
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan inklusif harus dipahami sebagai pendidikan yang berkeadilan, yakni mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap peserta didik.
Pandangan itu disampaikan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Rita Pranawati, dalam Pelatihan Pendidikan Inklusif yang diselenggarakan PP ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasmen bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Rabu (10/6/2026).
Pelatihan yang diikuti lebih dari 800 guru PAUD, Kelompok Bermain, dan TK ABA dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Rita menegaskan pendidikan inklusif merupakan kunci untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua sekaligus mendukung keberhasilan program wajib belajar 13 tahun. “Tanpa inklusivitas maka wajib belajar 13 tahun tidak akan tercapai. Tanpa kualitas pembelajaran yang baik tentu tidak akan tercapai SDM yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Rita, peserta didik saat ini tumbuh dalam lingkungan yang semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, perubahan iklim, hingga persoalan ketahanan pangan memengaruhi kehidupan anak dan keluarga sehingga kebutuhan peserta didik menjadi semakin beragam.
Karena itu, pendidikan inklusif tidak boleh dipahami sekadar menerima peserta didik penyandang disabilitas di sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Paradigma bahwa pendidikan inklusi adalah pendidikan berkeadilan. Maknanya bahwa keadilan bukan sama rata, tetapi pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan layanan yang sesuai kebutuhan peserta didik,” jelas Rita.
Pendekatan Berbeda
Ia menambahkan, setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda agar dapat berkembang secara optimal. Sekolah perlu melakukan identifikasi sejak dini untuk memahami kebutuhan peserta didik dan menentukan bentuk layanan yang tepat. “Semakin cepat anak-anak teridentifikasi maka treatment kita juga akan lebih cepat. Akan lebih baik,” katanya.
Rita menegaskan identifikasi dini menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. “Identifikasi murid penyandang disabilitas itu sangat penting. Karena itu adalah gerbang bagaimana kita memberikan stimulus,” ujarnya.
Dalam paparannya, Rita menjelaskan tujuh pilar kebijakan akomodasi yang layak dalam pendidikan inklusif, yakni identifikasi murid penyandang disabilitas, pengembangan kapasitas unit layanan disabilitas, peningkatan kompetensi guru, adaptasi kurikulum dan pembelajaran, penyediaan sarana dan teknologi pendukung, pembiayaan serta program afirmasi, dan penguatan dukungan komunitas.
Pada aspek sarana dan prasarana, ia menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aksesibel bagi seluruh peserta didik, termasuk ketersediaan marka, akses masuk, dan fasilitas sanitasi yang ramah disabilitas. “Kita berharap sekolah-sekolah ‘Aisyiyah juga punya standar yang sama,” ujarnya.
Rita juga menyoroti masih terbatasnya layanan pendidikan inklusif di Indonesia. Ia menyebut jumlah satuan pendidikan yang memiliki peserta didik penyandang disabilitas meningkat sekitar 17 persen pada Februari 2025 dan mencapai 26 persen pada Desember 2025.
Hingga Desember 2025 tercatat sekitar 170.778 peserta didik penyandang disabilitas, sementara jumlah Guru Pendamping Khusus (GPK) yang tersedia baru mencapai 11.534 orang. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penguatan layanan pendidikan inklusif masih cukup besar.
Melalui penguatan kapasitas guru dan satuan pendidikan, Rita berharap pendidikan inklusif dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta didik. “Pendidikan bermutu bagi semua memerlukan proses pembaruan. Kita tidak bisa stagnan. Spirit kemajuan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus diwujudkan dan digulirkan menjadi hal yang bisa dirasakan manfaatnya hingga ruang kelas kita,” ucapnya.
PP ‘Aisyiyah Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru PAUD Dibekali Kompetensi Khusus
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada...
FEB UMS Jajaki Kolaborasi dengan PPI Jepang, Promosikan Batik Ecoprint
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke...
Kemasan Menarik Bisa Dongkrak Penjualan, Ini Tips dari Mahasiswa UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Mohamad Nisman Fadhil membagikan strategi membangun kemasan produk yang...
SMP Muhammadiyah PK Surakarta Raih TKA Tertinggi se-Kota Solo, Luluskan 123 Siswa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan XIV sekaligus mencatatkan prestasi sebagai peraih rata-rata Tes Kemampuan...
FEB UMS Bekali Siswa MAMSKA Penanganan Keluhan Konsumen secara Islami
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi siswa MA Muhammadiyah Surakarta (MAMSKA), Sabtu (6/6/2026),...
EcoJourney 2026, Kader HW UMS Belajar Lingkungan dan Kepemimpinan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 10 kader Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kegiatan EcoJourney 2026 yang diselenggarakan Relawan Kebaikan Indonesia (RKI) bersama Himpunan...
Fun Football PCPM Kota Bengawan Pererat Persaudaraan Pemuda Masjid
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar Fun Football Mini Soccer sebagai puncak rangkaian Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di The...
Yayah Khisbiyah Kupas Psikologi Sosial dan Political Stress di Acara IMM Jateng-DIY
MAGELANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY mengikuti sesi materi umum hari kedua dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan...
IMM Surakarta Tekankan Peran Kritis Mahasiswa dalam Pembangunan Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta menggelar Stadium General (SG) DAMNas bertema “Disrupsi Masyarakat Urban 5.0” di Gedung Pimpinan Daerah...
Pemuda Muhammadiyah Solo Diajak Aktif Cari Solusi Persoalan Sampah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui sarasehan kader lintas generasi di Loji Gandrung, rumah...
Mahasiswa Komunikasi UMS Dominasi Ajang Student Mobility di Malaysia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program...
IMM Surakarta Buka DAMNas 2026, Bahas Disrupsi Masyarakat Urban 5.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta resmi dibuka di Gedung Pimpinan Daerah...






