Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 13 Oktober 2026 12:39 WIB
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan sambiloto. (Humas)

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan sambiloto. Kegiatan ini juga membahas bukti ilmiah, ketepatan dosis, serta keamanan penggunaan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Obat Tradisional untuk Anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak” tersebut digelar di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Gatak, Jumat (10/10/2026). Kegiatan diselenggarakan melalui Direktorat Riset, Publikasi, Pengabdian, dan Sentra KI (DRPPS) UMS sebagai bagian dari program P2M: Dosen-Tendik Berkontribusi atau Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan.

Program ini diketuai Arga Seta Asmara Sakti bersama tim dosen dan tenaga kependidikan UMS. Peserta berasal dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gatak, PCA Gatak, serta perwakilan 14 pimpinan ranting ‘Aisyiyah se-Kecamatan Gatak.

Ketua tim pengabdian, Arga Seta Asmara Sakti, mengatakan program tersebut dirancang agar pengetahuan dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. “Pendekatan berbasis pengembangan Persyarikatan ini menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dengan PCM, PCA, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam memperkuat kapasitas masyarakat,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Untuk memperluas wawasan peserta, UMS menghadirkan Associate Professor Md. Sanower Hossain dari Bangladesh yang memiliki keahlian di bidang kefarmasian. Ia menyampaikan materi tentang pengenalan sambiloto, potensi pemanfaatannya berdasarkan penelitian, teknik budidaya, serta prinsip keamanan penggunaan obat herbal.

Sanower menjelaskan, tanaman herbal merupakan bagian dari tradisi kesehatan masyarakat yang perlu dipahami dengan pendekatan ilmiah. Pemanfaatannya tidak cukup hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun, tetapi juga harus mempertimbangkan bukti penelitian, dosis, kondisi pengguna, dan kemungkinan interaksi dengan obat medis.

Salah satu tanaman yang dibahas ialah sambiloto (Andrographis paniculata), yang dikenal memiliki rasa pahit dan mengandung sejumlah senyawa alami, termasuk andrografolida sebagai salah satu senyawa aktifnya.

Menurut materi yang disampaikan, sambiloto telah diteliti untuk sejumlah potensi penggunaan, terutama dalam membantu meredakan gejala pilek dan sakit tenggorokan. Namun, tingkat bukti ilmiah berbeda untuk setiap klaim manfaat. Penggunaan tanaman ini tidak dapat menggantikan pengobatan medis, khususnya untuk penyakit berat maupun kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Sanower juga mengingatkan peserta agar tidak menganggap semua bahan alami pasti aman. Penggunaan berlebihan, kesalahan identifikasi tanaman, serta interaksi dengan obat yang diresepkan dokter dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan sambiloto.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan sambiloto. (Humas)

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan cara penggunaan dan dosis, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi herbal apabila sedang menjalani pengobatan rutin. Sambiloto juga perlu dihindari oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Perhatian khusus diperlukan bagi orang yang mengonsumsi obat untuk tekanan darah, diabetes, atau pengencer darah karena adanya potensi interaksi.

Melalui edukasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan tanaman obat perlu disertai pengetahuan yang memadai. Dengan begitu, potensi tanaman lokal dapat dikembangkan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan keselamatan pengguna.

Kegiatan diawali dengan sambutan Bendahara PCM Gatak, Sugeng, yang hadir mewakili ketua PCM, didampingi Salim dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCM Gatak. Sugeng mengapresiasi kontribusi UMS dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat.

“Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tanaman obat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi tanaman di lingkungan sekitar,” harapnya.

Ketua PCA Gatak, Endang Mulyani, berharap kerja sama pengabdian antara UMS dan ‘Aisyiyah dapat berlanjut. Ia mengajak kader ‘Aisyiyah membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), seperti sambiloto, jahe, kunyit, dan kencur, di pekarangan rumah.

Menurutnya, budidaya perlu diimbangi pemahaman tentang pengolahan dan pemanfaatan yang tepat. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi tanaman lokal sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian UMS menyerahkan bibit sambiloto secara simbolis kepada perwakilan pimpinan cabang untuk dibudidayakan di lingkungan PCM dan PCA Gatak. Penyerahan ini diharapkan mendorong peserta mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus memperluas budidaya tanaman obat di masyarakat.

Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan teknis dan demonstrasi pembuatan racikan minuman herbal berbahan sambiloto. Peserta juga berdiskusi langsung dengan Sanower untuk memperdalam pemahaman mengenai budidaya, pengolahan, dan pemanfaatan tanaman tersebut secara tepat.

Melalui kolaborasi DRPPS UMS, PCM, dan PCA Gatak, kegiatan ini diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan tanaman obat, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMS memperluas manfaat tridarma perguruan tinggi melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.

Berita Terbaru

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...

UMS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan

TAIWAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan...

Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...

UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....

Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

Warga Alasombo Belajar Akses JKN dan Bansos Bersama Kesmas UMS

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan konsultasi layanan kesehatan serta bantuan sosial bagi...

Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Konsistensi dalam penelitian dan publikasi mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mahmudulhassan atau Hasan, meraih World Rank 4 in...