
Langit kelabu menaungi halaman depan Gedung B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (4/11/2025) sore. Sekitar pukul 15.40, seorang mahasiswa tampak duduk di depan ruang dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ia mengenakan kemeja serba hitam dengan celana krem, ransel tersampir di punggungnya.
Ia adalah Ammar Faqih Utomo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMS. Baru-baru ini, ia meraih Juara 2 Lomba Cipta Puisi Nasional 2025 pada Olimpiade Nasional Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Satu tangannya memegang ponsel yang sesekali bergerak saat ia berbicara. Di tengah perbincangan, ia sempat menghentikan ucapan, mengalihkan pandangan sejenak, lalu kembali menatap lawan bicara. Ammar kemudian menceritakan tentang kompetisi yang baru diikutinya.
Lomba bertema “Puisi Sebagai Wajah Sejarah Kita” itu menjadi ruang bagi Ammar untuk menuliskan pandangannya tentang perjalanan bangsa. Puisinya tidak menonjolkan heroisme, tetapi menghadirkan sisi lain dari sejarah, tentang ingatan, luka, dan keheningan yang tertinggal. Tema ini, menurut Ammar, menggarisbawahi peran puisi sebagai medium untuk memotret dan menafsirkan perjalanan bangsa. Ia memandang sejarah bukan untuk dipuja, melainkan direnungi agar generasi muda memahami asal dan arah mereka.
Proses menulis puisi itu membutuhkan usaha yang besar. Awalnya, Ammar merasa tidak yakin karena belum terbiasa dengan gaya puitis. Ia belajar banyak dari tugas kuliah dan kegiatan di Laboratorium Literasi PBSI FKIP UMS. Dari bimbingan dosen-dosennya, ia belajar tentang arti konsistensi dan keberanian menulis.
Ammar baru mendaftar lomba sehari sebelum penutupan. Selama 19 hari, ia menyiapkan karya dengan membaca panduan lomba, memahami tema, dan meneliti profil juri untuk mengetahui gaya puisi yang mungkin disukai. Tanpa menargetkan kemenangan, ia menulis dengan strategi yang matang. “Aku sering ikut lomba tiap bulan dan jarang menang, tapi kali ini rezekinya di sini,” katanya saat ditemui reporter Muhammadiyahsolo.com. Hasil kemenangannya berupa e-sertifikat, uang pembinaan, dan buku antologi 50 puisi terbaik.
Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga menjadi penyemangat utama. Orang tua Ammar selalu mendukung selama yang dia lakukannya bermanfaat. Sementara, teman-temannya, baru mengetahui setelah ia mengunggah kabar kemenangan di media sosial. Ia memilih mengabaikan komentar yang mengganggu dan berfokus pada dukungan yang diterimanya.
Meskipun sukses di bidang sastra, Ammar memilih fokus pada linguistik untuk tugas akhirnya. Ia menganggap dirinya hanya penikmat sastra, bukan penulis sastra. Ia gemar membaca karya Keigo Higashino dan Fumiko Enchi, yang menurutnya, mereka menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun, mengandung arti mendalam. Kemenangan ini ia anggap sebagai langkah awal untuk terus berkarya. Ke depan, Ammar ingin menulis novel komedi dan membuat komik. Ia akan menulis ceritanya dan mencari teman yang bisa menggambar.
Sebelum perbincangan berakhir, Ammar menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain. “Coba saja dulu. Soal menang atau kalah itu nanti. Yang penting konsisten dan jangan cepat berhenti. Belajar sepanjang hayat, berprestasi sepanjang hayat,” ucapnya.
Sore itu, di bawah langit kampus yang berubah gelap, Ammar menunjukkan bahwa menulis bukan sekadar menyusun kata, melainkan keberanian untuk merekam makna dan perjalanan hidup dengan ketulusan.
Faeyza Bayanaka Kusuma, Ungkap Rahasia Raih Seabrek Prestasi
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Faeyza Bayanaka Kusuma, siswa kelas III, menunjukkan konsistensi gemilang dalam prestasi bidang akademik maupun...
Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena...
Alumnus UMS Asri Hartanti Buktikan Bahasa Inggris Bisa Dipelajari dari Aktivitas Harian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui program UMS Talk Podcast. Kali ini, podcast menghadirkan Asri Hartanti, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris...
Ketua IPM Solo Lempar Analisis Fiskal di Future Leader Camp Kemendiktisaintek
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keaktifan mahasiswanya di kancah nasional. Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan...
Dari Tikar Sederhana hingga Lapak Tetap: Perjalanan Hidup Sularti di Pasar Gede
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di antara hiruk-pikuk suara tawar-menawar dan aroma buah segar yang memenuhi udara pagi di Pasar Gede, tepatnya di Jl. Suryopranoto, Kota Solo, seorang perempuan...
Kisah Mahasiswa UMS Jadi Classification Assistant IFCPF Men’s Asia-Oceania Cup 2025
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tak selamanya seorang mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar di dalam kelas. Bagi sebagian mahasiswa, praktik langsung di lapangan adalah pengalaman berharga. Mengimplementasikan pelajaran di...
Kisah Asa Ahmad Din Membangun Asa Melalui Butik Halmartex
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di Jl. Mangesti Raya, Gentan, Sukoharjo, berdiri sebuah butik batik yang tampak sederhana namun memiliki kisah perjalanan yang dalam. Butik itu bernama Halmartex, sebuah...
Bangkitkan Semangat Literasi, Alumni UMS Rebut Juara II Pemuda Pelopor Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mohammad Taufiq Hassan, meraih Juara II Pemuda Pelopor Kota Solo Tahun 2025...
Alumni UMS Bersua Najwa Shihab, Ceritakan Celengan Beasiswa Narasi hingga Penggerak Literasi Digital
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perjalanan inspiratif datang dari alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ari Septian, yang belum lama ini mendapat kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan Najwa Shihab...
Mahasiswa Fisioterapi UMS Raih Karya Terfavorit di Ajang NEO 2025
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selvi Restiyani, berhasil mencatatkan prestasi nasional setelah masuk dalam Top 50 Nasional dan meraih predikat Karya...
Berkat Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Raih Omzet Puluhan Juta per Bulan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Siapa sangka, dari kunjungan santai ke pantai di Gunungkidul, Rifan Susanto, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), justru menemukan ide bisnis yang...
Fajry Annur, Potret Mahasiswa UMS Berprestasi…
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Lahir dan besar di Desa Ponre Waru, Kecamatan Wolo, Sulawesi Tenggara, Fajry Annur dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang aktif dalam pergerakan Muhammadiyah. Sebagai...





