Thursday, 28 September 2023
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
  • Home
  • Tajdid
  • Membatik, Cara Menyelami Kearifan Lokal & Potensi Ekonomi
Membatik, Cara Menyelami Kearifan Lokal & Potensi Ekonomi

Membatik, Cara Menyelami Kearifan Lokal & Potensi Ekonomi

Coretan tulisan ini sekedar bentuk refleksi atas apa yang ada di benak saya tatkala memperhatikan pemandangan kegiatan siswa dalam membatik. Ya, di pagi itu dalam rangka mengisi jeda waktu pasca ujian, siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat berkegiatan yang salah satunya adalah membatik bersama pengrajin batik yang hadir di sekolah.

Membatik, ini adalah kegiatan yang memiliki makna dalam, gumam saya dalam hati. Ini salah satu cara dalam menyelami nilai dan tradisi luhur kota Solo. Dengan kegiatan praktik membatik yang dipandu langsung Bapak Slamet selaku pengrajin batik, siswa nampak antusias mencoba membatik dengan media yang telah disiapkan sebelumnya.

Pagi itu, Selasa 13 Juni 2023 saya perhatikan siswa–siswi secara berkelompok mulai secara seksama mendengarkan arahan, petunjuk dan langsung praktik membatik pola-pola yang terdapat di media gambar berupa kain.

Peralatan membatik seperti canting, kompor kecil, panci kecil, kain mori, lilin malam yang dicairkan serta larutan pewarna telah tersedia di depan siswa. Secara hati-hati dan seksama siswa mulai menggoreskan canting pada kain yang tersedia.

Elkindy salah satu siswa yang saya amati dan ikut dalam proses membatik, mengaku awalnya merasa susah namun lambat laun mulai menikmati proses membatik yang memang memerlukan ketekunan, ungkapnya.

Batik merupakan warisan budaya bangsa dan menjadi salah satu pakaian tradisional Indonesia yang terkenal sampai mancanegara. Terlebih di kota Solo, ciri khas batik begitu melekat pada budaya di kota ini. Jadi, sewajarnya anak-anak muda usia sekolah perlu dkenalkan teknik-teknik membatik dalam rangka melestarikan budaya. Selain faktor pelestarian budaya, batik juga merupakan kegiatan ekonomi kreatif yang mampu membangkitkan kegiatan industri wisata dan membuka lapangan pekerjaan.

Di tengah perkembangan zaman dan teknologi, agar batik tidak punah maka perlu usaha-usaha aktif dari pelaku dan pengrajin batik seperti Pak Slamet yang mau menyempatkan diri hadir di sekolah dan mengajarkan teknik-teknik membatik kepada anak-anak muda.

Belajar membatik menjadi salah satu upaya melestarikan batik sebagai warisan budaya. Metode Pembelajaran yang menghadirkan langsung narasumber dan pelaku di hadapan siswa menjadi kontekstual dan siswa bisa bertanya langsung saat praktik.

Selain kemampuan teknis membatik, pengetahuan siswa terhadap budaya dan nilai kearifan lokal batik perlu diperkuat. Tema kearifan lokal memang menjadi salah satu fokus sekolah dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai budaya. Kegiatan-kegiatan yang berbasis pada pengenalan nilai dan warisan budaya tetap perlu diperkuat tanpa harus mengabaikan kemajuan zaman. Mengenal kearifan lokal dimaksudkan untuk merefleksikan nilai-nilai dalam membentuk karakter bangsa sehingga lahir generasi yang kompeten dan bermartabat.

Ikhtiar yang dilakukan SMA Muhammadiyah Program Khusus dalam metode pembelajaran yang menghadirkan langsung pengrajin batik untuk melatih dan berdiskusi dengan siswa adalah upaya memperkuat nilai identitas karakter budaya Solo sekaligus mengajarkan pada siswa tentang potensi ekonomi kreatif dari batik seperti wisata dan kebutuhan sandang yang menjad kebutuhan pokok masyarakat. Apalagi batik yang terkenal sampai mancanegara, ini yang menjadi peluang potensial bagi kesejahteraan.

Akhirnya, terbesit harapan dalam diri agar siswa kedepan bisa melestarikan kekayaan budaya lokal seperti batik yang sesungguhnya juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan status batik sebagai warisan budaya dan terkenal sampai mancanegara, ini menjadi aset berharga terlebih bagi warga di kota Solo yang sangat identik dengan kain batik. Jadi, kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, jaga dan lestarikan aset berharga di kota Solo ini. Semangat belajar dan selalu bermanfaat untuk orang lain.

Ditulis oleh : Hendro Susilo (Pengajar di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta)

INFORMASI TERKAIT

All
/ 15 September 2023

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Outing Class “Lestarikan Permainan Tradisional”

  SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sejumlah 64 murid kelas 2 SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan outing class dengan tema “Melestarikan Permainan Tradisional” di halaman Gedung Induk Siti Walidah...
/ 13 September 2023

Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Sabet Medali di Kompetisi Sains Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dua siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyabet juara dalam kompetisi sains tingkat nasional. Babak final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) tersebut digelar secara offline di...
/ 7 September 2023

SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Kunjungi UGM

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pada Rabu, 6 September 2023, SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta melakukan kunjungan belajar ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kunjungan tersebut dimaksudkan supaya para siswa dapat...
/ 25 Agustus 2023

Belajar Karya Seni Dekoratif, Murid SD Muh PK Kottabarat Praktik Membatik di Kampoeng Batik Laweyan

  SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sejumlah 82 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan outing class di Kampoeng Batik Laweyan, Rabu (23/8/2023). Mengambil tema “Mengenal Karya Seni...
/ 23 Agustus 2023

Mengenali Dampak Merokok Melalui Praktikum Manfaat dan Bahaya Zat Kimia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Rokok menjadi salah satu ancaman bagi generasi muda. Kurangnya informasi berkaitan dengan bahaya rokok menjadi salah satu faktor menghindari asap rokok. Faktor lingkungan seperti menjadi tuntutan pada generasi...

Diskusi

Galeri Video

GALERI FOTO

TERBARU