Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Sholahuddin
Minggu, 11 Oktober 2026 19:20 WIB
Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Muhammad RM Fayasy Failaq, dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat menyampaikan materi diskusi di UIN Sunan Kalijaga, Jogja. [Humas].

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan representasi, stabilitas politik, serta perlindungan hak konstitusional warga negara.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan yang disampaikan Muhammad RM Fayasy Failaq, dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar Konstitusi yang diselenggarakan Komunitas Pemerhati Konstitusi (KPK), Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Fayasy menjelaskan bahwa sistem pemilu merupakan mekanisme untuk mengonversi perolehan suara menjadi kursi yang diperoleh partai politik dan kandidat. Desain tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis pemungutan suara, tetapi juga memengaruhi pola kompetisi partai politik dan pembentukan sistem kepartaian.

“Tiga variabel utama dalam desain sistem pemilu, yakni rumusan pemilu atau metode penghitungan suara menjadi kursi, struktur pemungutan suara yang mengatur teknis surat suara, serta besaran daerah pemilihan berdasarkan jumlah kursi yang diperebutkan,” ungkapnya, Sabtu (10/10/2026).

Ketiga variabel tersebut, lanjutnya, memiliki implikasi terhadap keterwakilan politik. Sistem pluralitas atau mayoritas cenderung mendorong penyederhanaan jumlah partai, sedangkan sistem proporsional memberikan peluang keterwakilan yang lebih luas bagi partai politik, termasuk partai kecil dan menengah.

“Besaran daerah pemilihan dan penerapan ambang batas parlemen juga menjadi faktor yang memengaruhi jumlah partai yang memperoleh kursi. Daerah pemilihan dengan alokasi kursi lebih sedikit cenderung membatasi keterwakilan partai kecil, sedangkan alokasi kursi yang lebih banyak membuka peluang bagi beragam partai untuk masuk ke parlemen,” terang dosen FHIP UMS itu.

Mewujudkan Keterwakilan  

Lebih lanjut, Fayasy menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai kriteria dalam merancang sistem pemilu. Di antaranya adalah mewujudkan keterwakilan yang adil, memfasilitasi pemerintahan yang stabil dan efektif, mendorong akuntabilitas pemerintah dan wakil rakyat, serta memberikan kemudahan bagi pemilih.

“Desain pemilu juga perlu memperkuat institusi partai politik agar berkembang sebagai organisasi yang memiliki ideologi dan program kerja, bukan sekadar kendaraan bagi figur tertentu. Selain itu, sistem pemilu perlu menyediakan ruang bagi oposisi untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan,” tegasnya.

Pertimbangan lain mencakup kesesuaian sistem dengan kapasitas administrasi penyelenggara pemilu serta kepatuhan terhadap standar internasional, termasuk prinsip kesetaraan hak pilih, penyelenggaraan pemilu secara berkala, dan jaminan kebebasan serta kerahasiaan dalam memilih.

Dalam konteks Indonesia, desain sistem pemilu menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keberagaman kelompok sosial, politik, agama, dan budaya hingga tingginya ongkos politik, politik uang, persoalan demokratisasi partai, personalisasi politik, dinasti politik, serta hubungan antara sistem presidensial dan multipartai.

“Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembaruan sistem pemilu perlu dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas demokrasi secara menyeluruh. Perubahan regulasi tidak cukup hanya berorientasi pada mekanisme pemilihan, tetapi juga perlu memperhatikan keterwakilan masyarakat, akuntabilitas politik, dan efektivitas pemerintahan,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, Fayasy juga memaparkan gagasan inverted election atau sistem pemilu terbalik sebagai salah satu alternatif yang dapat dikaji dalam pengembangan desain pemilu. Gagasan ini berangkat dari pendekatan pemilihan yang diawali dengan proses eliminasi kandidat sebelum pemilih menentukan pilihan akhir.

Dalam model tersebut, putaran pertama diarahkan untuk mengeliminasi kandidat, sedangkan putaran kedua digunakan untuk memilih kandidat terbaik sekaligus membangun legitimasi hasil pemilihan. Model ini juga mengenal tahapan penyaringan, mulai dari verifikasi partai peserta pemilu, proses internal partai, hingga pemilihan umum untuk eliminasi dan penentuan pilihan akhir.

Pendekatan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat dapat memiliki kecenderungan lebih mudah mencapai kesepakatan mengenai kandidat yang dianggap paling tidak layak dibandingkan menentukan satu kandidat terbaik di antara sejumlah pilihan.

Meski demikian, penerapan sistem pemilu terbalik memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan biaya operasional yang harus ditanggung penyelenggara maupun peserta pemilu. Karena itu, gagasan tersebut memerlukan kajian lebih lanjut dari sisi hukum, teknis penyelenggaraan, dan dampaknya terhadap perilaku pemilih.

Seminar Konstitusi yang diselenggarakan pada pada 3 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-14 Komunitas Pemerhati Konstitusi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Integritas Demokrasi melalui Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilu” dan menjadi ruang diskusi mengenai desain sistem pemilu serta perkembangan hukum ketatanegaraan Indonesia.

Berita Terbaru

UMS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan

TAIWAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan...

Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...

UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....

Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

Warga Alasombo Belajar Akses JKN dan Bansos Bersama Kesmas UMS

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan konsultasi layanan kesehatan serta bantuan sosial bagi...

Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Konsistensi dalam penelitian dan publikasi mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mahmudulhassan atau Hasan, meraih World Rank 4 in...

Hadapi Ancaman Siber, UMS Perkuat Sistem Keamanan Informasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS). Langkah...

Mahasiswa UMS Ciptakan Sabun Telang-Sereh, Berdayakan Warga

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi sabun cuci piring berbahan bunga telang dan sereh. Inovasi...

IIEF 2026, FAI UMS Kenalkan Pendidikan Islam Berbasis VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan layanan konsultasi pendidikan, informasi beasiswa, dan pengalaman teknologi Virtual Reality (VR) dalam International Islamic...

Akreditasi Unggul Perkuat Mutu S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga...