Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sosok

Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS

Ariya/Fajar, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 14 Januari 2026 15:33 WIB
Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Nur Subekti dikenal sebagai mantan atlet pencak silat nasional yang kini berkiprah sebagai akademisi dan pelatih. Karier atletiknya dimulai sejak duduk di bangku SMP sekitar tahun 1999–2000. Sejak itu, berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari juara tingkat provinsi hingga nasional, serta mewakili Jawa Tengah dalam berbagai ajang bergengsi.

Selain itu, Subekti juga aktif di Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Di level pelajar saya pernah juara provinsi, lalu di mahasiswa juara nasional, bahkan di level umum juga pernah. Puncaknya saya sempat dipanggil seleksi nasional dan pelatnas,” ungkap Nur Subekti saat ditemui, Rabu, (14/1/2026).

Meski disibukkan dengan jadwal latihan ketat dan kehidupan asrama sebagai atlet, Bekti sapaannya, tidak pernah meninggalkan pendidikan. Ia menempuh studi Strata 1 di jurusan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan hingga lulus pada 2011, meski harus menyelesaikannya dalam waktu lima tahun. “Saya selalu menanamkan pada diri saya, mau jadi atlet sejauh apapun, pendidikan harus selesai,” tuturnya.

Keputusan Besar Pensiun

Keputusan besar diambil pada 2012 ketika Nur Subekti memilih pensiun sebagai atlet aktif. Langkah tersebut diambil demi melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 sekaligus mengembangkan karier di dunia akademik. Sejak saat itu, arah hidupnya berubah signifikan. Selain menyelesaikan studi S2 tepat waktu, Bekti juga memulai karier sebagai pelatih.

Pengalaman praktik sebagai atlet yang dipadukan dengan teori dari bangku kuliah membuat metode kepelatihannya berkembang pesat. Bahkan, kariernya sebagai pelatih justru semakin bersinar. “Sejak 2012 saya sudah memegang tim Jawa Tengah, dan sekarang dipercaya menjadi pelatih tim PON,” jelasnya.

Puncak peran akademiknya dimulai ketika Nur Subekti dipercaya merintis Program Studi Pendidikan Jasmani di UMS. Berbekal pengalaman sebagai atlet, pelatih, dan lulusan S2, Bekti dinilai memiliki kapasitas utuh sebagai praktisi sekaligus akademisi. “Karena saya punya pengalaman di lapangan dan juga akademik, banyak pihak yang merekomendasikan saya untuk merintis prodi ini,” katanya.

Tantangan terbesar muncul ketika ia langsung diangkat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi), meski belum memiliki pengalaman panjang sebagai dosen. Ia harus mengelola pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga merancang strategi agar program studi berkembang dan diminati mahasiswa.

Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

Sebagai sosok yang lebih banyak berkecimpung di lapangan, Bekti mengakui harus beradaptasi, terutama dalam urusan administrasi. Ia menyiasatinya dengan membangun tim yang solid. “Saya orang lapangan, maka saya rekrut dosen-dosen yang kuat secara teori dan administrasi. Akhirnya kami saling melengkapi,” ujarnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Program Studi Pendidikan Jasmani UMS kini meraih akreditasi Unggul dan menjadi salah satu prodi favorit. Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan pimpinan fakultas, Nur Subekti tetap konsisten menjalani peran sebagai pelatih, bahkan saat dipercaya menjadi wakil dekan. “Saya tidak mau berhenti melatih. Itu bagian dari identitas saya,” tegasnya.

Menutup perbincangan, Nur Subekti berpesan kepada generasi muda agar tidak menjauh dari olahraga meskipun hidup di era teknologi. Menurutnya, olahraga merupakan kebutuhan penting, bukan hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mental. “Olahraga itu kebutuhan. Bergeraklah, jangan hanya melihat media sosial,” pesannya.

Ia pun menegaskan filosofi hidup yang terus dipegangnya, ‘Mens Sana in Corpore Sano’ di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Prinsip tersebut telah mengantarkannya dari arena pertandingan hingga ruang akademik.

Berita Terbaru

Faeyza Bayanaka Kusuma, Ungkap Rahasia Raih Seabrek Prestasi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Faeyza Bayanaka Kusuma, siswa kelas III, menunjukkan konsistensi gemilang dalam prestasi bidang akademik maupun...

Alumnus UMS Asri Hartanti Buktikan Bahasa Inggris Bisa Dipelajari dari Aktivitas Harian

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui program UMS Talk Podcast. Kali ini, podcast menghadirkan Asri Hartanti, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris...

Ketua IPM Solo Lempar Analisis Fiskal di Future Leader Camp Kemendiktisaintek

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keaktifan mahasiswanya di kancah nasional. Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan...

Dari Tikar Sederhana hingga Lapak Tetap: Perjalanan Hidup Sularti di Pasar Gede

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di antara hiruk-pikuk suara tawar-menawar dan aroma buah segar yang memenuhi udara pagi di Pasar Gede, tepatnya di Jl. Suryopranoto, Kota Solo, seorang perempuan...

Kisah Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tak selamanya seorang mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar di dalam kelas. Bagi sebagian mahasiswa, praktik langsung di lapangan adalah pengalaman berharga. Mengimplementasikan pelajaran di...

Kisah Asa Ahmad Din Membangun Asa Melalui Butik Halmartex

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di Jl. Mangesti Raya, Gentan, Sukoharjo, berdiri sebuah butik batik yang tampak sederhana namun memiliki kisah perjalanan yang dalam. Butik itu bernama Halmartex, sebuah...

Berani Mencoba Menjadi Kunci Ammar PBSI UMS Tembus Juara Puisi Nasional

Langit kelabu menaungi halaman depan Gedung B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (4/11/2025) sore.  Sekitar pukul 15.40, seorang...

Bangkitkan Semangat Literasi, Alumni UMS Rebut Juara II Pemuda Pelopor Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mohammad Taufiq Hassan, meraih Juara II Pemuda Pelopor Kota Solo Tahun 2025...

Alumni UMS Bersua Najwa Shihab, Ceritakan Celengan Beasiswa Narasi hingga Penggerak Literasi Digital

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perjalanan inspiratif datang dari alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ari Septian, yang belum lama ini mendapat kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan Najwa Shihab...

Mahasiswa Fisioterapi UMS Raih Karya Terfavorit di Ajang NEO 2025

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selvi Restiyani, berhasil mencatatkan prestasi nasional setelah masuk dalam Top 50 Nasional dan meraih predikat Karya...

Berkat Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Raih Omzet Puluhan Juta per Bulan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Siapa sangka, dari kunjungan santai ke pantai di Gunungkidul, Rifan Susanto, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), justru menemukan ide bisnis yang...

Fajry Annur, Potret Mahasiswa UMS Berprestasi…

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Lahir dan besar di Desa Ponre Waru, Kecamatan Wolo, Sulawesi Tenggara, Fajry Annur dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang aktif dalam pergerakan Muhammadiyah. Sebagai...