalah Agama.

Prinsip ini menghendaki kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman,takwa dan akhlak mulia. Oleh karena itu muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa dan akhlak mulia.

Prinsip kesembilan adalah dinamika perkembangan global. Prinsip ini menghendaki kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa ditengah persaingan berat yang dhadapi di era globalisasi. Prinsip kesepuluh adalah persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Prinsip ini menghendaki kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. 

Prinsip kesebelas adalah kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Prinsip ini  menghendaki kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Prinsip keduabelas adalah kesetaraan jender. Prinsip ini menghendaki kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender. Prinsip ketigabelas adalah karakteristik satuan pendidikan, artinya kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.  

2. Prinsip Pengelolaan Kurikulum Keagamaan (Ismuba/ Al-Islam – Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) SMA Muhammadiyah program Khusus Kottabarat Surakarta

Kurikulum Al-Islam, Kemuhammadiyahan  dan Bahasa Arab yang disingkat ISMUBA adalah kurikulum yang dikembangkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP dan pedoman Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pengelolaan dan pengembangan kurikulum ini memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan kurikulum sebagai berikut; pertama berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Prinsip ini memandang peserta didik memiliki posisi sentral untuk dikembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu agar menjadi kader Muhammadiyah dan kader bangsa.Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran harus berpusat pada peserta didik.

Prinsip kedua adalah beragam dan terpadu. Prinsip ini memandang kurikulum dikelola dengan memperhatikan kebutuhan Muhammadiyah secara nasional sesuai tujuan pendidikan, keragaman karakteristik peserta didik, kondisi wilayah dan daerah, jenjang dan jenis pendidikan.

Prinsip ketiga adalah tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Prinsip ini menghendaki kurikulum ISMUBA dikelola atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis sehingga kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan iptek.

Prinsip keempat adalah relevan dengan kebutuhan kehidupan. Prinsip ini menghendaki kurikulum dikelola dengan memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Prinsip kelima adalah menyeluruh dan berkesinambungan. Prinsip ini menghendaki pengelolaan kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Prinsip keenam adalah belajar sepanjang hayat. Prinsip ini menghendaki pengelolaan kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Prinsip ketujuh adalah seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan wilayah/daerah.

Prinsip ini menghendaki kurikulum dikelola dengan memperhatikan kepentingan nasional dan wilayah/daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan ajaran Islam yang berkemajuan.

3. Standar Proses Pembelajaran ISMUBA

Hasil pendidikan yang diharapkan telah dituangkan dalam standar Isi pendidikan dan standar kompetensi lulusan memerlukan proses pendidikan yang baik. Dalam sistem pendidikan integratif-holistik, keberadaan ISMUBA merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri, akan tetapi dalam proses pendidikannya terintegrasi dengan mata pelajaran lain.

Demikian halnya juga mata pelajaran umum juga merupakan mata pelajaran yang tidak terlepas dari nilai-nilai agama Islam dan kemuhammadiyahan. Konsep pendidikan ISMUBA yang integratif-holistik diformulasikan dalam aspek sebagai berikut :

  1. Isi kurikulum mengintegrasikan kurikulum pendidikan pengetahuan umum dengan pendidikan ISMUBA .Antara pendidikan pengetahuan umum dan pendidikan ISMUBA diberi porsi yang seimbang, saling memperkaya dan memperkuat. Pendidikan pengetahuan umum dilandasi dan diperkaya dengan perspektif agama islam dan kemuhammadiyahan yang terkandung dalam pelajaran ISMUBA. Demikian pula halnya pendidikan ISMUBA diperkaya dengan pengetahuan yang terkandung dalam mata pelajaran umum. Dengan mengintegrasikan keseluruhan kurikulum dalam suatu jalinan kegiatan belajar mengajar, diharapkan siswa dapat memahami esensi ilmu dengan agama Islam dan memahami serta mengamalkan ajaran agama Islam dengan landasan ilmu yang luas.
  2. Proses pembelajaran mengembangkan seluruh potensi siswa yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual serta memadukan secara utuh keseluruhan ranah hasil belajar yaitu antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotor  dalam seluruh aktivitas pembelajaran ISMUBA. Dalam proses pembelajaran digunakan berbagai pendekatan dan metode yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa untuk menghasilkan kemampuan yang menyeluruh dan utuh dalam membentuk kepribadian yang seutuhnya yaitu siswa yang beriman dan bertaqwa serta taat beribadah.
  3. Pengetahuan dan amal perbuatan yakni mengembangkan ilmu agama Islam melalui mata pelajaran pendidikan ISMUBA untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan dengan proses pembelajaran yang mengutamakan adanya suri tauladan yang baik bagi seluruh warga sekolah
  4. Kerjasama sekolah, orang tua dan masyarakat dalam bentuk tanggungjawab bersama dalam pendidikan. Sekolah memberdayakan orang tua dan masyarakat untuk bekerjasama dengan sekolah serta secara aktif memberikan dorongan dan bantuan kepada putra-putrinya dalam belajar. Sedangkan masyarakat berperan serta sebagai sumber belajar yang kaya dan nyata maupun fasilitator dalam belajar.
  5. Budaya sekolah, yakni lingkungan pergaulan, tata hubungan, pola perilaku, kebiasaan baik dan segenap peraturan sekolah diwujudkan dalam kerangka ajaran dan nilai-nilai Islam yang melandasi segala aspek perilaku dan peraturan yang mencerminkan akhlak karimah. Lingkungan fisik dan pola penataan lingkungan ditekankan pada penataan kebersihan, kerapihan, keteraturan, keefektifan, kemudahan, kesehatan, kelogisan, keharmonisan, dan keseimbangan maupun keindahan dalam kerangka pendidikan.

