Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Dosen UMS Kritik Pemerintah yang Pertanyakan Nasionalisme di Balik Viral #KaburAjaDulu

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 18 Februari 2025 16:50 WIB
Dosen UMS Kritik Pemerintah yang Pertanyakan Nasionalisme di Balik Viral #KaburAjaDulu
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - UMS.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hashtag atau tagar #KaburAjaDulu menjadi viral di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), sejak Desember 2024. Tagar tersebut menjadi ekspresi akan akumulasi kegelisahan publik terkait kondisi dalam negeri dengan memilih pergi dari Indonesia dan melanjutkan hidup di luar negeri.

Kaprodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), Wibowo Heru Prasetiyo, memandang kegelisahan publik muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dengan realita.

“Kita warga negara punya harapan negara ini seperti apa. Harapan itu apa yang ingin kita berikan dan apa yang selanjutnya kita dapatkan,” terang Heru, Senin (17/2/2025). Selain itu, Heru berpendapat munculnya tagar tersebut juga karena kegelisahan dari publik terhadap masa depan mereka dengan kondisi di Indonesia yang serba tidak pasti.

Sedangkan secara personal, orang-orang berharap apa yang sudah diberikan itu ada timbal balik dari negara secara layak. “Kita kan bayar pajak tapi kenapa dari pajak yang kita bayarkan itu kembali kepada kita tidak sesuai dengan harapan kita?” tanyanya.

Gagal Penuhi Harapan

Indonesia yang digaungkan sebagai negara yang kaya raya dan tujuan dari para investor tidak mampu memenuhi harapan tersebut. Banyak lowongan pekerjaan di Indonesia yang sebagian besar dibatasi oleh umur, gelar, serta pengalaman yang menurut Heru sendiri itu adalah hal yang imajinatif untuk dipenuhi.

Diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sempat mempertanyakan nasionalisme anak muda Indonesia, Heru menerangkan bahwa nasionalisme itu selalu tidak bisa dilepaskan dari relasi antara warga negara dan negara. Suatu negara itu hadir karena ada yang menginginkan yaitu warga negara.

Warga negara yang tidak dapat hidup untuk mengurus dirinya sendiri kemudian disepakati sebagai kesepakatan bersama, adanya pemerintah. Pemerintah adalah gambaran dari negara itu sendiri. Pemerintah mewakili warga negara untuk mengelola hajat orang banyak, karena warga negara tidak bisa mengelolanya.

“Kita (warga negara) berikan legitimasi dalam bentuk kekuasaan. Harapannya kembali dalam bentuk kesejahteraan,” ungkapnya. Heru menekankan, pada momen seperti ini, bukan saatnya warga negara untuk dipertanyakan nasionalis atau tidak nasionalis.

Melainkan penguasa itu harus bercermin apakah pemerintah mengembalikan legitimasi dalam bentuk kesejahteraan. Menurutnya, perkataan yang dilayangkan oleh Bahlil Lahadalia tersebut tidak etis.”Ini justru bentuk nasionalisme karena salah satu bentuk peran warga negara itu bukan hanya bayar pajak. Peran warga negara itu juga ikut mengkritisi kondisi pemerintahan,” tekannya.

Di sisi lain, orang yang memilih #KaburAjaDulu itu belum tentu mereka berpindah kewarganegaraan. Ada warga negara yang keluar negeri untuk menyambung hidup tetapi tetap memegang passport Warga Negara Indonesia.

Dengan berada di luar negeri, besar harapan mereka untuk bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik ketika di Tanah Air tidak bisa mendapatkannya. Selain itu, dengan tetap memegang paspor Indonesia, artinya mereka masih memiliki nasionalisme.

Berita Terbaru

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...

Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...

Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan...

Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...

Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....