
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke Jepang.
Selain berdiskusi dengan akademisi Nagoya University, delegasi FEB UMS juga bertemu dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang untuk membahas peluang kerja sama yang mendukung internasionalisasi kampus dan promosi budaya Indonesia di tingkat global.
Dekan FEB UMS, Muzakar Isa, mengatakan pertemuan dengan PPI Jepang membahas berbagai peluang kolaborasi, termasuk strategi memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Jepang.
“Pertemuan berlangsung dinamis dengan membahas peran mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri sebagai duta budaya sekaligus agen promosi potensi daerah Indonesia. Selain promosi pariwisata, diskusi juga menyoroti berbagai peluang beasiswa dan program internasional yang tersedia di Nagoya University bagi mahasiswa Indonesia,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka akses internasional yang lebih luas bagi mahasiswa UMS sekaligus memperkuat jejaring global di bidang pendidikan, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan yang sama, FEB UMS juga memperkenalkan hasil kajian mengenai UMKM batik Indonesia kepada akademisi Nagoya University. Kajian tersebut mendapat perhatian karena mengangkat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kreatif berbasis budaya.
Muzakar menjelaskan, forum akademik internasional menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil penelitian dan praktik pemberdayaan masyarakat yang telah dikembangkan di Indonesia.
“Batik tidak hanya merupakan warisan budaya bangsa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif. Kami ingin menunjukkan bagaimana inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kewirausahaan berbasis budaya dapat menjadi model pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke Jepang. (Humas)
Melalui diskusi tersebut, FEB UMS memperoleh berbagai masukan terkait pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pengembangan UMKM di era global. Pertemuan itu juga membuka peluang kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program akademik berstandar internasional.
“Ke depan, sejumlah peluang kerja sama menjadi fokus tindak lanjut kedua institusi. Di antaranya kolaborasi penelitian mengenai pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan pembangunan berkelanjutan, penyusunan publikasi ilmiah internasional, penyelenggaraan seminar maupun guest lecture bersama, serta eksplorasi program pertukaran akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMS, Aflit Nuryulia Praswati, mengungkapkan salah satu kajian yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah pengembangan Batik Ecoprint. Menurutnya, penelitian tersebut mencerminkan komitmen UMS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan alami dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis.
“Kajian UMKM batik yang dikembangkan FEB UMS berfokus pada peningkatan daya saing pelaku usaha melalui inovasi produk, pemasaran digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Hasil penelitian tersebut tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menghasilkan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM,” ujarnya.
Program pemberdayaan masyarakat berbasis Batik Ecoprint tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).
Dalam pelaksanaannya, FEB UMS berkolaborasi dengan dosen dari berbagai bidang keilmuan, meliputi bisnis digital, manajemen, teknik mesin, dan pendidikan biologi. Aflit berharap pendekatan multidisiplin tersebut mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Dengan terjalinnya komunikasi bersama akademisi Nagoya University dan PPI Jepang, FEB UMS optimistis dapat memperluas kolaborasi internasional yang berdampak bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.
Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...
IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...
Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...
Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...
Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...
KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...
Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...
Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...
Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....