4. Prinsip Pembelajaran ISMUBA

Pembelajaran ISMUBA dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi siswa dengan semangat tauhid untuk menguasai kompetensi ilmu amaliah dan amal ilmiah yang berguna bagi dirinya dan orang lain.
  2. Diorientasikan pada upaya menghasilkan lulusan yang memiliki aqidah yang murni dan kuat, taat beribadah dengan benar, berakhlak karimah, dan gemar beramal shalih.
  3. Pelayanan pendidikan yang bermutu, dan memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan.
  4. Palaksanaan pembelajaran yang menegakkan lima pilar belajar yaitu :
  • Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
  • Belajar untuk memahami dan menghayati
  • Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif
  • Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain
  • Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri dan perilaku yang baik melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan
  • Iklim pembelajaran yang menggembirakan  ditandai dengan suasana hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa maupun antar siswa, akrab, saling menerima dan menghargai, rasa empati dan penuh rasa kasih sayang, aktif, kreatif, inovatif, dan efektif.
  • Dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar dengan sumber belajar.

5. Analisis  Kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Berdasarkan analisis dokumen dalam kurikulum ISMUBA SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, peneliti dapat menemukan hal-hal yang terkait erat dengan pendidikan humanis. Temuan-temuan tersebut antara lain:

  1. Dokumen kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta telah berorientasi pada kepentingan siswa, baik dari pelayanan akademik untuk mengembangkan  aspek kognitif atau intelektual, pengembangan afektif dan psikomotor disusun dalam rangka menumbuhkan bakat dan potensi siswa sehingga memiliki orientasi pada pengembangan kemanusiaan secara utuh.
  2. Program pembelajaran yang dirancang oleh sekolah untuk siswa pengembangan siswa secara utuh. Pengembangan yang dilakukan menekankan nilai-nilai manusiawi, dan nilai kulural dalam pendidikan Islam.Pengembangan siswa meliputi aspek intelektualitas, emosional, sosial dan spiritual yang seimbang sesuai prinsip pendidikan humanistik.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil temuan penelitian pada dokumen kurikulum ISMUBA SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Kurikulum ISMUBA dikembangkan dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta harapan masyarakat yang semua pengembangannya berorientasi pada pengembangan minat bakat siswa secara utuh yang meliputi pengembangan intelektual, emosional, sosial dan spiritual.
  2. Muatan misi pendidikan Muhammadiyaha dalam kurikulum ISMUBA adalah menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang holistik dan integratif yakni mengembangkan potensi akal, hati, dan keterampilan yang seimbang.
  3. Program Pengembangan diri keagamaan di SMA Muhammadiyah program Khusus Kottabarat Surakarta dilakukan dalam rangka optimalisasi potensi-potensi kemanusiaan dan bakat yang dimiliki agar tumbuh optimal.
  4. Penguatan pendidikan karakter juga dihadirkan dengan konsep pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis masyarakat.
  5. Prinsip pembelajaran ISMUBA membangun iklim pembelajaran yang menggembirakan, ditandai dengan suasana hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa maupun antar siswa, akrab, saling menerima dan menghargai, rasa empati dan penuh kasih sayang, aktif, kreatif, inovatif dan efektif.
  6. Program Keagamaan yang dirancang menjadikan ciri khusus sekolah ini menjadi terlihat. Pembiasaan dan materi pembelajaran tidak terlepas dari nilai-nilai religius dan kemajuan ilmu-ilmu umum.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Wahyudin Nur. 2018. ‘Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SMP Wiraswasta Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang’, At-Tazakki, 2 (2018).

Fauzi, Anis. 2016. and Saeful Amri, ‘Implementasi Metode Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013’, 1 (2016), 1–22

Masyaddad, Kholid. 2014. ‘Mengelola Kurikulum’ dalam, Al-`Ulum, 3 (2014), 1–26

Nasbi, Ibrahim. 2017. ‘Manajemen Kurikulum’:, Jurnal Idaarah, I (2017), 318–30

Suprihatin. 2017. ‘Pendekatan Humanistik Dalam Pengembangan Kurikulum …..’, POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 3 (2017), 82–104

Moleong J Lexy , Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.

Fauzi, Ihwan. 2019. “Pembelajaran Perspektif Psikologi Sufistik Imam Al-Ghazali dan Psikologi Humanistik Abraham Maslow dalam Pembentukan Kepribadian”, Jurnal of Teacing and Learning Reserch, Vol. 1, No. 2, Hal. 77-100

 Masbur. 2015.” Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Perspektif Abraham Maslow (1908-1970) (Analisis Filosofis)”, Jurnal Ilmiah Edukasi, Vol. 1, No. 1, Juni, Hal. 29-47

Miswanto, Reka. 2015.” Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dalam Perspektif Kurikulum Humanistik (Studi Kasus di Sekolah Dasar Muhammadiyah Karangbendo Bantul)”, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 2(2), Desember, Hal. 205-244

Nuriskin, Mukh, 2016. “Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan Dan Implementasinya Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam”, Attarbiyah, Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan Islam, 2(1), Desember, Hal. 303-344

Riyanto, Muhammad. 2016.” Pendidikan Humanisme Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”, Jurnal Ilmiah Lingua Idea, 6(1), Hal. 1-18

Sumantri, Budi A., dan Ahmad, Nurul. 2019.” Teori Belajar Humanistik Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, Fondatia : Jurnal Pendidikan Dasar, 3(2), Hal. 1-18

 Yunailis, Maurida .2019.” Kajian Teori Humanistik Maslow Dalam Kurikulum 2013”, Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 9(1), Hal. 86-96

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment