Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

AC Muhammadiyah: Dari Kenyamanan Mengingat Ketaatan

Hanif Syairafi Wiratama, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 18 Desember 2024 17:01 WIB
AC Muhammadiyah: Dari Kenyamanan Mengingat Ketaatan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hanif Syairafi Wiratama

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di era modern ini, teknologi telah berkembang sangat cepat, membuat hidup manusia semakin mudah dan nyaman. Salah satu contoh teknologi yang sangat berguna dalam meningkatkan kenyamanan hidup adalah air conditioners (AC).

Namun, jika kita bicara tentang AC Muhammadiyah, maka ada hal yang istimewa lagi. Selain mendinginkan tubuh, AC Muhammadiyah juga bertujuan untuk meningkatkan qolbu (jiwa) seseorang dengan adanya fitur pengingat salat yang terintegrasi.

Asal Muasal dan Visi Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi sosial kemasyarakatan Islam yang berfokus pada pembangunan masyarakat Islam yang sebenarnya. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan dengan motto “amar ma’ruf nahi munkar” (mempromosikan kebaikan dan mencegah kerusakan) dan “tajdid” (pembaruan tentang pokok ajaran Islam)

Dalam konteks ini, Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pendidikan dan kesejahteraan sosial, tapi juga pada kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran spiritual anggotanya. Oleh karena itu, pengembangan produk seperti AC Muhammadiyah yang dilengkapi dengan fitur islami seperti pengingat salat, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat umum.

Keunggulan Teknis dan Spiritualis

AC Muhammadiyah, yang biasa disebut ACMU, merupakan hasil inovasi teknologi yang sangat maju. Dibuat dengan teknologi inverter mutakhir, ACMU diklaim hemat energi dan ramah lingkungan.

Efisiensi energinya cukup tinggi, dengan penghematan energi antara 17%-26%, tergantung lokasi penggunanya. Misalnya, di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, penghematan energi mencapai 24%, di RS Muhammadiyah Lamongan sekitar 17%, dan di RS PKU Muhammadiyah Gamping sebesar 26%

Selain itu, ACMU juga dilengkapi dengan fitur unggulan yang sangat penting bagi umat Muslim, yaitu pengingat waktu salat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih tampilan visual jadwal salat atau pengingat azan setiap waktu salat.

Dengan demikian, pengguna dapat tetap fokus pada ibadah tanpa khawatir terlewatkan waktu shalat yang kemudian sebagai warga Muhammadiyah tak lepas dari dalil Qur’an surah An-Nisa ayat 103 yang artinya “Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

Strategi Pasar dan Komitmen Alam

ACMU diproduksi oleh PT Green Sinar Mentari dan sudah diuji coba di enam rumah sakit Muhammadiyah dengan total pemasangan hampir mencapai 1.000 unit. Produk ini tidak hanya ditargetkan kepada lembaga-lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti sekolah, rumah sakit, dan masjid, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum

Strategi pasar yang efektif membuat ACMU memiliki pasar strategis di kalangan AUM, serta rencana untuk menjadi mitra resmi dalam Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan. Selain itu, harga unitnya relatif kompetitif, mulai dari Rp5 juta hingga Rp8 juta tergantung kapasitas daya pendingin ruangan, serta opsi harga paket lengkap dengan pemasangan dan bongkar unit lama sekitar Rp7 juta hingga Rp10 juta

Kontribusi Terhadap Pelestarian Alam

Setiap penggunaan ACMU berkontribusi pada upaya pelestarian alam, sesuai dengan fokus utama Muhammadiyah pada bidang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan Lingkungan Hidup. Dengan demikian, pengguna tidak hanya mendapatkan kenyamanan fisik, tapi juga ikut serta dalam menjaga keberlanjutan planet Bumi

Dalam artikel ini, telah membahas tentang AC Muhammadiyah yang tidak hanya sekadar mendinginkan tubuh, tapi juga mengingatkan tentang ketaatan sebagai umat muslim dengan adanya fitur pengingat salat.

Melalui inovasi teknologinya yang hemat energi dan ramah lingkungan, serta strategi pasar yang efektif, ACMU menjadi solusi yang tepat bagi umat Muslim yang ingin menjalin hubungan harmonis antara dunia dan akhirat.

Referensi-referensi yang ada menunjukkan betapa seriusnya Muhammadiyah dalam mengembangkan produk yang tidak hanya bermanfaat bagi kenyamanan hidup harian, tapi juga meningkatkan kesadaran spiritual.

Berita Terbaru

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...

Leave a comment