Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Jurus Metode STAR di Pembelajaran IPA

Nurul Fitria, S.Si (Guru SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 11 November 2022 16:35 WIB
Jurus Metode STAR di Pembelajaran IPA

Selama ini kita mengetahui bahwa istilah metode STAR sering digunakan ketika interview. Metode STAR adalah singkatan dari Situation, Task, Action, dan Result. Penjabarannya kira – kira seperti ini:

  • Situation (situasi): Suatu peristiwa, proyek, atau tantangan yang dihadapi.
  • Task (tugas): Tanggung jawab dan tugas dalam situasi tersebut.
  • Action (tindakan): Langkah atau cara yang kamu lakukan untuk mengatasi situasi.
  • Result (hasil): Hasil dari tindakan yang diambil serta hal apa yang kamu pelajari dari situasi tersebut.

Jadi, menggunakan metode STAR dalam interview adalah teknik menjawab pertanyaan wawancara sesuai struktur atau rumus di atas. Melihat dari penjabaran metode STAR yang digunakan saat interview, saya mencoba memodifikasi penerapan metode STAR dalam pembelajaran khususnya IPA Fisika di Kelas VII SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dengan menerapkan Kurikulum Merdeka.

Metode STAR dalam pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Situasi : Menceritakan situasi awal dan tujuan pendidikan/pembelajaran yang harus dicapai
  • Tantangan : Bagian yang menceritakan tantangan atau kesulitan yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan tersebut atau mengatasi permasalahan tersebut
  • Aksi : Bagian yang menceritakan strategi atau aksi yang dilakukan dan melaksanakan penyesuaian strategi jika ada
  • Result/Refleksi:  Bagian yang menceritakan bagaimana reaksi atau hasil dari apa yang dilakukan? Apa dampak dan perubahannya dan pembelajaran apa yang didapatkan setelah merefleksikan proses tersebut? 

Contoh Best Practice Menggunakan Metode STAR

Tujuannya adalah meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam memahami konsep IPA dalam kehidupan sehari – hari

SITUASI

Latar Belakang Masalah:

Masa peralihan PJJ ke pembelajaran tatap muka membuat motivasi belajar peserta didik menurun. Terjadinya loss literasi sains dan numerasi pada saat PJJ mengakibatkan banyak perubahan sikap pada peserta didik yang berdampak pada pembelajaran.

Proses belajar bukanlah sebuah proses instan. Hasil belajar peserta didik tidak dapat dilihat dalam sekejap mata. Oleh karena itu peserta didik merasa bosan pada saat jam pembelajaran berlangsung karena sudah terbiasa pada saat PJJ. Perubahan yang terjadi antara lain seperti :

  • Peserta didik malas untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru
  • Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa kurang fokus, kurang aktif berdiskusi
  • Peserta didik malu untuk mengungkapkan pendapatnya

Praktik ini penting untuk dibagikan karena sebagai guru, saya merasa bertanggung jawab untuk dapat meningkatkan gairah belajar siswa yang menurun dan saya berharap praktik ini dapat memacu guru khususnya saya sendiri untuk melakukan improvement dalam mengajar dan pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Terlebih lagi kurikulum yang diterapkan di kelas VII adalah Merdeka Belajar, jadi siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing – masing.

Sebagai guru saya berperan sebagai teman dalam belajar agar mereka merasa nyaman, senang terhadap materi IPA, serta sebagai motivator dengan memberikan arahan dan bimbingan agar lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas belajarnya.

Selain itu, saya mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini dengan baik, menggunakan model pembelajaran yang tepat dan inovatif, yang bisa mendukung pembentukan karakter peserta didik yang sesuai dengan kompetensi keterampilan berpikir tingkat tinggi (critical thinking, collaboration, creativity, and communication), dan tujuan pembelajaran juga bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. 

TANTANGAN

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara di komunitas praktisi club guru IPA SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu:

1) Model pembelajaran yang digunakan guru belum optimal;

2) Tingkat pemahaman peserta didik yang berbeda – beda dalam memahami materi pembelajaran;

3) Kurangnya dalam penggunaan media pembelajaran yang tepat.

Dari tantangan di atas, seorang guru harus mampu merancang pembelajaran yang inovatif dengan menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik serta model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman materi pembelajaran terhadap peserta didik.

AKSI

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menghadapi tantangan di atas antara lain:

  1. Meningkatkan motivasi siswa dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Di sini guru bisa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi. Melalui pembelajaran berdiferensiasi, setiap siswa difasilitasi untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa tersebut
  2. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan sesuai karakteristik peserta didik. Misalnya dalam pembelajaran perpindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi. Guru mengajak siswa untuk membuat alat panggang dari kaleng bekas yang kemudian bisa digunakan untuk memanggang makanan. Sehingga siswa dapat menjelaskan proses perpindahan panas yang terjadi. Selain itu, guru bisa mengkombinasikan dengan penggunaaan LKPD interaktif berbasis masalah sehari-hari dengan dilengkapi TPACK sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi melalui laboratorium maya.
  3. Guru menggunaan model pembelajaran dengan konteks permasalahan nyata/sehari-hari. Peserta didik perlu untuk mengalami proses pemecahan masalah dalam berbagai situasi dan konteks yang berbeda agar dapat menggunakan keterampilannya secara efektif.
  4. Guru memberikan pembiasaan terhadap permasalahan-permasalahan non-rutin dalam bentuk soal cerita seperti AKM atau soal-soal tipe HOTS. Peserta didik harus memahami langkah-langkah penyelesaian soal HOTS, diawali dengan memahami stimulus yang ada, memahami maksud soal, memahami konsep dan menggunakan konsep tersebut untuk menyelesaikan permasalahan.
  5. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyajikan hasil pengetahuan diskusi kelompok dan saling mengevaluasi solusi dari permasalahan yang disajikan.

REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu hasil yang dirasakan sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari:

  • Desain kegiatan yang berpusat pada siswa sangat meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran IPA sehingga termotivasi untuk belajar
  • Pemilihan model pembelajaran inovatif seperti PBL/PJBL dapat menumbuhkan siswa berpikir kritis. Terlihat dari respon yang diberikan siswa sangat antusias dalam menanggapi pertanyaan guru berkaitan materi perpindahan panas. Pemberian motivasi yang disampaikan di awal dan akhir pembelajaran pun membuat peserta didik paham bahwa IPA dapat membantu memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga menumbuhkan minat peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran.

Faktor utama dari keberhasilan strategi yang dilakukan, yaitu kompetensi guru dalam memahami tujuan yang akan dicapai, serta memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pelajaran yang akan disampaikan.

Bagaimana guru dapat mengelola sebuah proses pembelajaran terutama dalam hal pemilihan model pembelajaran yang inovatif, penyusunan bahan ajar dan instrumen yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya serta media pembelajaran yang akan digunakan. 

Dengan menggunakan jurus metode STAR di pembelajaran IPA, guru dapat menemukan solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan Slogan 

“Belajar tanpa refleksi adalah sia-sia. Refleksi tanpa belajar itu berbahaya”. Guru harus terus bergerak belajar meningkatkan kompetensi misalnya Guru harus lebih kreatif dan inovatif memilih model dan media pembelajaran agar pembelajaran menjadi mudah, asik, seru, menantang dan menyenangkan sehingga dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil belajarnya.

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment