Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

PP ‘Aisyiyah Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru PAUD Dibekali Kompetensi Khusus

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 11 Juni 2026 17:17 WIB
PP ‘Aisyiyah Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru PAUD Dibekali Kompetensi Khusus
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pimpinan Pusat 'Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI 'Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada Rabu (10/6/2026). (Humas)

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Juni 2026 itu diikuti lebih dari 800 guru PAUD, Kelompok Bermain, dan TK ABA dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Pendidikan Inklusif ‘Aisyiyah: Mewujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua”, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif sekaligus mendorong semakin banyak satuan pendidikan ‘Aisyiyah yang mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah, aman, nyaman, dan terbuka bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Koordinator Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi Program INKLUSI dengan Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah dalam mengembangkan model pendidikan inklusif di lingkungan sekolah-sekolah ‘Aisyiyah.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak sekadar menghadirkan anak berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi memastikan setiap anak memperoleh akses dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Program inklusif ini memodeling bersama-sama dengan Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah untuk mendorong sekolah-sekolah kita menyediakan pendidikan inklusif untuk semua warga belajar. Pendidikan inklusif di sini lebih kepada bagaimana sekolah-sekolah kita bisa diakses oleh anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Tri berharap para peserta dapat menjadi penggerak pengembangan sekolah inklusif di daerah masing-masing. Sekolah-sekolah ‘Aisyiyah, kata dia, perlu terus berkembang menjadi ruang belajar yang menerima keberagaman peserta didik. “Sekolah-sekolah kita ini, selain menjadi sekolah yang ramah, aman, dan nyaman untuk anak-anak, kita juga akan menerima anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” katanya.

Perluas Akses Pendidikan

Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Sebagai pelopor pendidikan anak usia dini melalui TK ABA yang telah berdiri sejak 1919, ‘Aisyiyah diharapkan terus menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

“Oleh karena itu, ini menjadi semangat kita untuk ber-fastabiqul khairat, bagaimana kita sebagai organisasi perempuan berkemajuan akan membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak kita sehingga semua anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk belajar,” ucapnya.

Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Fitniwilis, menjelaskan penyelenggaraan pendidikan inklusif membutuhkan kesiapan lembaga, guru, serta sistem pendukung yang memadai. Langkah awal yang perlu dilakukan sekolah adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik melalui asesmen yang tepat.

Menurutnya, hasil asesmen menjadi dasar dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) bagi anak berkebutuhan khusus. “Bisa saja jenis ABK-nya sama, tetapi kebutuhannya berbeda. Berdasarkan asesmen inilah nanti kita akan membuat Program Pembelajaran Individual,” jelasnya.

Fitniwilis juga menekankan pentingnya keberadaan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang memiliki kompetensi mendampingi anak berkebutuhan khusus selama proses pembelajaran. “Hendaknya nanti habis pelatihan ini kita semuanya berkomitmen dan memiliki rencana tindak lanjut untuk menyediakan layanan inklusi di PAUD ‘Aisyiyah,” tegasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah anak berkebutuhan khusus menuntut kesiapan satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan inklusif. “Bagi yang sudah menjalankan layanan pendidikan inklusif tentu perlu meningkatkan kualitasnya. Bagi yang belum, kita harus menyiapkan tindak lanjut. Kita harus siap menerima anak-anak ABK,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, menegaskan pendidikan inklusif memiliki landasan kuat dalam nilai-nilai Islam dan semangat gerakan Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Menurutnya, sejak awal Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah membawa spirit Al-Ma’un yang berpihak kepada kelompok rentan dan membutuhkan dukungan.

Pimpinan Pusat 'Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI 'Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada Rabu (10/6/2026).

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada Rabu (10/6/2026). (Humas)

Ia menjelaskan pendidikan inklusif merupakan implementasi nilai tauhid, keadilan, dan rahmah yang menjadi fondasi Islam Berkemajuan. “Tauhid itu tidak akan berarti kalau tidak bermakna bagi kehidupan. Maka pendidikan inklusif ini sebenarnya adalah wujud dari upaya untuk memanusiakan manusia,” ungkapnya.

Menurut Siti Aisyah, pendidikan inklusif juga menjadi bagian dari upaya menegakkan keadilan dengan memberikan hak yang sama kepada seluruh anak untuk memperoleh akses pendidikan yang layak. “Pendidikan inklusif memberikan hak-hak bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Ini menjadi upaya untuk mendekatkan diri kepada takwa dengan menegakkan keadilan,” ujarnya.

Pada sesi pembukaan, peserta juga mendapatkan materi dari Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Rita Pranawati.

Rita menegaskan pendidikan inklusif menjadi salah satu kunci mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun. “Tanpa inklusivitas maka wajib belajar 13 tahun tidak akan tercapai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif harus dipahami sebagai pendidikan yang berkeadilan, yakni memberikan layanan sesuai kebutuhan peserta didik. “Paradigma bahwa pendidikan inklusi adalah pendidikan berkeadilan. Maknanya bahwa keadilan bukan sama rata, tetapi pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan layanan yang sesuai kebutuhan peserta didik,” jelas Rita.

Melalui pelatihan ini, PP ‘Aisyiyah berharap guru dan pengelola satuan pendidikan PAUD ‘Aisyiyah semakin siap mengembangkan layanan pendidikan inklusif yang berkelanjutan sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang optimal sesuai kebutuhan dan potensinya masing-masing.

Berita Terbaru

Rita Pranawati: Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Menerima ABK

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan inklusif harus dipahami sebagai pendidikan yang berkeadilan, yakni mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap peserta didik. Pandangan itu disampaikan Staf Khusus...

FEB UMS Jajaki Kolaborasi dengan PPI Jepang, Promosikan Batik Ecoprint

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke...

Kemasan Menarik Bisa Dongkrak Penjualan, Ini Tips dari Mahasiswa UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Mohamad Nisman Fadhil membagikan strategi membangun kemasan produk yang...

SMP Muhammadiyah PK Surakarta Raih TKA Tertinggi se-Kota Solo, Luluskan 123 Siswa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan XIV sekaligus mencatatkan prestasi sebagai peraih rata-rata Tes Kemampuan...

FEB UMS Bekali Siswa MAMSKA Penanganan Keluhan Konsumen secara Islami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi siswa MA Muhammadiyah Surakarta (MAMSKA), Sabtu (6/6/2026),...

EcoJourney 2026, Kader HW UMS Belajar Lingkungan dan Kepemimpinan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 10 kader Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kegiatan EcoJourney 2026 yang diselenggarakan Relawan Kebaikan Indonesia (RKI) bersama Himpunan...

Fun Football PCPM Kota Bengawan Pererat Persaudaraan Pemuda Masjid

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar Fun Football Mini Soccer sebagai puncak rangkaian Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di The...

Yayah Khisbiyah Kupas Psikologi Sosial dan Political Stress di Acara IMM Jateng-DIY

MAGELANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY mengikuti sesi materi umum hari kedua dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan...

IMM Surakarta Tekankan Peran Kritis Mahasiswa dalam Pembangunan Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta menggelar Stadium General (SG) DAMNas bertema “Disrupsi Masyarakat Urban 5.0” di Gedung Pimpinan Daerah...

Pemuda Muhammadiyah Solo Diajak Aktif Cari Solusi Persoalan Sampah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui sarasehan kader lintas generasi di Loji Gandrung, rumah...

Mahasiswa Komunikasi UMS Dominasi Ajang Student Mobility di Malaysia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program...

IMM Surakarta Buka DAMNas 2026, Bahas Disrupsi Masyarakat Urban 5.0

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta resmi dibuka di Gedung Pimpinan Daerah...