Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Meneguhkan Pendidikan Akhlak

Hendro Susilo (Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 23 September 2022 07:18 WIB
Meneguhkan Pendidikan Akhlak

Pendidikan nasional saat ini dihadapkan dengan berbagai ujian. Salah satu ujian terberat yang dialami oleh pendidikan nasional adalah terkait dengan amanat undang-undang Sisdiknas mengenai fungsi pendidikan. Yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kita masih dipertontonkan watak perilaku dari para alumni pendidikan yang menjadi pejabat namun terlibat korupsi, tindakan amoral, mafia anggaran, perselingkuhan, bahkan sampai pembunuhan. Hal ini justru tidak memberikan teladan  yang baik bagi generasi muda. Generasi muda, anak bangsa penerus masa depan perlu memiliki integritas moral dan keilmuan yang handal. Bagaimanakah hal itu bisa terwujud?

Jika kita renungkan, Nabi Muhammad diutus ke muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin menaruh perhatian yang besar terhadap persoalan akhlak ini. Akhlak yang mulia akan menjaga keutuhan suatu bangsa.

Kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya. Jika akhlak telah hilang dari mereka maka binasalah umat (bangsa) itu. Demikian salah satu syair dari penyair Mesir Syeikh Ahmad Syauqi Beik.

Menurut hemat penulis, pendidikan akhlak membutuhkan basis keteladanan yang baik dari seluruh unsur bangsa. Baik dari pemimpin, pendidik, orang tua, serta masyarakat pada umumnya.

Gerakan amar ma’ruf nahi munkar menjadi ciri pergerakan Islam progresif. Gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar ini menuju ke masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Akhlak yang buruk menyebabkan kemunkaran. Kemunkaran muncul dimulai dari sikap yang melewati batas, merugikan sesama dan lingkungan.

Perilaku yang dianggap buruk, haram, tercela dan berpotensi menjauhkan pelaku dari Allah. Perbuatan tersebut harus dicegah. Mencegah kemunkaran menjadi kewajiban setiap muslim. Pilihan cara merubah dan mencegah kemunkaran disesuaikan kemampuan kita masing-masing.

Bisa dengan kekuasaan jika memiliki, bisa dengan lisan atau tulisan yang mengacu pada pengaruh intelektual, atau jika lemah, maka dengan berdoa dalam hati dibenarkan dalam mencegah kemunkaran.

Pendidikan Akhlak

Menurut etimologi Bahasa Arab, akhlak adalah bentuk masdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan. Ia memiliki arti perangai, kelakuan, tabiat, atau watak dasar, kebiasaan atau kelaziman perdaban yang baik dan agama.

Kata khuluqu juga ada yang menyamakannya dengan kesusilaan, sopan santun, serta gambaran sifat batin dan lahiriah manusia. Dalam pendidikan Muhammadiyah (kurikulum Ismuba), pendidikan akhlak ini dikenal dengan nama mata pelajaran pendidikan aqidah-akhlak yang diajarkan di sekolah Muhammadiyah.

Aqidah  berasal dari kata aqada yang berarti ma’qudah. Artinya adalah “yang terikat”. Aqidah bisa dipahami sebagai sebuah ikatan yang kuat yang terpatri di bagian dalam diri kita.

Dalam konsep pendidikan Islam, manusia sebagai subjek pendidikan sejak dilahirkan hingga usia lanjut memosisikan pendidikan aqidah sebagai asas utama. Sisi lain, tabiat dasar manusia adalah makhluk yang butuh untuk melakukan interaksi atau sosialisasi di segala sektor kehidupan dalam upaya memenuhi kebutuhan.

Akhlak yang baik inilah menjadi instrumen kunci dalam membangun interaksi. Tidak hanya secara vertikal dalam arti hablum min Allah ,tetapi juga secara horizontal dalam arti hablum min annas.

Pendidikan akhlak membutuhkan basis keteladanan yang baik. Keteladanan dan pembiasaan menjadi metode yang efektif dalam pendidikan akhlak. Keteladanan ini membutuhkan kesungguhan dalam pengendalian diri.

