
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah.
Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Minsih, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis, (28/8/2025) di Edutorium KH Ahmad Dahlan. Kepakarannya di bidang Pendidikan Inklusif berangkat dari pengalaman pribadi sekitar 14 tahun lalu, saat mendapati sulitnya mencari sekolah yang ramah bagi ABK.
“Bagi ABK, pendidikan inklusif adalah pintu gerbang menuju pengakuan martabat. Tujuannya bukan untuk menyamakan mereka dengan yang lain, tetapi memastikan bahwa keunikan mereka menjadi kekuatan dalam proses belajar,” jelas Minsih saat Jumpa Pers, Selasa (26/8/2025) di Dapur Solo UMS.
Lahir di Lahat, Sumatra Selatan, 25 Agustus 1979, Minsih menempuh pendidikan dasar di Pendopo Lintang Lahat, lalu melanjutkan pendidikan SMP hingga SMA di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Setelah itu, beliau meraih gelar sarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada bidang Pendidikan Dasar.
Pemahaman Guru
Sejak masa magister, fokus kajiannya diarahkan pada pendidikan inklusif, dan berkembang menjadi kepakaran hingga penelitian disertasi. Hingga kini, riset-risetnya telah banyak mengungkap tantangan penerapan inklusivitas di sekolah dasar, mulai dari keterbatasan kurikulum, minimnya pemahaman guru, hingga stigma sosial dari orang tua.
Dalam pandangannya, pendidikan inklusif adalah bagian dari transformasi paradigma pendidikan. Dari sistem segregatif (memisahkan ABK), ke model integratif, hingga menuju paradigma inklusif yang transformatif yang memandang keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
Akan tetapi, Minsih menilai bahwa di lapangan, banyak sekolah yang baru mengklaim status inklusif tanpa benar-benar menginternalisasi nilai-nilainya. “Masih ada orang tua yang menolak anaknya berada di kelas yang sama dengan ABK karena takut tertular. Padahal, disabilitas bukan penyakit. Stigma ini yang harus diubah,” ungkapnya.
Implementasi Nilai Islam
Lebih dari sekadar pendekatan pedagogis, ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif sejatinya adalah implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan. Menurutnya, prinsip ta’awun (tolong-menolong), rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan musyawarah (persamaan hak) merupakan fondasi kuat untuk membangun sistem pendidikan yang ramah terhadap semua kalangan, termasuk ABK, kelompok minoritas, pendatang, maupun mereka yang berbeda bahasa dan latar belakang sosial-ekonomi.
“Islam telah lama mengajarkan inklusivitas. Konsep education for all dalam perspektif Islam sebenarnya berakar dari nilai rahmah, adil, dan musyawarah. Pendidikan inklusif adalah jalan dakwah konkret Islam Berkemajuan,” tuturnya.
Gagasannya juga terinspirasi dari pemikiran Prof. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya inklusivitas sebagai dasar Islam Berkemajuan. Ke depan, Minsih ingin menginisiasi riset dan pengembangan model pendidikan inklusif yang lebih progresif, mulai dari penyusunan kurikulum, penguatan kapasitas guru, hingga penyediaan ruang belajar yang benar-benar ramah keberagaman.
“Inklusif yang berkemajuan tidak cukup hanya dengan label. Harus ada sistem penyelenggaraan, kurikulum, dan interaksi yang membangun empati. Inilah yang membedakan antara sekadar sekolah inklusif dan pendidikan inklusif yang sejati,” tegasnya.
RS UMS A.R. Fachrudin Layani Kesehatan Peserta Refleksi Milad ke-68 UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta Refleksi Hari Jadi ke-68 Universitas...
Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...
Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...
Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...
RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...
UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...
UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...
Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...






