Judi online adalah permainan digital yang dilakukan menggunakan uang sebagai taruhan. Ketentuan permainan serta jumlah taruhan ditentukan oleh pelaku perjudian online serta menggunakan media elektronik dengan akses internet sebagai perantara. Singkatnya, judi online adalah praktik judi lewat media elektronik dan internet. Dilansir tempo.co, sebanyak 2,37 juta jiwa penduduk Indonesia terjerat judi online. Bahkan temuan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) sebanyak 4 juta pelaku judi online dari kalangan dewasa dan anak-anak. Dan untuk perputaran uang judi online di Indonesi tidak tanggung-tanggung, menyentuh angka 600 triliun dan bahkan bisa lebih.
Lantas mengapa banyak masyarakat yang tergiur dengan judi online? Akses yang mudah, potensi mendapatkan uang yang gampang, menjanjikan keuntungan instan, dan lain-lain. Tampaknya hal itulah yang menjadikan orang-orang kita kecanduan untuk judi online. Padahal, saya kira kita semua sepakat bahwa judi online bukanlah solusi. Apalagi menggantungkan hidup kita sepenuhnya dari judi online. Miris, menyedihkan, mengejutkan, semuanya tercampur aduk dalam perasaan. Indonesia, negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam serta menjadi salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jutaan warganya terpapar judi online. Kegalauan yang harus dihadirkan pada diri kita jika sampai saat ini kita masih peduli dengan keberlangsungan agama, bangsa, dan generasi penerus kita.
Kenapa Judi Dilarang?
Dalam QS. Al-Maidah ayat 90-91, Allah menerangkan: “Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.
Sangat tegas Allah menyuruh kita untuk menjauhi praktik judi dan Allah SWT menegaskan bahwa kita-lah yang beruntung manakala kita menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut. Karena judi ini sejatinya membawa kemudaratan pada manusia. Tidak hanya bagi pelaku utama, bahkan orang lain pun akan terkena dampak mudarat daripada perbuatan tersebut. Judi online adalah potret bencana sosial yang nyata. Potensi kerusakan yang diakibatkan sangat besar dan meluas, hampir seluruh aspek kehidupan kita berpotensi dirusak oleh judi online. Baik itu dari kerugian finansial, rusaknya kesehatan mental, menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh, masalah hukum, kriminalitas, dan masih banyak lagi. Silakan diperhatikan di sekitar kita, boleh jadi bahaya-bahaya itu sudah menjadi fakta yang tidak terbantahkan di lingkungan kita.
Semakin jelas dan terang bagi kita bahwa segala hal yang Allah larang untuk kita lakukan dan dekati karena akan menimbulkan dampak buruk yang diakibatkan baik bagi pelaku dan orang-orang di sekitarnya. Untuk menjauhi judi online, setidaknya banyak hal yang bisa kita lakukan dalam rangka menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. Setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan:
Menghargai Rezeki yang Halal
Dalam QS. Al-Baqarah: 168 Allah SWT. Memerintahkan kita untuk senantiasa mengusahakan rezeki yang halal dan melarang kita untuk mendapatkan harta dengan cara yang tidak dibenarkan syariat. Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban kita untuk memenuhi hak-hak diri, istri, dan anak-anak kita. Karena bagaimana mungkin kita mengharapkan kebaikan dan keberkahan datang kepada kita jika kita tidak mengusahakan rezeki yang halal.
Mencari keberkahan dan kebaikan dari rezeki apa yang kita usahakan akan menghadirkan ketenangan hati dan rasa syukur dalam diri atas apa yang kita dapatkan. Sehingga tidak mudah bagi kita untuk menjadikan alasan kurangnya harta kemudian mencari harta dari cara yang batil. Pelaku judi online seringkali menjadikan alasan finansial menjadi tameng untuk melakukan praktik tersebut, seolah-olah hamba yang beriman begitu mudahnya untuk melanggar syariat demi keuntungan pribadi. Maka, jihad kita dimulai dari menghargai pekerjaan halal yang kita tekuni, menikmati pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, dan menghadirkan rasa syukur dan tawakal dalam proses hidup yang kita jalani. Hal-hal tersebut akan menjadi benteng bagi kita untuk tidak terjatuh dalam kebathilan dan jalan yang diharamkan oleh Allah SWT.
Galakkan Dakwah Sosial
Atas fakta yang terjadi hari ini dan maraknya praktik judi online, maka tugas kita sebagai muslim sejatinya sudah bertambah, yaitu dakwah sosial harus semakin ditingkatkan. Dakwah sosial dengan cara yang lembut dan menyentuh, baik langsung maupun tidak langsung lewat teknologi dan media sosial yang ada. Karena setiap kita sejatinya adalah dai, saling mengingatkan sesama adalah kewajiban. Jika sebelumnya kita acuh tak acuh pada praktik tersebut, mulai saat ini hadirkan perhatian kita terhadap sesama. Mari selamatkan keluarga, anak cucu, agama dan bangsa kita. Siapapun kita, kita harus berperan aktif dalam memerangi kebatilan yang ada.
Peran negara juga harus aktif dalam menyikapi persoalan ini, selayaknya instrumen pemerintahan dihadirkan untuk memerangi judi online. Banyak hal bisa dilakukan baik itu menangkap cukong dan bandar judi online, memblokir situs dan rekening yang terpapar judi online, mengadakan pembinaan pada pelaku judi online, dan masih banyak cara yang bisa dilakukan dengan memaksimalkan potensi pemerintahan yang ada. Karena judi online adalah musuh bersama baik agama maupun negara. Jangan sampai judi online menjadi bencana sosial yang masif dan kita sama sekali tidak berbuat apa-apa.
Kesimpulan
Menjadi sunah kehidupan seorang manusia untuk mencari rezeki yang halal lagi baik. Artinya rezeki halal dan baik adalah keharusan yang harus dijalani. Jangan sampai ada tawar menawar terhadap syariat ini. Karena kebaikan dan keberkahan-lah yang kembali kepada kita dan itu harus kita usahakan dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat kita.
Memahami bahwa judi online selayaknya menjadi musuh bersama yang harus diperangi. Maka peperangan terhadapnya harus digalakkan secara bersama-sama. Bukan hanya karena landasan syariat, tetapi kita juga menyadari, bencana sosial yang dihadapi sangat masif. Kalau bukan kita yang menghancurkan praktik tersebut, maka kelak kita-lah yang akan hancur karenanya. Kita juga harus senantiasa mendukung dan mendorong negara dan kelompok masyarakat untuk mengatasi maraknya judi online ini. Mudah-mudahan kita, keluarga, dan masyarakat kita bisa terbebas dari kebatilan yang bernama judi online
Wallahu a’lam bisshawaab
Penulis adalah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Shabran
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