Selaras dengan pemikiran Al-Ghazali bahwa metode pendidikan akhlak adalah mujahadah dan membiasakan latihan dengan amal sholeh. Begitu juga menurut Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa adanya kemauan yang sungguh-sungguh untuk berlatih terus menerus dan menahan diri untuk memperoleh keutamaan dan kesopanan yang sebenarnya sesuai keutamaan jiwa menjadi kunci pendidikan akhlak (al-sa’adah/kebaikan yang paripurna).

Setiap proses pendidikan harus berorientasikan pada pembentukan akhlak yang mulia bagi peserta didik. Akhlak yang mulia mengharuskan adanya kesucian jiwa. Sedangkan kesucian jiwa akan mengantarkan seseorang dalam memahami eksistensi dirinya serta penciptaannya. Yang pada akhirnya, akan membentuk kepribadian yang luhur dalam aspek spiritual, emosional, dan intelektual.

Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus membangun kesadaran yang meliputi aspek kesadaran berketuhanan, kesadaran berkemanusiaan, kesadaran berkealaman, kesadaran berkeduniaan, dan kesadaran berkeakhiratan (Majid Irsan al-Kailani,1996:75-100). Kelima kesadaran ini penting ditanamkan kepada siswa sekolah Islam.

Kesadaran berketuhanan terkait relasi hablum min Allah. Manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah, maka kesadaran siswa diorientasikan dan dibiasakan tekun beribadah, menjadi taat dan ikhlas dalam menjalankan ibadah serta beramal shalih.

Kesadaran berkemanusiaan diarahkan pada konsep hablum min annas. Bahwa siswa harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia (sesama) dengan berbuat baik, adil dan bijaksana. Tidak mendzolimi sesama dengan perbuatan bully, kasar apalagi penuh kekerasan sampai pada tawuran pelajar. Semangat berbuat adil dan baik perlu menjadi kebiasaan siswa di sekolah.

Kesadaran berkealaman terkait dengan pengelolaan lingkungan alam yang bijak. Bahwa siswa (manusia) harus hidup harmoni dengan alam. Kerusakan alam yang terjadi, timbul karena keserakahan dalam eksploitasi. Alam harus dijadikan media belajar dan memakmurkan kehidupan serta dalam rangka mendekat pada sang pencipta, Allah SWT.

Oleh karena itu, program-program pelestarian alam lingkungan perlu digalakkan di tingkat sekolah agar siswa memiliki kesadaran bahwa alam merupakan amanah Allah yang dititipkan kepada manusia sebagai fungsi kekhalifahan di muka bumi.

Kesadaran keduniaan diorientasikan pada kehidupan dunia ini sebagai ujian dan kompetisi. Kesadaran ini membawa pada siswa agar memiliki etos ilmu dan amal yang tinggi. Bahwa umat islam harus mampu tumbuh menjadi manusia yang unggul dan berprestasi. Motto Fastabiqul khoirot meumbuhkan semangat juang yang tinggi, produktif, etos kerja yang tinggi dan ikhlas sehingga tumbuh menjadi manusia-manusia yang unggul dan memiliki karakter luhur.

Kesadaran berkeakhiratan diorientasikan bahwa kelak kita (manusia) mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang dilakukan. Kesadaran ini akan mendorong siswa memiliki sikap dan perilaku hati-hati,merasa di awasi dalam segala hal oleh Allah dan malaikat.

Siswa juga akan merasa malu jika berbuat yang tidak baik dihadapan manusia dan Allah sehingga mendorong berperilaku dan berkinerja terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan. Keteladanan dan kesadaran ini menjadi faktor penting dalam meneguhkan pendidikan akhlak kepada generasi muda agar tumbuh menjadi generasi unggul dalam ilmu dan akhlak. Semoga bangsa kita tetap jaya dengan akhlakul karimah yang semakin membumi di ibu pertiwi.

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment