
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—MTs Muhammadiyah Surakarta (Matsmuka) menggelar kegiatan ko-kurikuler Tur Membatik dengan tema “Explore the Heritage, Create the Future”. Kegiatan dilaksanakan Selasa-Rabu, (16-17/12/2025) di Batik Cempaka Laweyan Solo. Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa untuk terjun langsung mempelajari proses pembuatan batik.
Mar’atus Sholikah Isnaini, Kepala MTs Muhammadiyah Solo, mengatakan kegiatan ini bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kegiatan ko-kurikuler belajar membatik di Kampung Batik Laweyan menjadi bagian dari upaya nyata satuan pendidikan dalam menanamkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Melalui pengalaman langsung mengenal proses dan filosofi batik, imbuhnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga nilai sejarah dan kearifan lokal. “Serta tanggung jawab untuk melestarikan budaya Indonesia,” ujarnya.
Rombongan Siswa MTs Muhammadiyah menuju ke lokasi Batik Laweyan dengan menggunakan transportasi umum khas kota Solo yaitu Batik Solo Trans(BST). Sesampainya di Laweyan, para siswa mendapat arahan dari Arfi selaku pemilik Batik Cempaka Laweyan untuk mengenai sejarah batik dan proses pembuatan batik.
Butuh Kesabaran dan Ketelitian
Antusias siswa terlihat dari beberapa pertanyaan dari siswa tentang proses membatik. Kesempatan kali ini siswa belajar membatik kipas. Mereka diajarkan proses mencanting hingga pewarnaan sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan kreativitas siswa. Proses membatik membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi agar hasil maksimal.
Rustina selaku pendamping berharap kegiatan tur dan membatik ini bisa membentuk karakter siswa gen Z yang selama ini sering disebut gen serba instan. “Kami berharap dengan siswa melakukan pengalaman nyata ini secara langsung siswa lebih mencintai budaya bangsa, lebih kreatif dan inovatif dan lebih menghargai para pembatik yang kebanyakan sudah ber usia lanjut” ujarnya.
Dalam membatik langkah pertama siswa belajar menyanting dengan malam atau sejenis lilin khusus untuk membatik. Siswa dengan hati-hati menorehkan malam di kipas yang sudah diberi pola batik. Proses ini dianggap mudah tapi kenyataannya banyak siswa yang kesulitan dalam menyanting. Proses selanjutnya adalah pewarnaan.
Aisyah salah satu siswa kelas 7 Smart class mengakui menyanting itu susah, kadang malam tidak bisa keluar dari alat canting atau malah mbleber. “Ternyata belajar membatik sangat menegangkan harus fokus agar saat menyanting dan memberi warna batik tidak rusak. Sampai deg-degan takut malamnya tumpah. Setelah lihat hasilnya keren banget walaupun tidak sempurna dan kipas batiknya boleh dibawa pulang. Seneng banget pokoknya” serunya.
Setelah membatik dan tur melihat proses pembuatan batik sampai pengemasan anak- anak membeli cendera mata dari batik untuk dibawa pulang, mulai dari gantungan kunci sampai pakaian jadi dengan berbagai model. Kegiatan diakhiri dengan sarasehan dan foto bersama.
Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...
IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...
Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...
Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...
Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...
KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...
Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...
Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...
Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....






