Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Membatik, Cara Menyelami Kearifan Lokal & Potensi Ekonomi

Hendro Susilo (Pengajar di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Kamis, 15 Juni 2023 21:20 WIB
Membatik, Cara Menyelami Kearifan Lokal & Potensi Ekonomi

Coretan tulisan ini sekedar bentuk refleksi atas apa yang ada di benak saya tatkala memperhatikan pemandangan kegiatan siswa dalam membatik. Ya, di pagi itu dalam rangka mengisi jeda waktu pasca ujian, siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat berkegiatan yang salah satunya adalah membatik bersama pengrajin batik yang hadir di sekolah.

Membatik, ini adalah kegiatan yang memiliki makna dalam, gumam saya dalam hati. Ini salah satu cara dalam menyelami nilai dan tradisi luhur kota Solo. Dengan kegiatan praktik membatik yang dipandu langsung Bapak Slamet selaku pengrajin batik, siswa nampak antusias mencoba membatik dengan media yang telah disiapkan sebelumnya.

Pagi itu, Selasa 13 Juni 2023 saya perhatikan siswa–siswi secara berkelompok mulai secara seksama mendengarkan arahan, petunjuk dan langsung praktik membatik pola-pola yang terdapat di media gambar berupa kain.

Peralatan membatik seperti canting, kompor kecil, panci kecil, kain mori, lilin malam yang dicairkan serta larutan pewarna telah tersedia di depan siswa. Secara hati-hati dan seksama siswa mulai menggoreskan canting pada kain yang tersedia.

Elkindy salah satu siswa yang saya amati dan ikut dalam proses membatik, mengaku awalnya merasa susah namun lambat laun mulai menikmati proses membatik yang memang memerlukan ketekunan, ungkapnya.

Batik merupakan warisan budaya bangsa dan menjadi salah satu pakaian tradisional Indonesia yang terkenal sampai mancanegara. Terlebih di kota Solo, ciri khas batik begitu melekat pada budaya di kota ini. Jadi, sewajarnya anak-anak muda usia sekolah perlu dkenalkan teknik-teknik membatik dalam rangka melestarikan budaya. Selain faktor pelestarian budaya, batik juga merupakan kegiatan ekonomi kreatif yang mampu membangkitkan kegiatan industri wisata dan membuka lapangan pekerjaan.

Di tengah perkembangan zaman dan teknologi, agar batik tidak punah maka perlu usaha-usaha aktif dari pelaku dan pengrajin batik seperti Pak Slamet yang mau menyempatkan diri hadir di sekolah dan mengajarkan teknik-teknik membatik kepada anak-anak muda.

Belajar membatik menjadi salah satu upaya melestarikan batik sebagai warisan budaya. Metode Pembelajaran yang menghadirkan langsung narasumber dan pelaku di hadapan siswa menjadi kontekstual dan siswa bisa bertanya langsung saat praktik.

Selain kemampuan teknis membatik, pengetahuan siswa terhadap budaya dan nilai kearifan lokal batik perlu diperkuat. Tema kearifan lokal memang menjadi salah satu fokus sekolah dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai budaya. Kegiatan-kegiatan yang berbasis pada pengenalan nilai dan warisan budaya tetap perlu diperkuat tanpa harus mengabaikan kemajuan zaman. Mengenal kearifan lokal dimaksudkan untuk merefleksikan nilai-nilai dalam membentuk karakter bangsa sehingga lahir generasi yang kompeten dan bermartabat.

Ikhtiar yang dilakukan SMA Muhammadiyah Program Khusus dalam metode pembelajaran yang menghadirkan langsung pengrajin batik untuk melatih dan berdiskusi dengan siswa adalah upaya memperkuat nilai identitas karakter budaya Solo sekaligus mengajarkan pada siswa tentang potensi ekonomi kreatif dari batik seperti wisata dan kebutuhan sandang yang menjad kebutuhan pokok masyarakat. Apalagi batik yang terkenal sampai mancanegara, ini yang menjadi peluang potensial bagi kesejahteraan.

Akhirnya, terbesit harapan dalam diri agar siswa kedepan bisa melestarikan kekayaan budaya lokal seperti batik yang sesungguhnya juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan status batik sebagai warisan budaya dan terkenal sampai mancanegara, ini menjadi aset berharga terlebih bagi warga di kota Solo yang sangat identik dengan kain batik. Jadi, kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, jaga dan lestarikan aset berharga di kota Solo ini. Semangat belajar dan selalu bermanfaat untuk orang lain.

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment