Mendalami Pemikiran Pendidikan KH. Ahmad Dahlan

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan dari (alm) Buya Syafii Maarif terkait perkembangan Muhammadiyah. Buya bertanya apakah Muhammadiyah masih berada di jalurnya.

Ada catatan yang menarik. Menurut Buya, warga Muhammadiyah yang mengerti dan memahami betul-betul tentang  Muhammadiyah jumlahnya minoritas, sebab umumnya mereka tidak membaca dokumen seperti pidato KH Ahmad Dahlan tahun 1922, dokumen hasil Muktamar, dokumen MKCH, dokumen PHIWM, dan dokumen MADM.

“Sepertinya kita terlalu sibuk dengan amal usaha, tetapi tidak tahu arah akan dibawa ke mana amal usaha tersebut,” ujar Buya dalam sebuah wawancara.

Ini adalah sebuah refleksi sekaligus kritikan yang konstruktif dari Buya Syafii. Muhammadiyah yang besar jangan sampai keropos. Ibarat meraba di dalam kegelapan.