Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Kembangkan Model Ekonomi Sirkular Desa Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah di Boyolali

Yusuf Humas UMS, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 7 Agustus 2026 17:16 WIB
UMS Kembangkan Model Ekonomi Sirkular Desa Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah di Boyolali
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di BUMDesa Tumang Cepogo, Boyolali, sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di BUMDesa Tumang Cepogo, Boyolali, sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa.

Ketua Tim Pengabdian P2DB UMS, Rochmi Widayanti, menjelaskan pendampingan diarahkan untuk mengoptimalkan pengolahan limbah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung konsep zero waste sekaligus meningkatkan nilai ekonomi pengelolaan sampah desa.

“Sebelum mendapatkan pendampingan, hasil panen maggot di BUMDesa Tumang Cepogo sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk maggot segar dengan nilai tambah yang terbatas. Kondisi tersebut mendorong tim kami menghadirkan inovasi teknologi agar potensi ekonomi limbah organik dapat dimaksimalkan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Program ini melibatkan tim dosen lintas disiplin, yakni Bambang Waluyo Febriantoko dari Teknik Mesin, Heppy Purbasari dari Akuntansi, Muhammad Syahriandi dari Sistem Informasi, Hariyadi Fajar Nugroho dari Bisnis Digital, serta Yuni Pristiwati Noer Widianingsih dari Akuntansi. Pendampingan juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Program Studi Teknik Mesin UMS.

Melalui kolaborasi tersebut, tim menghadirkan mesin pencetak pelet pakan ternak dan oven pengering sebagai teknologi tepat guna untuk mengolah maggot menjadi pelet pakan dan dry maggot yang memiliki nilai jual lebih tinggi. “Implementasi teknologi tersebut juga kami sertai dengan pelatihan formulasi pakan berbahan dasar maggot yang dipadukan dengan dedak dan jagung pipil,” tambah Rochmi.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di BUMDesa Tumang Cepogo, Boyolali, sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di BUMDesa Tumang Cepogo, Boyolali, sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa. (Humas)

Menurutnya, hasil uji coba menunjukkan produk yang dihasilkan layak dipasarkan dan berpotensi meningkatkan pendapatan BUMDesa.

Selain aspek produksi, UMS juga memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa melalui pendampingan tata kelola keuangan berbasis digital. Pengelola dibekali sistem pencatatan persediaan secara digital serta strategi pemasaran melalui media sosial agar pengelolaan usaha semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Produk hasil pendampingan tersebut sebelumnya telah diperkenalkan dalam Pameran Hari Desa di Cepogo dan mendapat apresiasi dari pelaku usaha desa maupun pegiat lingkungan. Capaian itu menunjukkan inovasi yang dikembangkan UMS berpotensi diterapkan di wilayah lain.

“Program ini turut melibatkan mahasiswa UMS sebagai implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran berbasis penyelesaian masalah nyata sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat,” kata Rochmi.

Ia menambahkan, UMS akan terus mengawal keberlanjutan program melalui pengembangan inovasi berikutnya, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar sintetis menggunakan teknologi pirolisis untuk mendukung operasional produksi secara mandiri.

Program yang berlangsung sepanjang April hingga Juni 2026 tersebut kini memasuki tahap evaluasi dan penyusunan pengembangan lanjutan. UMS berharap model pengelolaan sampah di BUMDesa Tumang Cepogo dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa yang mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terbaru

FHIP UMS Gandeng Polda DIY Edukasi Pelajar soal Lalu Lintas

KULON PROGO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan sejumlah instansi menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Penguatan Karakter Disiplin...

UMS Perbarui Arah Ilmu Komunikasi Hadapi Era AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengembangan akademik Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk...

Bekal Ketekunan, Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award di Monash Australia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Taufik Hidayat, berhasil meraih Exceptional PhD Award dari School of...

Perpustakaan UMS dan Mamba’ul ‘Ulum Kolaborasi Kembangkan Layanan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat layanan perpustakaan melalui kerja sama kelembagaan antara UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS dengan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum...

UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri di Tiongkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat...

Dosen UMS Soroti Persaingan dan Masa Depan Marketplace ASEAN

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas strategi meningkatkan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand. Prof....

UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Kembangkan Program Buddy

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat International Student Buddy Program melalui pengembangan tata kelola, sistem pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut dilakukan melalui...

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah...

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...