Refleksi: Muhammadiyah, Nasionalisme Dan Tantangannya

Di setiap bulan Agustus, memori bangsa kita dalam hal nasionalisme muncul. Beragam implementasi untuk mewujudkan rasa cinta tanah air ditunjukkan segenap elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, sampai pada bapak dan ibu melakukan serangkaian kegiatan di tempat masing-masing.

Beragam lomba-lomba yang memupuk kebersamaan, menghias jalan, spanduk hari kemerdekaan sampai acara malam tirakatan diselenggarakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan negeri kita tercinta.

Sebagai bagian dari anak bangsa, fenomena tersebut membuat saya bangga. Setidaknya ada media bagi generasi muda untuk belajar sekaligus merefleksikan terkait makna kemerdekaan.

Sebagai pengajar, terbesit tanya dalam lubuk hati tentang pewarisan nilai watak dan kepribadian bangsa kepada generasi muda. Apakah media ragam kegiatan tahunan yang diselenggarakan cukup efektif menanamkan watak kepribadian bangsa kepada generasi muda? Terlebih generasi Z saat ini sangat akrab dengan dunia digital. Apakah literasi sejarah mereka kuat di era digital atau sebaliknya  berjarak dengan literasi sejarah bangsa?