Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Masjid sebagai Pusat Pengembangan SDM

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Jumat, 5 Januari 2024 15:38 WIB
Masjid sebagai Pusat Pengembangan SDM
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hendro Susilo (Foto: Dok. MPI Solo).

Masjid hanya sebagai tempat peribadatan merupakan fenomena yang banyak kita temui sekarang ini. Padahal fungsi masjid bukan itu semata melainkan secara umum untuk mengekspresikan ketakwaan orang beriman. Berdasarkan hal tersebut, Kelompok Studi Tajdid Pendidikan mengangkat tema obrolan terkait fungsi masjid. Apalagi akhir-akhir ini, fenomena masjid menjadi tempat wisata dikarenakan bangunannya yang megah menjadi daya tarik tersendiri bagi umat. Untuk mengupas fenomena tersebut, kami mencoba menelaah dan mendiskusikan tentang fungsi masjid serta pengembangannya di channel Youtube talkMu.

Masjid adalah tempat untuk mengekspresikan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa menurut konsep Islam merupakan predikat tertinggi, karena dia merupakan akumulasi dari iman, Islam dan ihsan (Yunahar Ilyas, 2002: 18-20). Hal ini menunjukkan bahwa masjid sebagai tempat hamba mengekspresikan keimanannya kepada Allah SWT, melaksanakan ibadah kepada-Nya dan berbuat ihsan atas nama-Nya. Masjid tidak hanya berfungsi ibadah, khususnya salat dengan segala rangkaiannya. Akan tetapi masjid berfungsi juga sebagai sarana sosial seperti pendidikan, pengajian dan kegiatan sosial lainnya.

Perbincangan saya dengan Zaki Setiawan, anggota komunitas Tajdid Pendidikan, dimulai dari sejarah dan fungsi masjid di masa Rasulullah SAW. “Untuk memudahkan identifikasi, fungsi masjid mencakup dan bergerak di bidang ipoleksosbudhankam,” ujar Zaki. Masjid difungsikan oleh Rasulullah SAW selain tempat beribadah, juga untuk pembinaan dalam keimanan, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan keamanan. Sudah terbukti dalam sejarah, dari masjid lahir para pemimpin umat. Mengapa demikian? Karena di masjid pendidikan dilaksanakan bagi masyarakat Islam. Kita lihat bagaimana Rasulullah dahulu memulai pendidikan mental dan fisik para pengikutnya yang diawali dari masjid.

Berdialog tentang pendidikan masyarakat Islam, maka harus dilihat fungsi masjid. Tengok sejarah Islam pada masa periode awal, masjid menjadi lembaga pendidikan utama. Pun, di era kejayaan Islam, masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai pusat kegiatan intelektualitas. Hal ini bisa dibaca dari tulisan J. Pedersen dalam bukunya berjudul Arabic Book. Sejak awal perkembangannya, masjid terbukti memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Masjid Kottabarat

Dalam skala nasional, ada contoh masjid yang dikembangkan bersamaan dengan pendidikan. Masjid tersebut adalah Masjid Al-Azhar di Kebayoran Baru. Ada yayasan yang menaungi masjid dan sekolah sehingga berkembang pesat. Pendidikan berkembang pesat mulai dari TK sampai Universitas Al-Azhar Indonesia. “Sementara itu, di Kota Solo juga ada masjid yang dikembangkan fungsinya bersamaan dengan pendidikan, seperti masjid Kottabarat,” ujar Zaki dalam diskusi tersebut.

Masjid Kottabarat mengembangkan bidang sosial budaya, dalam hal ini pendidikan, sosial kemasyarakatan serta kajian-kajian. Hadirnya Perguruan Muhammadiyah Kottabarat mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA yang diawali dari masjid bisa menjadi oase dan harapan bertumbuhnya masyarakat muslim yang unggul dalam SDM.

Faktanya belum semua masjid menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Kebanyakan masjid hanya menjalankan salah satu fungsinya saja, yaitu sebagai tempat peribadatan. Itu saja belum maksimal. Hal ini mengindikasikan tata pengelolaan yang kurang optimal dari takmir (pengelola masjid). Tata kelola yang kreatif dan produktif menjadi kebutuhan manakala menginginkan masjid memiliki fungsi pengembangan kehidupan umat dalam mengekspresikan ketakwaan.

Pengelolaan masjid bisa dikembangkan berdasarkan kondisi masyarakat dan jamaah. Artinya, pengelola masjid harus kreatif dan membaca kondisi sosial jamaah. Misalnya pengelolaan masjid yang mengambil “genre” bidang sosial ekonomi dalam pengembangannya. Sebut saja masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang mengembangkan fungsi ekonomi dan kesejahteraan jamaah. Termasuk masjid K.H. Ahmad Badawi di Solo yang mencoba mengembangkan fungsi masjid untuk memperkuat ekonomi dan sosial masyarakat (jamaah) melalui kajian dan kegiatan sosial lainnya. Ini menjadi contoh cara pengelolaan masjid yang dinamis.

Di akhir perbincangan, kami berpendapat bahwa masjid bisa dikembangkan menjadi pusat membangun kualitas sumber daya manusia. Fungsi masjid bisa dikembangkan bukan hanya dalam tempat ibadah saja, melainkan tempat untuk mengekspresikan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Langkah itu bisa dilakukan melalui pengembangan baik bidang pendidikan, sosial ekonomi serta budaya. Apabila fungsi masjid bisa dikembangkan, maka cita-cita menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan kualifikasi SDM yang unggul dan sejahtera bisa tercapai. Maka, come back to masjid dan kembangkan fungsinya untuk membangun kualitas umat.

Berita Terbaru

RS UMS A.R. Fachrudin Layani Kesehatan Peserta Refleksi Milad ke-68 UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta Refleksi Hari Jadi ke-68 Universitas...

Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...

Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...

Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...

RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...

Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...