SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di Jl. Mangesti Raya, Gentan, Sukoharjo, berdiri sebuah butik batik yang tampak sederhana namun memiliki kisah perjalanan yang dalam. Butik itu bernama Halmartex, sebuah nama yang menyimpan harapan, doa, dan cerita perjuangan panjang seorang ayah bernama Asa Ahmad Din, atau akrab disapa Pak Asa.
Sebelum mengenal dunia batik, Pak Asa tidak memiliki latar belakang usaha tekstil sama sekali. Ia bekerja apa saja yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga: berjualan jagung bakar, mengirim minyak tanah, hingga membuka toko kelontong kecil. Semua ia lakukan dengan tekun, meskipun hasilnya sering kali tidak sesuai harapan. Dalam perjalanan itu, ia jatuh, bangkit, mencoba lagi, dan terus maju tanpa kehilangan rasa syukur.
Suatu hari, ketika ia mulai memperhatikan kehidupan sekelilingnya, ia menyadari bahwa banyak dari orang-orang di sekitar Pasar Kliwon, Kota Solo, mampu hidup stabil dengan usaha kain dan batik. Ia mulai mencari tahu, mendengar, bertanya, dan tanpa disangka salah satu kerabat keluarga memperkenalkannya dengan produsen batik kemeja. Pertemuan sederhana itu menjadi pintu yang tak pernah ia sangka akan membuka jalan panjang Halmartex. Dari situ, ia mulai belajar memahami proses kain, motif, hingga pola pasar, meski semuanya ia pelajari dari pengalaman, bukan pendidikan formal.
Halmartex sendiri lahir bukan sebagai toko besar, melainkan dari sebuah kamar kosong di samping toko kelontong keluarga. Ruangan yang dulu hanya terisi barang seadanya itu, pelan-pelan berubah menjadi tempat usaha. Tidak ada etalase pada awalnya, tidak ada pajangan, bahkan tidak ada rak kain yang rapi. Hanya ada niat, keberanian mencoba, dan semangat untuk bertahan. Ia mulai dengan menjual sarung bermotif, lalu berkembang menambah koleksi batik kemeja, sampai akhirnya mampu memproduksi motif sendiri.
Nama Halmartex bukanlah nama yang dipilih sembarangan. Nama itu berasal dari nama putranya, Zidni A’torida Halmar Ma’aly. Dengan memberikan nama anaknya sebagai nama butik, Pak Asa seakan menitipkan doa agar kelak usaha ini bukan hanya menjadi mata pencaharian, tetapi juga menjadi warisan keluarga, sesuatu yang dapat dibanggakan, ditempati, dan diteruskan oleh anak-anaknya kelak. Halmartex adalah cinta yang dijahit dalam bentuk usaha.
Beda dengan Butik Lain
Dalam proses berkembang, Halmartex memilih ciri khas yang membedakannya dengan butik batik lain, yaitu motif dan teknik produksinya. Halmartex memproduksi batik dalam jumlah terbatas, bukan massal, sehingga setiap model terasa lebih personal dan eksklusif. Motif-motifnya terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, seperti bentuk pagar rumah, ukiran pintu, pahatan dinding, hingga batik yang ditemui sekilas saat melintas, sebelum akhirnya mengolahnya menjadi ide motif baru. Sementara itu, motif khas batik Solo seperti parang dan burung tetap dipertahankan sebagai identitas lokal yang tidak boleh hilang.

Butik Halmartex. [Aghna].
Ke depan, Halmartex memiliki rencana untuk memperluas pemasaran melalui platform digital dan membuka sesi live secara rutin untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Meskipun perjalanan masih panjang, harapan itu tidak pernah padam. Bagi anak muda yang sedang memulai usaha, Pak Asa memberi pesan sederhana namun bermakna: “Jangan takut gagal. Jatuh itu wajar. Yang penting, berdiri lagi. Kalau kita mau berusaha dan bersyukur, rezeki akan menemukan jalannya.”
Mengenal Daffa Satria Nugraha, Mahasiswa Berprestasi dari Teknik Elektro UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Daffa Satria Nugraha, menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa dapat berjalan melalui beragam...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Penghargaan Perhumasri Award 2026
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional The Best Hospital Public Relation Program (Pemenang Kesatu Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik) dalam ajang PERHUMASRI...
Calista Atha Yumna Raih Dua Penghargaan Internasional pada Inovasi Digital Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons penanganan yang cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dapat menjadi bekal penting sebelum tenaga...
Guru Besar UMS Bahas AI dalam Forensik di Konferensi Uzbekistan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjadi pembicara dalam konferensi internasional yang diselenggarakan Kementerian Kehakiman Republik...
Mahasiswa UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jody Julian Putra Caesar, meraih penghargaan Most Inspiring Participant dalam Future Leader...
Jody Julian Putra Caesar Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Jody dinobatkan...
Haedar Nashir Kenang Pengabdian Prof. Chamamah Soeratno
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita atas wafatnya Prof. Chamamah Soeratno, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000–2005...
Dari Soloraya ke AS, Alumni UMS Ini Buktikan Perempuan Muhammadiyah Bisa Memimpin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini tak pernah benar-benar usai. Ia hidup dalam denyut gerakan perempuan masa kini, salah satunya tercermin dalam sosok Ninin Karlina, alumni...
Faeyza Bayanaka Kusuma, Ungkap Rahasia Raih Seabrek Prestasi
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Faeyza Bayanaka Kusuma, siswa kelas III, menunjukkan konsistensi gemilang dalam prestasi bidang akademik maupun...
Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena...
Alumnus UMS Asri Hartanti Buktikan Bahasa Inggris Bisa Dipelajari dari Aktivitas Harian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui program UMS Talk Podcast. Kali ini, podcast menghadirkan Asri Hartanti, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris...
Ketua IPM Solo Lempar Analisis Fiskal di Future Leader Camp Kemendiktisaintek
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keaktifan mahasiswanya di kancah nasional. Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan...







